Kamis, 17 Agustus 2017

Mencintai dan Menyayangi

Bismillahirrahmanirrahim

Dapatkah aku memberi rasa kasih sayang dan cinta diriku kepada Allah, kepada semua manusia, termasuk manusia yang tidak menyukaiku?

Di hidup ini kita harus mencintai dan menyayangi semua makhluk. Karena kita manusia, bukan syetan menyimpan rasa dendam. Menghilangkan rasa egois itu butuh proses, kita usaha untuk memberikan rasa cinta dan sayang ke manusia itu dengan  memberikan segalagalanya. Karena cinta dan sayang adalah segalagalanya. Minta ke Allah dengan dzikir dan doa, inysaAllah sifat egois yang ada di dalam hati akan dihilangkan Allah.

Jangan pernah ada rasa dendam, karena itu sifatnya setan. Doakan mereka yang menyakiti “Yaa Allah semoga dia masuk syurga”. Dzikir selalu dzikir ke Allah, alam ini juga menyambut dzikirmu, pohon-pohon menyambut dzikirmu,udara menyambut dzikirmu. Allah akan senang kepada orang yang berdzikir.

Apakah mereka yang kaya bahagia? belum tentu. Mereka tidak tenang. Mencari ketenangan, ketenangan itu ada didalam hati.

Dalam hal ekonomi, manusia mempunyai sifat ingin instan dan banyak uangnya, tapi sebenarnya Allah sudah menakarkan, maksudnya uang segini cukup untuk hidup diri ini, tanpa meminta pun Allah pun sebenarnya akan memberi.

Jangan pernah meminta-minta ke orang, Allah sudah memberikan rezeki masing-masing ke kita. Itu sudah cukup, hanya manusia saja yang merasa tidak cukup.  Rejeki itu bukan hanya dari gaji, tapi bisa dari orang lain. Kerjain apa aja untuk mendapatkan uang, duit itu sejatinya Doa Usaha Ikhtiar Tawakal. :)

Pak Aamiin.

( perjalanan dari kos Mbah Dar ke rumah Huda)

Amazed Quran from TKD test


Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah alhamdulillah,
this word can drop your tear, when Quran said is true.
“The truth has come” 

Allah said that “Allah doesn’t take take a soul beyond its scope” (Al Baqarah; 286)
When we think “ How Allah do that?, because of His Wise” :’) 

Alhamdullilah alhamdullilah I passed the TKD test.
Deg deg deg, I think, its the most horrible test I had followed.
Remember it, Rahmat Allah comes before takdir. Keep do’a to Him and belived what quran said.

Jumat, 11 Agustus 2017

Khawatir


Bismillahirrahmanirrahim
Aku ingin memberikan pendapat tetang perasaan khawatir.
Allah telah mengatakan bahwa “Allah tidak ingin kesukaran untukmu, Allah meninginkan kemudahan bagimu”
TKD, iya bentar lagi ujian TKD insyaAllah. Pasti ada kekhawatiran dalam diri seperti “bisakah aku mengerjakan soalnya, apakah soal yang muncul ternyata belum pernah aku pelajari atau sudah aku pelajari namun belum aku ulang?”
Sekarang aku tidak ngekos, aku di rumah sepupu. Belajar kurang intens, ini juga kekhawatiranku.
Alhamdullilah setelah dipikir2, apakah aku lulus STAN dulu karena persiapan ku atau memang kehendak Allah. dulu aku pernah mencoba resep tawakal (saat tingkat akhir) dengan mengurangi waktu belajarku yang intens,tapi nilainya tidak baik. Aku juga pernah coba resep tawakal (saat tingkat 2), dengan belajar giat, dan ibadah juga, alhamdullilah ipk aku naik.
Allah berkata bahwa “kemudian, apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakalah kepada Allah”.
Allah ga bilang apabila kamu telah berusaha dengan giat, segiat-giatnya, serajin-rajinnya, sesering-seringnya. Sebenarnya arti tekad itu apa? semangatkan? Semangat akan menjadikan orang tersebut kuat. Jadi orang yang semangat itu pasti dengan senang hati mengerjakannya dan merasa optimis akan berhasil. Mereka yang bertekad adalah mereka yang semangat, yang tidak peduli hambatan yang dihadapi, tetap fokus pada tekad yang ingin dicapai. Tapi agar tidak terjangkit sifat sombong / arogan (like syaiton), Allah menyuruh kita untuk fokus pada apa yang kita lakukan bukan orang lain lakukan, tawakal aja, Allah bersama kita, kalau kurang nanti Allah tambah, kalau belum cukup nanti Allah tambahkan. Tawakal aja, Allah punya caraNya sendiri, bukan berdasarkan hitung-hitungan kita.
4 hari lagi TKD InsyaAllah, bismillah, semangat, lulus.
Ingat bahwa Devi sekarang ada di STAN bukan karena usaha, tapi sebenarnya karena doa orangtua mungkin, doa orang lain, atau mungkin sudah takdir. Devi lulus insyaAllah lulus. Buktinya apa? segala fasitilas telah Allah beri, materi TKD, bukubuku, kesehatan, waktu luang, rezeki berupa masakan kak Lila, orangtua yang sehat, Dafi  dan Calia yang menghibur agar tidak terlalu stres.
Begitupun tetang pernikahan ea.-. #takperlukhawatir,Allahpunyacarasendiri.
NB: aku sedih, hampir nangis karena kangen Bapak sama Mamak, tapi #Allahpunyacarasendiri aku mimpi, jalan sama Mamak dan Bapak, cerita/curhat, dan guyon :D. Yaa Allah :)
NB II: Jangan iri ya sama tulisan ini, sebab #Allahpunyacarasendiri ngebuat hatimu bahagia. :)
#gaperlukhawatir
Allah, I love you :)

