Sabtu, 22 Juli 2017

Tulisan yang Bermanfaat :)


Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji hanya untuk Allah, pencipta langit dan bumi. Yang Maha Mengetahui isi hati setiap manusia.

Selawat kita berikan kepada Nabi Muhammad Shaulallahu’alaihiwasallah (Allahummasholi wassalim bawarik a’alayhi) seseorang yang paling terpuji akhlaknya, teladan bagi umatnya.

Heal fire adalah neraka.

Neraka adalah sebuah tempat dimana bentuknya pasti hitam, panas, bau, pengap, dan menjijikan.

Allah Maha Tahu segala isi hati. Walaupun penampilan kita terlihat baik, aurat sudah dijaga, hubungan dengan orangtua, keluarga, teman baik-baik saja, shalat terjaga, wudhu terjaga, apakah yakin Allah telah senang dengan kita, apakah sudah pasti Allah sudah selamatkan kita di neraka?

Allah Maha Mengetahui Segala isi hati. Keyakinan kita akan pertolongan Allah itu ada, keyakinan kita bahwa segala tempat bergantung hanya Allah, keyakinan kita bahwa Allah tidak menyiakan amal hambaNya yang Ikhlas, keyakinan bahwa Allah tidak menyiakan usaha hambanNya yang berniat karena Allah, keyakinan bahwa hanya dengan pertolongan Allah kita bisa istiqomah sampai khusnul khatimah.

Lantas aku bercermin, hubunganku dengan manusia setelah aku meninggal bagaimana? aku berharap mempunyai penghasilan diatas 10 juta sebulan diumur 24 tahun. Aku mulai mendirikan TK dan tempat mengaji di jawa diumur 25tahun, jadi sepeninggalanku nanti ada orang yang mendoakanku yang insyaAllah menyelamatkanku dari panas dan perihnya api neraka. aamiin

Aku yakin bisa terwujud, semoga Allah mudahkan, aamiin.

Motto hidup (terinspirasi dari vidio Muhammad Ali yang dishare teman di line)

“Berjuang lah untuk kehidupan setelah kematian mu and never quit untul quit”
"Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain"

https://timeline.line.me/post/_dTpMZ7IwZXXg7kGB6rRDZclJWNv_i77KDyJCLGQ/1149997042209057376 << vidionya

Wassalamua’alaikum

Jakarta Selatan (masa PKLdi KPPN JKT V)
22 Juli 2017

Minggu, 11 Juni 2017

Menahan Hati

Bismillahirrahmanirrahim

Jasad akan termakan oleh tanah, akal akan hilang bersama ruang dan waktu, sedangkan hati kembali pada Allah

Maka lakukan ini agar kita kembali pada ALLAH dengan sebaik-baiknya hati:

"Sanggup menahan hati ketika sangat berkehendak,

Sanggup menahan hati ketika sangat enggan,

Sanggup menahan hati ketika sangat ingin,

Sanggup menahan hati ketika sangat marah ".



Jumat, 09 Juni 2017

Aku Bahagia (part 1)

Bismillahirrahmanirrahim.
Berfoto setelah matkul Budaya Nusantara
Ujian UAS DIII terkakhir 



Mereka menerima aku adalah sesuatu yang membahagiaku. Tanpa harus aku merubah diriku.

Mereka teman yang berani memberikan saran, nasehat, dan kritik yang membangun ke aku.

alhamdullilah aku bersyukur tak terhingga.

Secara personal mereka adalah orang-orang yang amat berpendirian, yang mandiri, dan percaya akan keyakinan diri, dan menyukai deadline hehe


Bintaro, 09/06/2017

Aku Kembali

Bismillahirrahmanirrahim

Terima kasihku kepada temenku yang berusaha memahamkanku tetang makrifat.

Sesuatu yang menurutku sudah tidak baik,
Maka akan aku tinggalkan segera.
Seperti berita yang sering tersiar, yang aku tangkap hanyalah keberpihakan kepada satu pihak.
Lalu aku lari dari berita negeriku, tak peduli.

Namun, hari ini...
Aku merasakan hal baru.
Aku memberanikan diri membaca berita, memberanikan diri untuk bertabayun.
Ya.. aku bahagia :) aku bisa tahu kondisi negeri, kondisi dunia juga.  
Meskipun belum paham betul.

Aku, kamu, kita adalah pemuda bangsa.
Kontribusi apa yang kau inginkan untuk negeri ini?
Aku  suka membaca, dan menulis.
Maka aku melanjutkan hobiku itu, istiqomah. InsyaAllah.

Aku belajar kembali membaca yang benar, menulis yang benar.
Dan aku belajar objektif dengan bertabayun.
Untuk negeriku, dan untuk orangtuaku yang mengharapkan
kelak anaknya menjadi orang yang bermanfaat.

Aku tetap ingin menjadi anak yang dibanggakan kedua orangtua
Sampai kapan pun.. 

Bintaro, 09/06/2017

Rabu, 07 Juni 2017

Jatuh Cinta

Cinta, kamu tahu apa arti cinta?
Kamu pernah jatuh cinta?
Kamu jatuh cinta karena apa?
Aku ingin jatuh cinta karena hatinya.
Tapi hati tidak bisa dilihat.
Lantas bagaimana aku memilih?

Allah, Yaa Rabbi.
Aku meminta satu laki-laki yang bersih hati dan pikirannya.
Dia yang sholeh, yang paling menjaga kehormatannya.
Mudah bagi Mu untuk memberikan satu seperti itu.

Yaa Allah, hamba sedih,
Kenapa Engkau sering ditiadakan.
Dan Engkau bener-bener diingat dikala susah.
Yaa Allah, hamba malu karena yang hamba tulis diatas itu hamba :(

Yaa Rabb, jika niat ini melenceng segera ingatkan hamba.
Hamba mohon semohon-mohonnya Yaa Rabb.
Karena hamba hanya manusia pelupa yang ingat bilamana Engkau ingatkan.


