Jumat, 26 Juni 2015

masih tidur habis Subuh?



http://muslimafiyah.com/anjuran-tidak-tidur-setelah-sahur-dan-subuh-syariat-dan-medis.html

Bismillahirahmaniahim

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa,


اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا
 “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.”

Beberapa ulama menjelaskan hukumnya adalah makruh. Urwah bin Zubair berkata,
كان الزبير ينهى بنيه عن التصبح ( وهو النّوم  في الصّباح )
“Zubair bin Awwam  melarang anaknya tidur setelah subuh.”[2]

Jika berbicara tentang “berkah” terkadang tidak masuk logika dan hitungan matematika. Mungkin ada yang bilang:
“Saya sering tidur setelah subuh (bahkan kelewatan shalat subuh), tapi rezeki saya lancar”
Jawabnya: walaupun secara hitungan rezekinya banyak,  tetapi belum tentu berkah.
Sebaiknya jangan tidur setelah subuh karena waktu itu juga turunya rezeki dan berkah. Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata,
وَنَوْمُ الصُّبْحَةِ يَمْنَعُ الرِّزْقَ؛ لِأَنَّ ذَلِكَ وَقْتٌ تَطْلُبُ فِيهِ الْخَلِيقَةُ أَرْزَاقَهَا، وَهُوَ وَقْتُ قِسْمَةِ الْأَرْزَاقِ، فَنَوْمُهُ حِرْمَانٌ إِلَّا لِعَارِضٍ أَوْ ضَرُورَةٍ،
“Tidur setelah subuh mencegah rezeki, karena waktu subuh adalah waktu mahluk mencari rezeki mereka dan waktu dibagikannya rezeki. Tidur setelah subuh suatu hal yang dilarang [makruh] kecuali ada penyebab atau keperluan.”

Bahaya pola tidur setelah subuh secara medis
Secara medis, pola tidur setelah subuh kurang sehat. Perlu diingat yang namanya pola hidup tidak sehat, bukan sekarang akibatnya, tetapi akumulasi dan akan terasa ketika usia mulai menua karena pola hidup yang tidak sehat.
وَهُوَ مُضِرٌّ جِدًّا بِالْبَدَنِ لِإِرْخَائِهِ الْبَدَنَ وَإِفْسَادِهِ لِلْفَضَلَاتِ الَّتِي يَنْبَغِي تَحْلِيلُهَا بِالرِّيَاضَةِ
“Tidur setalah subuh sangat berbahaya bagi badan karena melemahkan dan merusak badan karena sisa-sisa [metabolisme] yang seharusnya diurai dengan berolahraga/beraktifitas.”

Jika bergadang sebelumnya dan perlu tidur, diusahakan tidur setelah terbit matahari
Setelah begadang semalaman, tidurnya (untuk balas) tidak langsung setelah subuh, tetapi setelah terbit matahari sekitar jam 6 pagi atau jam 6.30 (waktu Indonesia).
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata,
ومن المكروه عندهم : النوم بين صلاة الصبح وطلوع الشمس فإنه وقت غنيمة ….حتى لو ساروا طول ليلهم لم يسمحوا بالقعود عن السير ذلك الوقت حتى تطلع الشمس
“Di antara yang tidak disukai adalah tidur antara shalat pagi dan ketika matahari terbit, karena  tidur pada waktu itu kurang baik…. sampai-sampai jika seseorang berjalan (safar) sepanjang malam, mereka tidak diizinkan untuk duduk (tidur dan istirahat) sampai terbit matahari.”
Beberapa ulama yang cukup sibuk melakukan seperti ini, mereka tidur sebentar setealah terbit matahari kemudian berangkat kerja dan mengajar.

Sangat tepat apa yang diucapkan oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullahberkata,
وَنَفْسُكَ إِنْ أَشْغَلَتْهَا بِالحَقِّ وَإِلاَّ اشْتَغَلَتْكَ بِالبَاطِلِ
“Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang batil”

Bisa juga faktor maksiat yang sering dilakukan dan belum bertaubat
Bangun shalat subuh juga kebiasaan, jika berat dan susah bangun mungkin faktor kebiasaan atau ada maksiat yang dilakukan sehingga susah melakukan ibadah shalat subuh.
Bisa sering begadang Atau dan karena ada kemaksiatan yang baru-baru dilakukan terus-menerus tanpa istigfar sehingga badan susah melakukan ketaatan, dan hati berat untuk dibawa beribadah. Sehingga yang sebelumnya kita bangun ketika adzan berkumandang, sekarang hati mulai keras dan telinga sudah tidak peka lagi dengan suara adzan, badanpun berat dibawa untuk menjawab panggilan masjid.
Dari Abu Shalih dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dia berkata, RasulullahShallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ ذَنْبًا نُكِتَ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ صُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ زَادَ زَادَتْ حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ فَذَلِكَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي الْقُرْآنِ:  كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
”Sesungguhnya seorang mukmin, jika melakukan satu perbuatan dosa, maka ditorehkan di hatinya satu titik hitam. Jika ia bertaubat, berhenti dan minta ampun, maka hatinya akan dibuat mengkilat (lagi). Jika semakin sering berbuat dosa, maka titik-titik itu akan bertambah sampai menutupi hatinya.  Itulah” raan” yang disebutkan Allah ta’ala,
“Sekali-kali tidak akan tetapi itulah” raan” yang disebutkan Allah dalam Al Qur’an”.