wassalamualaikum

Senin, 07 Agustus 2017

Jangan berdoa dengan ragu-ragu



Bismillahirrahmanirrahim



Yaa Allah, ada satu permintaan yang aku ingin sekali Engkau mengabulkannya.

Yaa Allah :(

Hamba mohon ridhoin dan kabulkan Yaa Rabb.

aamiin



Inni Qoriib, Allah itu dekat.

Kamis, 17 Agustus 2017

Mencintai dan Menyayangi

Diposting oleh Devi Suhaila di 17.48 0 komentar Link ke posting ini
Bismillahirrahmanirrahim

Dapatkah aku memberi rasa kasih sayang dan cinta diriku kepada Allah, kepada semua manusia, termasuk manusia yang tidak menyukaiku?

Di hidup ini kita harus mencintai dan menyayangi semua makhluk. Karena kita manusia, bukan syetan menyimpan rasa dendam. Menghilangkan rasa egois itu butuh proses, kita usaha untuk memberikan rasa cinta dan sayang ke manusia itu dengan  memberikan segalagalanya. Karena cinta dan sayang adalah segalagalanya. Minta ke Allah dengan dzikir dan doa, inysaAllah sifat egois yang ada di dalam hati akan dihilangkan Allah.

Jangan pernah ada rasa dendam, karena itu sifatnya setan. Doakan mereka yang menyakiti “Yaa Allah semoga dia masuk syurga”. Dzikir selalu dzikir ke Allah, alam ini juga menyambut dzikirmu, pohon-pohon menyambut dzikirmu,udara menyambut dzikirmu. Allah akan senang kepada orang yang berdzikir.

Apakah mereka yang kaya bahagia? belum tentu. Mereka tidak tenang. Mencari ketenangan, ketenangan itu ada didalam hati.

Dalam hal ekonomi, manusia mempunyai sifat ingin instan dan banyak uangnya, tapi sebenarnya Allah sudah menakarkan, maksudnya uang segini cukup untuk hidup diri ini, tanpa meminta pun Allah pun sebenarnya akan memberi.

Jangan pernah meminta-minta ke orang, Allah sudah memberikan rezeki masing-masing ke kita. Itu sudah cukup, hanya manusia saja yang merasa tidak cukup.  Rejeki itu bukan hanya dari gaji, tapi bisa dari orang lain. Kerjain apa aja untuk mendapatkan uang, duit itu sejatinya Doa Usaha Ikhtiar Tawakal. :)

Pak Aamiin.