Aamiin...
Bintaro, 7 Juni 2017

Sabtu, 15 April 2017

Sayangnya ALLah

Bismillahirrahmanirrahim

Dia bukanlah anak pembantah, namun agak keras kepala, dan ingin menang sendiri. Begitulah orangtuanya menilainya.
Sungguh pendiam dan pemalu anaknya. Tak banyak yang tahu apa mimpinya.
Kala itu setelah lulus SMA, Ia belum juga berjilbab kalau keluar rumah dimalam hari. Namun suatu hari ia katakan keteman kosnya.  “besok malem kalau keluar kos, aku mau pakai jilbab”.
Hidayah Allah tidak sampai situ saja. Suatu malam dia bermimpi melihat awan bertuliskan  lafahz Allah. Didalam mimpi itu dia bertanya apa artinya? Seseorang yang dia kenal menjawabnya “artinya kalau ada adzan langsung sholat, begitu tegasnya”. Dia bangun, lalu menelepon orangtuanya dan menangis ketakutan.
Sejak itu dia berusaha untuk sholat awal waktu.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dia ingin sekali melanjutkan pendidikan ditempat yang “keren menurutnya”, tapi dia tahu kemampuannya, dia ga bisa memaksa Allah. Jadi dia mengganti doa, yang biasanya “Yaa Rabb luluskan hamba menjadi Yaa Allah beri hamba tempat untuk melanjutkan pendidikan yang mendekatkan hamba kepadaMu”
Ku kenal dari dirinya waktu itu adalah dia mendekat ke Allah karena takut. Dia merasa takut jauh dari Allah, sebab dia yakin kesusahan akan menghampirinya kalau dia berani jauh dari Allah.

Alhamdullilah do’anya terkabul. Dia bahagia, dia merasa Allah sayang dengan dengannya. Namun Qadarullah, karena karakternya yang pendiam,dia tidak langsung ikut organisasi yang menambah kedekatannya pada RabbNya. Ditahun pertama pendidikan, kedekatannya dengan Allah hanya rutinitas. Pernah suatu hari dadanya begitu sempit, merasa lemah. Mengaji menurutnya bukan obat padahal seketika itu dibuka olehnya AlQuran dan membaca tafsirnya yang bertuliskan janganlah kamu merasa lemah, dan janganlah kamu bersedih hati karena kamu orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu orang-orang beriman.
Tahun kedua pendidikan, dia mempunyai logika dalam mencapai sesuatu katakanlah nilai yang baik saa ujian. yaitu persiapan, usaha dulu yang utama baru berdoa supaya semua lancar tanpa kendala. Padahal Allah bukanlah mitra dagang. Artinya kalau kita baik, Allah memberi yang kita pinta. Ilmu Allah amat luas.
Ditahun terakhir pendidikannya, ini tahun berwarna menurutnya. Dia sekarang telah ikhlas untuk berbaur dengan teman-temannya. Satu logika yang dia paham sekarang bahwa Allah tetap membantu semua hambanya, maksudnya bukan hanya pada mereka yang memiliki persiapan yang matang. Tapi juga pada mereka yang memiliki persiapan sedikit.
Allah sayang banget sama aku, pikirnya. Padahal Allah sayang sayang kepada semua hambaNya.
Waktu terus berjalan. Hari yang dilalui masih panjang pikirnya. Namun segera dia berfikir “aku sendiri tidak bisa menjamin bahwa aku bisa hidup besok”
Astagfirullah, dia mohon ampun. Segera dia membuat daftar daftar apa yang harus dilakukan hari.


-sekian-

Jumat, 14 April 2017

Paham

Bismillahirrahmanirrahim…

Aku manusia akhir zaman..
Yang merasa tidak nyaman jika tidak ada paket.
Astaghfirullah.

Aku bosan, aku futur.
Tapi aku tahu, Dia Maha Penyayang akan merasa kecewa kepadaku.
Jika aku turuti rasa bosan dan futur itu.

Aku bukan orang yang semangat selalu,
Tapi aku ingin menjadi orang yang lebih baik.
Aku bukan orang yang ikhlas dalam berbuat,
Tapi percayalah hati kecil ini menginginkan adanya keikhlasan dihati.

 Aku punya mimpi,
Pasti aku punya.
Mimpiku...
“orang yang paham ilmu”
Berbeda antara mereka yang tahu, dan paham.
Hamba pengen yaa Rabb menjadi bagian dari bagian orang-orang yang
Engkau beri pemahaman yang benar.

Dengan ilmu, amal yang kita lakukan lebih bernilai kan disisi Allah.
Dengan ilmu juga membuat kita lebih mengenal Allah,
yang jaraknya dekat dengan kita.


Kamu ga pengen kaya harta?
Bukan ga pengen, tapi kekayaan harta itu akan mengikuti.

Aku yakin.


The Reason for Hijrah

Buat engkau yang berhijrah karena ingin mendapatkan lelaki atau wanita yang soleh soleha.

Bersama dengan orang shalih/saliha 
Memang perintah Allah
Memang suatu keharusan

Tapi meletakkan harapan
atau menggantungkan kebaikan diri padanya
pada sosok itu adalah kesalahan
dan kekecewaan

seperti ini misalnya
“saya ingin menikah dengannya…
Alasannya karena “kita nanti bisa sholat bareng,
tadarus bareng, pergi kajian bareng.”

Jika  ternyata harapan itu terwujud,
alhamdullilah..
bagaimana kalau harapan itu hanya harapan?

Maka gantungkan harapan
Dan segala niat untuk menjadi baik
Hanya padaNya
Hanya padaNya…


Ust. Salim A F
(dengan penyesuaian pemahaman saya hehe)





Kamis, 06 April 2017

Control yourself

Bismillahirrahmanirrahim...

Untukku sebagai muslimah.
Muslimah harus berani,
Muslimah tidak boleh cengeng,
Muslimah harus semangat,
Muslimah tidak boleh bermalas-malasan,
Muslimah harus cerdas.

Untukku yang sedang dalam pendidikan.
Intinya pendidikan itu membuat kita bisa berteman dengan siapa saja,
Kalau kita paham, kita mengerti apa yang sedang dibicarakan suatu kelompok, menambah pengalaman, menambah pengetahuan.
Menambah saudara, menambah tempat saling berbagi.

Mamakku Sayang,
Aku biasanya suka menyalahkan diri sendiri. Tapi mamak selalu bilang “Mamak tahu gimana emba”.

Bapakku Sayang,
Orang yang paling bahagia kalau aku sedang belajar.

kita samasama sedang berhijrah dengan berharap hanya kepada Allah semata.

Mamak belajar bersabar dengan memiliki anak dan suami seperti kami.

Bapak belajar bersyukur atas hikmah dari kejadian dan kejadian yang sudah terjadi.

Dan aku belajar untuk tenang dan sungguh-sungguh dalam menjalani hidup didunia.



Senin, 13 Maret 2017

Ukhti, apakah engkau mengingginkan kebahagiaan?

