Senin, 09 Maret 2015

kenapa berletih-letih mencari ilmu.

untuk menjaga amanat Mamak dan Bapak
Allah Ta’ala berfirman,
وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ
“Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah (yang dipikulnya) dan janjinya.” (Al-Mu’minun: 8)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَخُونُواْ اللّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُواْ أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (Al-Anfal : 27)


Napain sih tanya melulu ke guru,kan bisa baca sendiri?
Malu ah tanya-tanya, entar dikira "masa' ga ngerti sih?"
Lah, udah 2 jam gak paham" sama nih pelajaran. capek ah..


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim



Yahya bin Abi Katsir rahimahullah, beliau berkata,

ولا يستطاع العلم براحة الجسد

“Ilmu tidak akan diperoleh dengan tubuh yang santai (tidak bersungguh-sungguh)”


Imam Syafi’i rahimahullah berkata,
ما أفلح فى العلم إلا من طلبه فى القلة، ولقد كنت أطلب القرطاس فيعسر علىَّ. وقال: لا يطلب أحد هذا العلم بالملك وعز النفس فيفلح
“tidak akan beruntung orang yang menuntut ilmu, kecuali orang yang menuntutnya dalam keadaan serba kekurangan aku dahulu mencari sehelai kertaspun sangat sulit. Tidak mungkin seseorang menuntut ilmu dengan keadaan serba ada dan harga diri yang tinggi kemudian ia beruntung.”

kisah Ibnu Hajar Al-Haitami rahimahullah yang sempat putus asa belajar akan tetapi beliau mendapat hidayah dengan melihat tetesan air yang jatuh ke batu dan melubanginya. Beliau berkata, “Batu saja yang sangat keras dapat terkikis dan berlubang hanya oleh tetesan air yang sangat kecil yang mengenainya terus menerus, apalagi otak manusia yang sangat lunak”.


hmm... ngantuk, gak konsen. tidur dulu tidur kali yah?
Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata,
ﻣﺎ ﻧﺪﻣﺖ ﻋﻠﻰ ﺷﻲﺀ ﻧﺪﻣﻲ ﻋﻠﻰ ﻳﻮﻡ ﻏﺮﺑﺖ ﴰﺴﻪ ﻧﻘﺺ ﻓﻴﻪ ﺃﺟﻠﻲ ﻭﱂ ﻳﺰﺩ ﻓﻴﻪ ﻋﻤﻠﻲ.
Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, ajalku berkurang, namun amalanku tidak bertambah.

besok aja deh belajarnya, kan gak ada kuis dan lagian ujian masih lama.
Imam Syafi’irahimahullah, beliau berkat,
صَحِبْتُ الصُّوفِيَّةَ فَلَمْ أَسْتَفِدْ مِنْهُمْ سِوَى حَرْفَيْنِ: أَحَدُهُمَا قَوْلُهُمْ: الْوَقْتُ سَيْفٌ، فَإِنْ قَطَعْتَهُ وَإِلَّا قَطَعَكَ “.
“Saya menemani orang sufi, aku tidak mendapat manfaat kecuali dua, salah satunya: Waktu laksana pedang. Jika engkau tidak menggunakannya, maka ia yang malah akan menebasmu”

sepertinya saya sudah ngerti nih pelajaran
Menuntut ilmu adalah jihad, mengulang- ulang pelajaran adalah dzikir, Mengamalkan ilmu adalah ibadah dan membagikan ilmu adalah sedekah.



Tidak ada komentar:

Senin, 09 Maret 2015

kenapa berletih-letih mencari ilmu.

Diposting oleh Devi Suhaila di 07.55
untuk menjaga amanat Mamak dan Bapak
Allah Ta’ala berfirman,
وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ
“Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah (yang dipikulnya) dan janjinya.” (Al-Mu’minun: 8)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَخُونُواْ اللّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُواْ أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (Al-Anfal : 27)


Napain sih tanya melulu ke guru,kan bisa baca sendiri?
Malu ah tanya-tanya, entar dikira "masa' ga ngerti sih?"
Lah, udah 2 jam gak paham" sama nih pelajaran. capek ah..


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim



Yahya bin Abi Katsir rahimahullah, beliau berkata,

ولا يستطاع العلم براحة الجسد

“Ilmu tidak akan diperoleh dengan tubuh yang santai (tidak bersungguh-sungguh)”


Imam Syafi’i rahimahullah berkata,
ما أفلح فى العلم إلا من طلبه فى القلة، ولقد كنت أطلب القرطاس فيعسر علىَّ. وقال: لا يطلب أحد هذا العلم بالملك وعز النفس فيفلح
“tidak akan beruntung orang yang menuntut ilmu, kecuali orang yang menuntutnya dalam keadaan serba kekurangan aku dahulu mencari sehelai kertaspun sangat sulit. Tidak mungkin seseorang menuntut ilmu dengan keadaan serba ada dan harga diri yang tinggi kemudian ia beruntung.”

kisah Ibnu Hajar Al-Haitami rahimahullah yang sempat putus asa belajar akan tetapi beliau mendapat hidayah dengan melihat tetesan air yang jatuh ke batu dan melubanginya. Beliau berkata, “Batu saja yang sangat keras dapat terkikis dan berlubang hanya oleh tetesan air yang sangat kecil yang mengenainya terus menerus, apalagi otak manusia yang sangat lunak”.


hmm... ngantuk, gak konsen. tidur dulu tidur kali yah?
Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata,
ﻣﺎ ﻧﺪﻣﺖ ﻋﻠﻰ ﺷﻲﺀ ﻧﺪﻣﻲ ﻋﻠﻰ ﻳﻮﻡ ﻏﺮﺑﺖ ﴰﺴﻪ ﻧﻘﺺ ﻓﻴﻪ ﺃﺟﻠﻲ ﻭﱂ ﻳﺰﺩ ﻓﻴﻪ ﻋﻤﻠﻲ.
Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, ajalku berkurang, namun amalanku tidak bertambah.

besok aja deh belajarnya, kan gak ada kuis dan lagian ujian masih lama.
Imam Syafi’irahimahullah, beliau berkat,
صَحِبْتُ الصُّوفِيَّةَ فَلَمْ أَسْتَفِدْ مِنْهُمْ سِوَى حَرْفَيْنِ: أَحَدُهُمَا قَوْلُهُمْ: الْوَقْتُ سَيْفٌ، فَإِنْ قَطَعْتَهُ وَإِلَّا قَطَعَكَ “.
“Saya menemani orang sufi, aku tidak mendapat manfaat kecuali dua, salah satunya: Waktu laksana pedang. Jika engkau tidak menggunakannya, maka ia yang malah akan menebasmu”

sepertinya saya sudah ngerti nih pelajaran
Menuntut ilmu adalah jihad, mengulang- ulang pelajaran adalah dzikir, Mengamalkan ilmu adalah ibadah dan membagikan ilmu adalah sedekah.



0 komentar on "kenapa berletih-letih mencari ilmu."