( perjalanan dari kos Mbah Dar ke rumah Huda)

Amazed Quran from TKD test

Diposting oleh Devi Suhaila di 03.44 0 komentar Link ke posting ini

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah alhamdulillah,
this word can drop your tear, when Quran said is true.
“The truth has come” 

Allah said that “Allah doesn’t take take a soul beyond its scope” (Al Baqarah; 286)
When we think “ How Allah do that?, because of His Wise” :’) 

Alhamdullilah alhamdullilah I passed the TKD test.
Deg deg deg, I think, its the most horrible test I had followed.
Remember it, Rahmat Allah comes before takdir. Keep do’a to Him and belived what quran said.

Jumat, 11 Agustus 2017

Khawatir

Diposting oleh Devi Suhaila di 13.08 0 komentar Link ke posting ini

Bismillahirrahmanirrahim
Aku ingin memberikan pendapat tetang perasaan khawatir.
Allah telah mengatakan bahwa “Allah tidak ingin kesukaran untukmu, Allah meninginkan kemudahan bagimu”
TKD, iya bentar lagi ujian TKD insyaAllah. Pasti ada kekhawatiran dalam diri seperti “bisakah aku mengerjakan soalnya, apakah soal yang muncul ternyata belum pernah aku pelajari atau sudah aku pelajari namun belum aku ulang?”
Sekarang aku tidak ngekos, aku di rumah sepupu. Belajar kurang intens, ini juga kekhawatiranku.
Alhamdullilah setelah dipikir2, apakah aku lulus STAN dulu karena persiapan ku atau memang kehendak Allah. dulu aku pernah mencoba resep tawakal (saat tingkat akhir) dengan mengurangi waktu belajarku yang intens,tapi nilainya tidak baik. Aku juga pernah coba resep tawakal (saat tingkat 2), dengan belajar giat, dan ibadah juga, alhamdullilah ipk aku naik.
Allah berkata bahwa “kemudian, apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakalah kepada Allah”.
Allah ga bilang apabila kamu telah berusaha dengan giat, segiat-giatnya, serajin-rajinnya, sesering-seringnya. Sebenarnya arti tekad itu apa? semangatkan? Semangat akan menjadikan orang tersebut kuat. Jadi orang yang semangat itu pasti dengan senang hati mengerjakannya dan merasa optimis akan berhasil. Mereka yang bertekad adalah mereka yang semangat, yang tidak peduli hambatan yang dihadapi, tetap fokus pada tekad yang ingin dicapai. Tapi agar tidak terjangkit sifat sombong / arogan (like syaiton), Allah menyuruh kita untuk fokus pada apa yang kita lakukan bukan orang lain lakukan, tawakal aja, Allah bersama kita, kalau kurang nanti Allah tambah, kalau belum cukup nanti Allah tambahkan. Tawakal aja, Allah punya caraNya sendiri, bukan berdasarkan hitung-hitungan kita.
4 hari lagi TKD InsyaAllah, bismillah, semangat, lulus.
Ingat bahwa Devi sekarang ada di STAN bukan karena usaha, tapi sebenarnya karena doa orangtua mungkin, doa orang lain, atau mungkin sudah takdir. Devi lulus insyaAllah lulus. Buktinya apa? segala fasitilas telah Allah beri, materi TKD, bukubuku, kesehatan, waktu luang, rezeki berupa masakan kak Lila, orangtua yang sehat, Dafi  dan Calia yang menghibur agar tidak terlalu stres.
Begitupun tetang pernikahan ea.-. #takperlukhawatir,Allahpunyacarasendiri.
NB: aku sedih, hampir nangis karena kangen Bapak sama Mamak, tapi #Allahpunyacarasendiri aku mimpi, jalan sama Mamak dan Bapak, cerita/curhat, dan guyon :D. Yaa Allah :)
NB II: Jangan iri ya sama tulisan ini, sebab #Allahpunyacarasendiri ngebuat hatimu bahagia. :)
#gaperlukhawatir
Allah, I love you :)

wassalamualaikum

Senin, 07 Agustus 2017

Jangan berdoa dengan ragu-ragu

Diposting oleh Devi Suhaila di 23.26 0 komentar Link ke posting ini


Bismillahirrahmanirrahim



Yaa Allah, ada satu permintaan yang aku ingin sekali Engkau mengabulkannya.

Yaa Allah :(

Hamba mohon ridhoin dan kabulkan Yaa Rabb.

aamiin



Inni Qoriib, Allah itu dekat.