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan cukuplah pujian itu diperuntukkan kepadaNya. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan atas para hambaNya yang terpilih…amma ba’du:
Saudariku Muslimah, Apakah engkau menginginkan kebahagian? Apakah engkau menginginkan ketenangan? Apakah engkau menginginkan keamanan dan kemapanan? Apakah engkau menginginkan hal itu semuanya di dunia dan di akhirat? Sesungguhnya kebahagian itu wahai saudariku Muslimah, semuanya ada dalam ketaatan kepada Allah. Kebahagian seluruhnya ada di dalam meniti di atas manhaj Allah dan di jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam , Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan barangsiapa menta’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Al-Ahzab: 71)
Sesungguhnya kesengsaraan (kemalangan) seluruhnya ada dalam kemaksiatan kepada Allah dan kebinasaan seluruhnya ada pada selain manhaj (jalan) Allah dan RasulNya Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Al-Ahzab: 36)
Saudariku Muslimah, Dengan suara orang yang mencintai dan mengasihi, dengan ucapan orang yang memberikan nasehat dan memberikan peringatan, aku mengajakmu kepada ketaqwaan kepada Allah ‘Azza wa Jalla, kemudian aku mengajakmu untuk yang kedua kali agar engkau memuji Allah ‘Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat iman dan al-qur’an. Allah telah memuliakanmu, mensucikanmu dan mengangkat kedudukanmu beberapa derajat. Tidak ada ajaran manapun yang lebih tinggi dalam hal mengangkat derajat wanita selain ajaran Islam. Tidak hanya cukup demikian, bahkan Allah banyak menurunkan hukum-hukum yang khusus berkenaan dengan masalah wanita di dalam kitabNya yang mulia. Sedangkan sebelum Islam, wanita dijadikan barang dagangan yang murah dan hina, bagaikan perhiasan yang tidak ada nilainya. Hina di mata walinya, hina di mata keluarganya, serta dihinakan oleh masyarakat yang dia hidup di dalamnya. Oleh karena itu terkadang ia diperlakukan seperti binatang, bahkan perlakuan mereka terhadap binatang lebih baik daripada memperlakukan wanita.
Sesungguhnya engkau, wahai saudariku Muslimah, tidak akan mendapatkan kemuliaanmu kecuali dalam agama ini, maka berpegang teguhlah engkau dengan (agama ini) dan dengarkanlah firman Allah ‘Azza wa Jalla yang telah menceritakan kisah orang terdahulu, mestilah engkau selalu mengingatnya agar engkau memuji Allah atas kenikmatan yang engkau dapatkan. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan, ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (An-Nahl: 58-59)
Memang pada zaman jahiliyah sebelum Islam, benar-benar telah terjadi pembunuhan anak perempuan, bahkan kadang menguburnya hidup-hidup. Sehingga Islam datang sebagai rahmat bagi alam semesta, mewasiatkan untuk mendidik anak-anak perempuan dan memelihara mereka, serta menjadikan pahala yang besar bagi orang yang melaksanakan hal itu.
Ingatlah, kemudian -wahai Ukhti Islam- pujilah Allah yang telah memberi hidayah kepadamu pada agama ini, yang telah memuliakanmu, menghormatimu dan mengangkat kedudukanmu dengan agama ini, di saat wanita-wanita selainmu di alam ini telah tersesat. Kemudian berpegang teguhlah engkau dengan tali yang kuat tersebut (agama Islam), sesungguhnya itu adalah merupakan satu-satunya sandaran, meskipun sandaran-sandaran lain mengkhianatimu. Ketahuilah sesungguhnya engkau akan ditimpa adzab (siksaan) Allah jika engkau tidak tunduk pada perintah-perintah Allah, berhenti pada batasan-batasan dan menjauhi laranganNya.
Saudariku Muslimah Sesungguhnya musuh-musuhmu banyak sekali, dan sesungguhnya orang yang ingin memanfaatkanmu dalam upaya meruntuhkan agama, rasa malu dan keutamaan banyak sekali, dan boleh jadi mereka itu dari kalangan kita sendiri.
Salah seorang dari mereka (musuh-musuh Islam) berkata: “Tidaklah keadaan negeri Timur menjadi makmur melainkan apabila seorang pemudi melepaskan hijabnya dan membenamkan (menguburkan) Al-Qur’an dengannya!”. Sesungguhnya dengan hal itu mereka ingin mengeluarkanmu menuju kesengsaraan dan kebinasaan, mereka mengajakmu menuju neraka Jahannam. Maka jika engkau menyambut mereka, mereka akan melemparkanmu ke dalamnya. Mereka ingin agar engkau menjadi wanita durhaka, yang berbuat fasiq dan membuka aurat. Mereka berusaha menggiringmu. Mereka menunggumu dengan sangat sabar agar engkau melepaskan abaya (pakaian muslimah) serta melepaskan hijab dengan segala konsekwensinya, yaitu melepaskan keimanan, rasa malu dan kesucian, kemudian engkau akan meninggalkan kewajiban-kewajiban lainnya. Pada saat itu, perbuatanmu tersebut menyenangkan mereka (para musuh), mereka mempermainkanmu seperti anak-anak bermain-main dengan bola, dan mereka mempermainkanmu seperti anjing-anjing bermain-main dengan bangkai, semoga Allah menjagamu dari mereka.
Saudariku Muslimah Apa sikapmu terhadap mereka? Sesungguhnya sikap yang ditunggu darimu adalah berpegang teguh pada agama Allah, berjalan di atas rel batasan-batasanNya dan tidak menyambut ajakan mereka.
Buatlah mereka menjadi marah, dengan tidak memperhatikan mereka dan tidak mendengarkan mereka, buatlah mereka menjadi bersedih dengan keteguhanmu berpegang pada agamamu, dengan menjaga rasa malumu dan beriltizam dengan hijabmu.
Saudariku Muslimah Sesungguhnya sebagian wanita menggambarkan bahwa sufur adalah membuka muka wanita saja, tidak…tidak ini saja. Sesungguhnya termasuk sufur adalah pakaian yang ketat, yang pendek dan yang tipis. Sesungguhnya termasuk sufur adalah memakai wangi-wangian ketika keluar menuju tempat-tempat yang di dalamnya ada laki-laki. Sesungguhnya yang termasuk sufur adalah memakai pantalon. Apakah engkau tidak mendengar sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam :
“Dua golongan ahli neraka yang aku belum pernah melihat keduanya …(dan beliau menyebutkan): Para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang, mereka menyimpang dari jalan yang benar dan memperlihatkan kejelekan mereka kepada orang lain, kepala mereka seperti punuk unta yang miring mereka tidak akan memasuki surga, dan mereka tidak akan mendapatkan bau surga, sesungguhnya bau surga tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim).
Ahlu `Ilmi berkata: makna Para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang adalah bahwa mereka memakai pakaian akan tetapi pakaian-pakaian itu ketat, tipis atau tidak menutupi seluruh badan.
Saudariku Muslimah Apakah engkau ridha (rela) menjadi penghuni neraka? Apakah engkau ridha memakai pakaian yang dengan pakaian itu engkau menangggalkan rasa malu? Apakah engkau ridha memamerkan dirimu seperti dipamerkannya barang dagangan, lalu setiap orang yang rendah dan hina akan selalu dihubungkan denganmu? Tidak wahai pemudi Islam, aku tidak mengira engkau akan ridha dengan hal yang demikian itu, dan inilah adalah yang diharapkan darimu.
Saudariku Muslimah, Agamamu adalah bentengmu yang amat kokoh, (untuk) memelihara kesucianmu, rasa malumu dan kemulianmu. Agamamu memerintahkanmu untuk berhijab dan memiliki rasa malu. Kapan saja engkau meninggalkan perintah ini, maka engkau akan ditimpa adzab Allah Subhanahu wa Ta’ala di akhirat Sedangkan di dunia engkau menjadi mangsa serigala-serigala manusia yang ingin mencuri kesucianmu agar engkau merasakan kesusahan (kesedihan) sepanjang hidup. Akan tetapi sebagian akhwat (saudara-saudara perempuan) -semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan hidayah kepada mereka- telah mendengar seruan serigala-serigala itu, tetapi malah bekerja untuk mereka, keadaan mereka (akhawat) seperti perkataan para penyair:
“Kambing digiring menuju kematian,
Dia berjalan dan mengembik menuju para penyembelih.”
Saudariku Muslimah, Wahai wanita yang beriman kepada Allah, wahai wanita yang menutupi auratnya dengan penutup yang Allah syari’atkan, waspadalah! Waspadalah dari ketergelinciran, sesungguhnya ketergelinciran akan mengantarkan kepada neraka, dan neraka adalah seburuk-buruk tempat kembali. Waspadalah! Waspadalah dari menyerupai wanita-wanita kafir, sesungguhnya barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk (golongan) mereka.
Engkau wahai saudariku Muslimah Seorang wanita yang berkedudukan tinggi, engkau seorang wanita yang mulia dan engkau seorang wanita yang suci. Kedudukanmu tinggi karena Al-Qur’an, engkau mulia karena iman, dan suci karena engkau berpegang-teguh pada agama ini. Maka bagaimana (mungkin) seorang wanita yang suci mengekor wanita yang najis?
Saudariku Muslimah, Sesungguhnya kami, -demi Allah- benar-benar merasa heran terhadap pemudi yang mendengar sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : “Dua golongan ahli neraka…”.(al-Hadits.) kemudian tetap senantiasa memakai pakaian yang ketat, tipis dan menyingkap (membuka) wajah dan sebagian tempat-tempat fitnah lainnya.
Maka wahai wanita Muslimah yang shalat dan sujud, wahai orang yang menundukkan kepalamu kepada Dzat (Allah) Yang Maha Hidup dan terus menerus mengurus makhluqNya, dan menundukkan pendengaran dan penglihatan untukNya, apakah tidak cukupkah bagimu hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tadi sebagai larangan? Demi Allah itu adalah merupakan ancaman dan larangan yang sangat keras. Jika diberikan pada gunung-gunung yang kokoh, tentu gunung-gunung itu akan berantakan. Kerugian apakah yang lebih besar daripada diharamkan masuk surga yang penuh kenikmatan? Dan tinggal ditingkatan-tingkatan neraka Jahim?
Saudariku Muslimah, Takutlah engkau kepada Allah dan laksanakan tugas-tugas yang Dia wajibkan kepadamu. Apabila hatimu mengeras maka ingatlah bencana yang telah menimpa orang lain. Engkau tidak tahu kapan bencana itu akan datang kepadamu, sesungguhnya itu adalah maut yang pasti terjadi.
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Ali-Imran :185)
Ingatlah wahai wanita hamba Allah, pada hari di mana engkau diletakkan dalam kuburan, dalam lubang yang gelap dan sepi itu. Ingatlah ketika sangkakala ditiup dan engkau dikumpulkan bersama para makhluq dalam keadaan tidak memakai alas kaki, telanjang dan kebingunan. Matahari benar-benar akan dekat darimu kurang lebih satu mil, dan engkau akan dipanggil dengan namamu diantara para makhluq untuk dihisab. Bagaimana keadaanmu ketika itu wahai hamba Allah? Di mana persiapanmu wahai wanita yang lalai? Berapa banyak ketergelinciran-ketergelinciran dalam kitabmu? Apakah mode-mode pakaian akan bermanfaat ketika itu? Apakah lagu, sinetron, film dan majalah-majalah (yang merusak) akan bermanfaat? Apakah barang-barang permata akan bermanfaat? Tidak demi Allah, hal itu tidak akan memberikan manfaat sedikitpun selamanya. Yang akan memberikan manfaat pada saat itu hanyalah kebaikan-kebaikan, dan amal-amal shalih, setelah mendapatkan rahmat dari Rabb bumi dan langit.
Ingatlah, Ingatlah wahai wanita hamba Allah, pada hari di mana engkau diletakkan dalam kuburan, dalam lubang yang gelap dan sepi itu. Ingatlah ketika sangkakala ditiup dan engkau dikumpulkan bersama para makhluq dalam keadaan tidak memakai alas kaki, telanjang dan kebingunan. Matahari benar-benar akan dekat darimu kurang lebih satu mil, dan engkau akan dipanggil dengan namamu diantara para makhluq untuk dihisab.
Bagaimana keadaanmu ketika itu wahai hamba Allah? Di mana persiapanmu wahai wanita yang lalai? Berapa banyak ketergelinciran-ketergelinciran dalam kitabmu? Apakah mode-mode pakaian akan bermanfaat ketika itu? Apakah lagu, sinetron, film dan majalah-majalah (yang merusak) akan bermanfaat? Apakah barang-barang permata akan bermanfaat? Tidak demi Allah, hal itu tidak akan memberikan manfaat sedikitpun selamanya. Yang akan memberikan manfaat pada saat itu hanyalah kebaikan-kebaikan, dan amal-amal shalih, setelah mendapatkan rahmat dari Rabb bumi dan langit.
Ingatlah, maka bertaqwalah kepada Allah wahai putri Islam, bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang ke luar ke pasar-pasar dalam keadaan bertabaruj (memperlihatkan kecantikan) dan membuka muka. Bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang memakai abaya (pakaian muslimah) untuk perhiasan, bukan untuk menutupi dan kesucian. Bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang bercampur baur dengan laki-laki. Bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang keluar (rumah) dalam keadaan memakai wangi-wangian menuju pasar-pasar dan jalan-jalan. Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang menawarkan dirimu untuk berkhalwat (menyendiri) dengan laki-laki asing.
“Tidaklah seorang laki-laki bersepi-sepi (berduaan) dengan seorang wanita melainkan setan menjadi orang yang ketiga (diantara) keduanya.”
Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang mendidik anak-anakmu dengan pendidikan yang tidak baik/benar. Engkau tidak mengingatkan mereka dengan ketaatan kepada Allah, tidak menasehati mereka dan tidak menunjukkan mereka pada apa-apa yang dapat memberikan manfaat pada mereka di dunia dan di akhirat. Bertaqwalah kepada Allah dan jagalah dirimu dari menjadi barang mainan di tangan orang-orang yang lemah iman. Bertaqwalah pada Allah dan kembalilah pada petunjuk sebelum datang suatu hari yang pada hari itu hati-hati dan pandangan-pandangan (mata) dibalikkan. Ketahuilah bahwa adzab Allah sangat keras, dan sesungguhnya engkau -demi Allah- tidak akan kuat merasakan adzab neraka.
Sesungguhnya gunung-gunung jika dilewatkan pada neraka maka dia akan meleleh karena kuatnya panas neraka. Maka di mana engkau wahai wanita yang lemah dibandingkan dengan gunung-gunung yang perkasa dan kokoh? Sesungguhnya engkau mampu bersabar atas rasa lapar dan haus, dan engkau mampu bersabar atas bahaya. Akan tetapi demi Allah yang tidak ada ilah (sesembahan) yang berhaq untuk disembah selain Dia, tidak ada kesabaran bagimu terhadap neraka. Ingatlah, maka selamatkanlah dirimu dari neraka sebelum terlambat. Ketahuilah bahwa dunia ini pasti akan berlalu dan akhirat adalah tempat yang kekal, dan bahwa terbongkarnya kejelekkan-kejelekkan (aib-aib) di hadapan seluruh manusia di hari pembalasan adalah peristiwa yang sangat besar. Maka bertaqwalah engkau kepada Allah, kemudian bertaqwalah engkau kepada Allah wahai hamba Allah!
Semoga Allah memberikanmu taufiq kepada apa-apa yang dicintai dan diridhai olehNya, dan semoga Allah memberikan manfaat kepadamu dari apa-apa yang engkau dengar dan engkau baca, dan semoga Allah menjadikannya sebagai pendukung bagimu bukan sebagai bumerang atasmu.
Semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepada nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, keluarganya dan para sahabatnya seluruhnya.