Yaa Rabb jauhkan hamba Mu ini dari penyakit hati juga hati yang keras.


http://muslimafiyah.com/anjuran-tidak-tidur-setelah-sahur-dan-subuh-syariat-dan-medis.html







Ramadhan ke 9


akhlak

Bismillahirahmanirahim


ramadhan ke 9
masih sama, atau keimanan ku semakin menurun.
dosa apa yang membuatku lalai dari Mu Yaa Rabb
Yaa Rabb hamba mohon ampun kepada Mu

Andai hari ini Ramadhan terakhirku,
andai satu jam lagi ruh dan jasadku telah terpisah untuk selama lamanya
bukan satu jam, atau setengah jam lagi, atau lima belas menit lagi

amalan apa yang aku bawa? akankah amalan itu diterima?
apakah amalan itu bernilai di sisi Allah, sedangkan diri ingin amalan itu di nilai orang. Astagfirullah.

lalu ketika ruh dan jasad ini terpisah, kemana kah selanjutnynya ruh ini?
Allah yang berfirman manusia di ciptakan dari tanah.
dan aku yang berada di bumi yang nyawaku telah diambil, akan dimasukkan kembali ketanah.
sendirian, gelap, berbalut kain putih.
malaikat akan menghampiriku. aku ditanyai, aku seorang diri, ditempat yang gelap.
apa, siapa, bagaimana aku ditolong?

jawabannya amal.
Yaa Rabb hamba mohon ampun pada Mu Rabb, diri ini sering lalai, mengharap ridho manusia yang hanya menyenangkan hati, namun merusak hati, mengotori hati, yang hanya menjauhkan ku kepada Mu, dan akhirnya aku masuk ke neraka. Nauzubillah

Yaa Rabb ampuni hamba Yaa Rabb.
Yaa Rabb jadikan ramadhan hari ini lebih baik dari ramadhan kemarin, Amiin








Jumat, 26 Juni 2015

masih tidur habis Subuh?

Diposting oleh Devi Suhaila di 10.18 0 komentar Link ke posting ini


http://muslimafiyah.com/anjuran-tidak-tidur-setelah-sahur-dan-subuh-syariat-dan-medis.html

Bismillahirahmaniahim

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa,


اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا
 “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.”

Beberapa ulama menjelaskan hukumnya adalah makruh. Urwah bin Zubair berkata,
كان الزبير ينهى بنيه عن التصبح ( وهو النّوم  في الصّباح )
“Zubair bin Awwam  melarang anaknya tidur setelah subuh.”[2]

Jika berbicara tentang “berkah” terkadang tidak masuk logika dan hitungan matematika. Mungkin ada yang bilang:
“Saya sering tidur setelah subuh (bahkan kelewatan shalat subuh), tapi rezeki saya lancar”
Jawabnya: walaupun secara hitungan rezekinya banyak,  tetapi belum tentu berkah.
Sebaiknya jangan tidur setelah subuh karena waktu itu juga turunya rezeki dan berkah. Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata,
وَنَوْمُ الصُّبْحَةِ يَمْنَعُ الرِّزْقَ؛ لِأَنَّ ذَلِكَ وَقْتٌ تَطْلُبُ فِيهِ الْخَلِيقَةُ أَرْزَاقَهَا، وَهُوَ وَقْتُ قِسْمَةِ الْأَرْزَاقِ، فَنَوْمُهُ حِرْمَانٌ إِلَّا لِعَارِضٍ أَوْ ضَرُورَةٍ،
“Tidur setelah subuh mencegah rezeki, karena waktu subuh adalah waktu mahluk mencari rezeki mereka dan waktu dibagikannya rezeki. Tidur setelah subuh suatu hal yang dilarang [makruh] kecuali ada penyebab atau keperluan.”

Bahaya pola tidur setelah subuh secara medis
Secara medis, pola tidur setelah subuh kurang sehat. Perlu diingat yang namanya pola hidup tidak sehat, bukan sekarang akibatnya, tetapi akumulasi dan akan terasa ketika usia mulai menua karena pola hidup yang tidak sehat.
وَهُوَ مُضِرٌّ جِدًّا بِالْبَدَنِ لِإِرْخَائِهِ الْبَدَنَ وَإِفْسَادِهِ لِلْفَضَلَاتِ الَّتِي يَنْبَغِي تَحْلِيلُهَا بِالرِّيَاضَةِ
“Tidur setalah subuh sangat berbahaya bagi badan karena melemahkan dan merusak badan karena sisa-sisa [metabolisme] yang seharusnya diurai dengan berolahraga/beraktifitas.”