sumber: http://www.kajianislam.net/2008/10/ukhtiapakah-engkau-menginginkan-kebahagian/
semoga artikel ini memberi hidayah kepada kita ya ukhti, aamiin.

Minggu, 12 Maret 2017

Bahagia adalah saat sehatnya akal

Menggunakan akal atau logika yang sehat

Bahagia adalah saat akal sehat yang diutamakan dibanding hanya perasaan yang melemahkan.

Bahagia adalah saat bisa melihat orangtua bahagia.
Entah itu dalam sukses pendidikan atau hanya sekedar bercerita sehari-hari.

Bahagia adalah saat apa apa yang diwajibkan Allah, kita bisa laksanakan.
Bahagia adalah saat amanah dari Allah, dari orangtua, dari negara itu ternyata kita bisa laksanakan dengan usaha terbaik.

Bahagia adalah saat mampu kita menjauhkan diri dari apa yang dilarang Allah,
Bahagia adalah saat kita bisa taat sama Allah dalam keadaan lapang maupun sempit.

Bahagia adalah bisa mengalahkan rasa malas, khawatir, keraguan, dan ketidakfokusan.
Bahagia adalah saat tulisan kita menjadi pemberat amal bukan sebaliknya. 

Bahagia adalah bukan hanya aku dan kamu.
Tapi bagaimana umat ini nantinya.

H- 28 UTS
Prepare propsal
Aku belajar dewasa






Selasa, 07 Maret 2017

Awesome Lectures

The list of my Lectures who enter in our last one semester. \’ V ‘ /

The first is Sir Robi Barmawanto. He teachs Accounting Tehcnology Information
We can search in google, that we can found who is he.
The notes we got from him is…..
-        There is not a stupid question
-        Learing is for growing
-        The success learner, if you as a student can be better than the teacher
-        The  knowledge can be evolve if you get it independtly
-        Using the all of potensial ability in yourself. Like speaking english.

The second is Sir Budi Mulyana.  He teachs Government Accounting part III
He didn’t give advise for us yet.
Alhamdullilah I knew the concept of government accounting from him.

The third is Madam Iin Indrawati. She teachs Advance Accounting part II
She didn’t give advise yet.
Both of them Sir Budmul, and Madam Iin are the compiler of our modul (books are we are using in class)

The fourth is Sir Boy Arifianto. He teachs Anti-Corruption Education.
( he told us to access ACCH web) << after access the link and read some articles, and I sad for myself,
Can I work in this place, which are many corrupt here ? (((Allah is the best protector )))

The  fifth is Sir Revoldi Siringo-ringo. He teachs Audit in Sector Publik
“Teacher open the door. You enter by yourself”

And our "Dosen Pembimbing" Sir Muhamad Harestrya Darmawan. 
My friend said He is good in teaching. I hope I can be like him. Be a good lecture . aamiin Yaa Rabb


I have to be better than all of my lecture.
So that they will make them happy because of the student is more success than them.

After finishing in STAN, I want to take S1 Accounting Program in University of Indonesia.
Aamiin aamiin Yaa Rabbal’alamin

“this is one of my dream when I was senior high school”  enter of university of Indonesia.
They believed that you can, suhaila.
So, why don’t you believe in your self?
Are you believe, suhaila?


Rabu, 01 Maret 2017

Words can Change Your Mood


Bismillahirrahmanirrahim

man saara 'alaa al-darbi washala

Orang yang menempuh jalan yang benar akan sampai ke tujuannya

The Different of people to another people
It isn’t the dress, house, or what they wear.
But from their minds.
We must have good think and positive attitude.

Good think means we have to keep in faith to Allah
Positive attitude, we have the role mode, Rosulallah


We are a human, we need society
We are not animal, who is the strongest, it will win
We are not in a kingdom, who is the richest will get the power

Kalau ternyata disisi Allah orang itu lebih baik?

HARAP TENANG :)

Kesabaran Menopang Segala Pekerjaan



Sabtu, 18 Februari 2017

Allah atau OrangTua



Bismillahirrahmanirrahim



I try to write in english. Why? Because I want fluent in reading in english.InsyaAllah

Because, Islamic article in english is suitable for me.


It’s about Allah and my parents.

My parents always give what I want, if they can, they do.

Everything.

I can’t repay it.

Never ever.


I always miss them because I far from them.

Than I sad and think.

I have to miss He, who created the love in my parents heart.

Something that I have the direct access to Allah is by Quran.

Life being Barokah with Quran.


When I miss my parents, I really want to see their face.

Than I think.

I have to miss His face (ALLAH), who give the loving parents to me.

In sujood, I wish that I can see His face and live in Jannah ever after life.


My parents know how to treat me.

Make me feel comfort by them. so I can tell everything what I want to tell.

Than I think.  I have to tell Allah for all of my situation. It has to more comfort.


I feel that


Oh Yaa Rabb, forgive me from my bad deed.







Kamis, 16 Februari 2017

Aku Ingin Begini, Aku Ingin Begitu

Bismillahirrahmanirrahim

“Dan sungguh, kami telah memudahkan Al-Quran

untuk peringatan, adakah yang mau mengambil

pelajaran?” (Al-Quran 54;17)


Peringatan, larangan, perintah

Engkau telah turunkan.

Aku ingin begini, aku ingin begitu

Ingin ingin ingin banyak sekali.

Namun, apakah yang aku inginkan itu salah?

Kebenaran telah datang,

Ya, benar. Al-Quran.

Zaman terus berubah,

Dulu anak baca majalah bobo, sekarang main gadget.

Al-Quran tak pernah berubah.

Isinya selalu sama.

Al-Quran itu petunjuk.

Benar, Al-Quran harus dibaca.

Benar, Al-Quran harus dihafal.

Benar, Al-Quran harus dipahami dengan benar.

Benar, Al-Quran harus amalkan

Menyemangati diri untuk memperbaiki bacaannya.

Sabar menghafalnya.

Sungguh, saat bersama Al-Quran,

Kita membentengi diri dari hal yang sia-sia.

Lalu masih saja menunda, padahal ini suatu kebenaran,

Kebenaran apa lagi yang dicari?

Ibarat 1 + 1 = 2.  kenapa kita harus bertanya, kenapa tidak 3,4,5?

Syaikh Ibnu 'Utsaimin rohimahullah mengatakan,

"Termasuk menzholimi diri sendiri ketika kita menunda hal yg

 Allah wajibkan atas kita"

Semoga Allah mengampuni kita, dari kejahatan diri kita,

kejelekan amal kita. aamiin Yaa Rabb.

Sabtu, 22 Juli 2017

Tulisan yang Bermanfaat :)

Diposting oleh Devi Suhaila di 18.59 0 komentar Link ke posting ini

Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji hanya untuk Allah, pencipta langit dan bumi. Yang Maha Mengetahui isi hati setiap manusia.

Selawat kita berikan kepada Nabi Muhammad Shaulallahu’alaihiwasallah (Allahummasholi wassalim bawarik a’alayhi) seseorang yang paling terpuji akhlaknya, teladan bagi umatnya.

Heal fire adalah neraka.

Neraka adalah sebuah tempat dimana bentuknya pasti hitam, panas, bau, pengap, dan menjijikan.

Allah Maha Tahu segala isi hati. Walaupun penampilan kita terlihat baik, aurat sudah dijaga, hubungan dengan orangtua, keluarga, teman baik-baik saja, shalat terjaga, wudhu terjaga, apakah yakin Allah telah senang dengan kita, apakah sudah pasti Allah sudah selamatkan kita di neraka?

Allah Maha Mengetahui Segala isi hati. Keyakinan kita akan pertolongan Allah itu ada, keyakinan kita bahwa segala tempat bergantung hanya Allah, keyakinan kita bahwa Allah tidak menyiakan amal hambaNya yang Ikhlas, keyakinan bahwa Allah tidak menyiakan usaha hambanNya yang berniat karena Allah, keyakinan bahwa hanya dengan pertolongan Allah kita bisa istiqomah sampai khusnul khatimah.

Lantas aku bercermin, hubunganku dengan manusia setelah aku meninggal bagaimana? aku berharap mempunyai penghasilan diatas 10 juta sebulan diumur 24 tahun. Aku mulai mendirikan TK dan tempat mengaji di jawa diumur 25tahun, jadi sepeninggalanku nanti ada orang yang mendoakanku yang insyaAllah menyelamatkanku dari panas dan perihnya api neraka. aamiin

Aku yakin bisa terwujud, semoga Allah mudahkan, aamiin.

Motto hidup (terinspirasi dari vidio Muhammad Ali yang dishare teman di line)

“Berjuang lah untuk kehidupan setelah kematian mu and never quit untul quit”
"Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain"

https://timeline.line.me/post/_dTpMZ7IwZXXg7kGB6rRDZclJWNv_i77KDyJCLGQ/1149997042209057376 << vidionya

Wassalamua’alaikum

Jakarta Selatan (masa PKLdi KPPN JKT V)
22 Juli 2017

Minggu, 11 Juni 2017

Menahan Hati

Diposting oleh Devi Suhaila di 10.39 0 komentar Link ke posting ini
Bismillahirrahmanirrahim

Jasad akan termakan oleh tanah, akal akan hilang bersama ruang dan waktu, sedangkan hati kembali pada Allah

Maka lakukan ini agar kita kembali pada ALLAH dengan sebaik-baiknya hati:

"Sanggup menahan hati ketika sangat berkehendak,

Sanggup menahan hati ketika sangat enggan,

Sanggup menahan hati ketika sangat ingin,

Sanggup menahan hati ketika sangat marah ".



Jumat, 09 Juni 2017

Aku Bahagia (part 1)

Diposting oleh Devi Suhaila di 03.24 0 komentar Link ke posting ini
Bismillahirrahmanirrahim.
Berfoto setelah matkul Budaya Nusantara
Ujian UAS DIII terkakhir 



Mereka menerima aku adalah sesuatu yang membahagiaku. Tanpa harus aku merubah diriku.

Mereka teman yang berani memberikan saran, nasehat, dan kritik yang membangun ke aku.

alhamdullilah aku bersyukur tak terhingga.

Secara personal mereka adalah orang-orang yang amat berpendirian, yang mandiri, dan percaya akan keyakinan diri, dan menyukai deadline hehe


Bintaro, 09/06/2017

Aku Kembali

Diposting oleh Devi Suhaila di 02.49 0 komentar Link ke posting ini
Bismillahirrahmanirrahim

Terima kasihku kepada temenku yang berusaha memahamkanku tetang makrifat.