Jika bergadang sebelumnya dan perlu tidur, diusahakan tidur setelah terbit matahari
Setelah begadang semalaman, tidurnya (untuk balas) tidak langsung setelah subuh, tetapi setelah terbit matahari sekitar jam 6 pagi atau jam 6.30 (waktu Indonesia).
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata,
ومن المكروه عندهم : النوم بين صلاة الصبح وطلوع الشمس فإنه وقت غنيمة ….حتى لو ساروا طول ليلهم لم يسمحوا بالقعود عن السير ذلك الوقت حتى تطلع الشمس
“Di antara yang tidak disukai adalah tidur antara shalat pagi dan ketika matahari terbit, karena  tidur pada waktu itu kurang baik…. sampai-sampai jika seseorang berjalan (safar) sepanjang malam, mereka tidak diizinkan untuk duduk (tidur dan istirahat) sampai terbit matahari.”
Beberapa ulama yang cukup sibuk melakukan seperti ini, mereka tidur sebentar setealah terbit matahari kemudian berangkat kerja dan mengajar.

Sangat tepat apa yang diucapkan oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullahberkata,
وَنَفْسُكَ إِنْ أَشْغَلَتْهَا بِالحَقِّ وَإِلاَّ اشْتَغَلَتْكَ بِالبَاطِلِ
“Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang batil”

Bisa juga faktor maksiat yang sering dilakukan dan belum bertaubat
Bangun shalat subuh juga kebiasaan, jika berat dan susah bangun mungkin faktor kebiasaan atau ada maksiat yang dilakukan sehingga susah melakukan ibadah shalat subuh.
Bisa sering begadang Atau dan karena ada kemaksiatan yang baru-baru dilakukan terus-menerus tanpa istigfar sehingga badan susah melakukan ketaatan, dan hati berat untuk dibawa beribadah. Sehingga yang sebelumnya kita bangun ketika adzan berkumandang, sekarang hati mulai keras dan telinga sudah tidak peka lagi dengan suara adzan, badanpun berat dibawa untuk menjawab panggilan masjid.
Dari Abu Shalih dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dia berkata, RasulullahShallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ ذَنْبًا نُكِتَ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ صُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ زَادَ زَادَتْ حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ فَذَلِكَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي الْقُرْآنِ:  كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
”Sesungguhnya seorang mukmin, jika melakukan satu perbuatan dosa, maka ditorehkan di hatinya satu titik hitam. Jika ia bertaubat, berhenti dan minta ampun, maka hatinya akan dibuat mengkilat (lagi). Jika semakin sering berbuat dosa, maka titik-titik itu akan bertambah sampai menutupi hatinya.  Itulah” raan” yang disebutkan Allah ta’ala,
“Sekali-kali tidak akan tetapi itulah” raan” yang disebutkan Allah dalam Al Qur’an”.

Yaa Rabb jauhkan hamba Mu ini dari penyakit hati juga hati yang keras.


http://muslimafiyah.com/anjuran-tidak-tidur-setelah-sahur-dan-subuh-syariat-dan-medis.html







Ramadhan ke 9

Diposting oleh Devi Suhaila di 09.56 0 komentar Link ke posting ini

akhlak

Bismillahirahmanirahim


ramadhan ke 9
masih sama, atau keimanan ku semakin menurun.
dosa apa yang membuatku lalai dari Mu Yaa Rabb
Yaa Rabb hamba mohon ampun kepada Mu

Andai hari ini Ramadhan terakhirku,
andai satu jam lagi ruh dan jasadku telah terpisah untuk selama lamanya
bukan satu jam, atau setengah jam lagi, atau lima belas menit lagi

amalan apa yang aku bawa? akankah amalan itu diterima?
apakah amalan itu bernilai di sisi Allah, sedangkan diri ingin amalan itu di nilai orang. Astagfirullah.

lalu ketika ruh dan jasad ini terpisah, kemana kah selanjutnynya ruh ini?
Allah yang berfirman manusia di ciptakan dari tanah.
dan aku yang berada di bumi yang nyawaku telah diambil, akan dimasukkan kembali ketanah.
sendirian, gelap, berbalut kain putih.
malaikat akan menghampiriku. aku ditanyai, aku seorang diri, ditempat yang gelap.
apa, siapa, bagaimana aku ditolong?

jawabannya amal.
Yaa Rabb hamba mohon ampun pada Mu Rabb, diri ini sering lalai, mengharap ridho manusia yang hanya menyenangkan hati, namun merusak hati, mengotori hati, yang hanya menjauhkan ku kepada Mu, dan akhirnya aku masuk ke neraka. Nauzubillah

Yaa Rabb ampuni hamba Yaa Rabb.
Yaa Rabb jadikan ramadhan hari ini lebih baik dari ramadhan kemarin, Amiin