Sesuatu yang menurutku sudah tidak baik,
Maka akan aku tinggalkan segera.
Seperti berita yang sering tersiar, yang aku tangkap hanyalah keberpihakan kepada satu pihak.
Lalu aku lari dari berita negeriku, tak peduli.

Namun, hari ini...
Aku merasakan hal baru.
Aku memberanikan diri membaca berita, memberanikan diri untuk bertabayun.
Ya.. aku bahagia :) aku bisa tahu kondisi negeri, kondisi dunia juga.  
Meskipun belum paham betul.

Aku, kamu, kita adalah pemuda bangsa.
Kontribusi apa yang kau inginkan untuk negeri ini?
Aku  suka membaca, dan menulis.
Maka aku melanjutkan hobiku itu, istiqomah. InsyaAllah.

Aku belajar kembali membaca yang benar, menulis yang benar.
Dan aku belajar objektif dengan bertabayun.
Untuk negeriku, dan untuk orangtuaku yang mengharapkan
kelak anaknya menjadi orang yang bermanfaat.

Aku tetap ingin menjadi anak yang dibanggakan kedua orangtua
Sampai kapan pun.. 

Bintaro, 09/06/2017

Rabu, 07 Juni 2017

Jatuh Cinta

Diposting oleh Devi Suhaila di 23.17 0 komentar Link ke posting ini
Cinta, kamu tahu apa arti cinta?
Kamu pernah jatuh cinta?
Kamu jatuh cinta karena apa?
Aku ingin jatuh cinta karena hatinya.
Tapi hati tidak bisa dilihat.
Lantas bagaimana aku memilih?

Allah, Yaa Rabbi.
Aku meminta satu laki-laki yang bersih hati dan pikirannya.
Dia yang sholeh, yang paling menjaga kehormatannya.
Mudah bagi Mu untuk memberikan satu seperti itu.

Yaa Allah, hamba sedih,
Kenapa Engkau sering ditiadakan.
Dan Engkau bener-bener diingat dikala susah.
Yaa Allah, hamba malu karena yang hamba tulis diatas itu hamba :(

Yaa Rabb, jika niat ini melenceng segera ingatkan hamba.
Hamba mohon semohon-mohonnya Yaa Rabb.
Karena hamba hanya manusia pelupa yang ingat bilamana Engkau ingatkan.


Aamiin...
Bintaro, 7 Juni 2017

Sabtu, 15 April 2017

Sayangnya ALLah

Diposting oleh Devi Suhaila di 06.00 0 komentar Link ke posting ini
Bismillahirrahmanirrahim

Dia bukanlah anak pembantah, namun agak keras kepala, dan ingin menang sendiri. Begitulah orangtuanya menilainya.
Sungguh pendiam dan pemalu anaknya. Tak banyak yang tahu apa mimpinya.
Kala itu setelah lulus SMA, Ia belum juga berjilbab kalau keluar rumah dimalam hari. Namun suatu hari ia katakan keteman kosnya.  “besok malem kalau keluar kos, aku mau pakai jilbab”.
Hidayah Allah tidak sampai situ saja. Suatu malam dia bermimpi melihat awan bertuliskan  lafahz Allah. Didalam mimpi itu dia bertanya apa artinya? Seseorang yang dia kenal menjawabnya “artinya kalau ada adzan langsung sholat, begitu tegasnya”. Dia bangun, lalu menelepon orangtuanya dan menangis ketakutan.
Sejak itu dia berusaha untuk sholat awal waktu.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dia ingin sekali melanjutkan pendidikan ditempat yang “keren menurutnya”, tapi dia tahu kemampuannya, dia ga bisa memaksa Allah. Jadi dia mengganti doa, yang biasanya “Yaa Rabb luluskan hamba menjadi Yaa Allah beri hamba tempat untuk melanjutkan pendidikan yang mendekatkan hamba kepadaMu”
Ku kenal dari dirinya waktu itu adalah dia mendekat ke Allah karena takut. Dia merasa takut jauh dari Allah, sebab dia yakin kesusahan akan menghampirinya kalau dia berani jauh dari Allah.

Alhamdullilah do’anya terkabul. Dia bahagia, dia merasa Allah sayang dengan dengannya. Namun Qadarullah, karena karakternya yang pendiam,dia tidak langsung ikut organisasi yang menambah kedekatannya pada RabbNya. Ditahun pertama pendidikan, kedekatannya dengan Allah hanya rutinitas. Pernah suatu hari dadanya begitu sempit, merasa lemah. Mengaji menurutnya bukan obat padahal seketika itu dibuka olehnya AlQuran dan membaca tafsirnya yang bertuliskan janganlah kamu merasa lemah, dan janganlah kamu bersedih hati karena kamu orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu orang-orang beriman.
Tahun kedua pendidikan, dia mempunyai logika dalam mencapai sesuatu katakanlah nilai yang baik saa ujian. yaitu persiapan, usaha dulu yang utama baru berdoa supaya semua lancar tanpa kendala. Padahal Allah bukanlah mitra dagang. Artinya kalau kita baik, Allah memberi yang kita pinta. Ilmu Allah amat luas.
Ditahun terakhir pendidikannya, ini tahun berwarna menurutnya. Dia sekarang telah ikhlas untuk berbaur dengan teman-temannya. Satu logika yang dia paham sekarang bahwa Allah tetap membantu semua hambanya, maksudnya bukan hanya pada mereka yang memiliki persiapan yang matang. Tapi juga pada mereka yang memiliki persiapan sedikit.
Allah sayang banget sama aku, pikirnya. Padahal Allah sayang sayang kepada semua hambaNya.
Waktu terus berjalan. Hari yang dilalui masih panjang pikirnya. Namun segera dia berfikir “aku sendiri tidak bisa menjamin bahwa aku bisa hidup besok”
Astagfirullah, dia mohon ampun. Segera dia membuat daftar daftar apa yang harus dilakukan hari.


-sekian-

Jumat, 14 April 2017

Paham

Diposting oleh Devi Suhaila di 21.41 0 komentar Link ke posting ini
Bismillahirrahmanirrahim…

Aku manusia akhir zaman..
Yang merasa tidak nyaman jika tidak ada paket.
Astaghfirullah.

Aku bosan, aku futur.
Tapi aku tahu, Dia Maha Penyayang akan merasa kecewa kepadaku.
Jika aku turuti rasa bosan dan futur itu.

Aku bukan orang yang semangat selalu,
Tapi aku ingin menjadi orang yang lebih baik.
Aku bukan orang yang ikhlas dalam berbuat,
Tapi percayalah hati kecil ini menginginkan adanya keikhlasan dihati.

 Aku punya mimpi,
Pasti aku punya.
Mimpiku...
“orang yang paham ilmu”
Berbeda antara mereka yang tahu, dan paham.
Hamba pengen yaa Rabb menjadi bagian dari bagian orang-orang yang
Engkau beri pemahaman yang benar.

Dengan ilmu, amal yang kita lakukan lebih bernilai kan disisi Allah.
Dengan ilmu juga membuat kita lebih mengenal Allah,
yang jaraknya dekat dengan kita.


Kamu ga pengen kaya harta?
Bukan ga pengen, tapi kekayaan harta itu akan mengikuti.

Aku yakin.


The Reason for Hijrah

Diposting oleh Devi Suhaila di 14.31 0 komentar Link ke posting ini
Buat engkau yang berhijrah karena ingin mendapatkan lelaki atau wanita yang soleh soleha.

Bersama dengan orang shalih/saliha 
Memang perintah Allah
Memang suatu keharusan

Tapi meletakkan harapan
atau menggantungkan kebaikan diri padanya
pada sosok itu adalah kesalahan
dan kekecewaan

seperti ini misalnya
“saya ingin menikah dengannya…
Alasannya karena “kita nanti bisa sholat bareng,
tadarus bareng, pergi kajian bareng.”

Jika  ternyata harapan itu terwujud,
alhamdullilah..
bagaimana kalau harapan itu hanya harapan?

Maka gantungkan harapan
Dan segala niat untuk menjadi baik
Hanya padaNya
Hanya padaNya…


Ust. Salim A F
(dengan penyesuaian pemahaman saya hehe)





Kamis, 06 April 2017

Control yourself

Diposting oleh Devi Suhaila di 16.38 0 komentar Link ke posting ini
Bismillahirrahmanirrahim...

Untukku sebagai muslimah.
Muslimah harus berani,
Muslimah tidak boleh cengeng,
Muslimah harus semangat,
Muslimah tidak boleh bermalas-malasan,
Muslimah harus cerdas.

Untukku yang sedang dalam pendidikan.
Intinya pendidikan itu membuat kita bisa berteman dengan siapa saja,
Kalau kita paham, kita mengerti apa yang sedang dibicarakan suatu kelompok, menambah pengalaman, menambah pengetahuan.
Menambah saudara, menambah tempat saling berbagi.

Mamakku Sayang,
Aku biasanya suka menyalahkan diri sendiri. Tapi mamak selalu bilang “Mamak tahu gimana emba”.

Bapakku Sayang,
Orang yang paling bahagia kalau aku sedang belajar.

kita samasama sedang berhijrah dengan berharap hanya kepada Allah semata.

Mamak belajar bersabar dengan memiliki anak dan suami seperti kami.

Bapak belajar bersyukur atas hikmah dari kejadian dan kejadian yang sudah terjadi.

Dan aku belajar untuk tenang dan sungguh-sungguh dalam menjalani hidup didunia.



Senin, 13 Maret 2017

Ukhti, apakah engkau mengingginkan kebahagiaan?

Diposting oleh Devi Suhaila di 06.05 0 komentar Link ke posting ini
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan cukuplah pujian itu diperuntukkan kepadaNya. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan atas para hambaNya yang terpilih…amma ba’du:
Saudariku Muslimah, Apakah engkau menginginkan kebahagian? Apakah engkau menginginkan ketenangan? Apakah engkau menginginkan keamanan dan kemapanan? Apakah engkau menginginkan hal itu semuanya di dunia dan di akhirat? Sesungguhnya kebahagian itu wahai saudariku Muslimah, semuanya ada dalam ketaatan kepada Allah. Kebahagian seluruhnya ada di dalam meniti di atas manhaj Allah dan di jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam , Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan barangsiapa menta’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Al-Ahzab: 71)
Sesungguhnya kesengsaraan (kemalangan) seluruhnya ada dalam kemaksiatan kepada Allah dan kebinasaan seluruhnya ada pada selain manhaj (jalan) Allah dan RasulNya Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Al-Ahzab: 36)
Saudariku Muslimah, Dengan suara orang yang mencintai dan mengasihi, dengan ucapan orang yang memberikan nasehat dan memberikan peringatan, aku mengajakmu kepada ketaqwaan kepada Allah ‘Azza wa Jalla, kemudian aku mengajakmu untuk yang kedua kali agar engkau memuji Allah ‘Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat iman dan al-qur’an. Allah telah memuliakanmu, mensucikanmu dan mengangkat kedudukanmu beberapa derajat. Tidak ada ajaran manapun yang lebih tinggi dalam hal mengangkat derajat wanita selain ajaran Islam. Tidak hanya cukup demikian, bahkan Allah banyak menurunkan hukum-hukum yang khusus berkenaan dengan masalah wanita di dalam kitabNya yang mulia. Sedangkan sebelum Islam, wanita dijadikan barang dagangan yang murah dan hina, bagaikan perhiasan yang tidak ada nilainya. Hina di mata walinya, hina di mata keluarganya, serta dihinakan oleh masyarakat yang dia hidup di dalamnya. Oleh karena itu terkadang ia diperlakukan seperti binatang, bahkan perlakuan mereka terhadap binatang lebih baik daripada memperlakukan wanita.
Sesungguhnya engkau, wahai saudariku Muslimah, tidak akan mendapatkan kemuliaanmu kecuali dalam agama ini, maka berpegang teguhlah engkau dengan (agama ini) dan dengarkanlah firman Allah ‘Azza wa Jalla yang telah menceritakan kisah orang terdahulu, mestilah engkau selalu mengingatnya agar engkau memuji Allah atas kenikmatan yang engkau dapatkan. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan, ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (An-Nahl: 58-59)
Memang pada zaman jahiliyah sebelum Islam, benar-benar telah terjadi pembunuhan anak perempuan, bahkan kadang menguburnya hidup-hidup. Sehingga Islam datang sebagai rahmat bagi alam semesta, mewasiatkan untuk mendidik anak-anak perempuan dan memelihara mereka, serta menjadikan pahala yang besar bagi orang yang melaksanakan hal itu.
Ingatlah, kemudian -wahai Ukhti Islam- pujilah Allah yang telah memberi hidayah kepadamu pada agama ini, yang telah memuliakanmu, menghormatimu dan mengangkat kedudukanmu dengan agama ini, di saat wanita-wanita selainmu di alam ini telah tersesat. Kemudian berpegang teguhlah engkau dengan tali yang kuat tersebut (agama Islam), sesungguhnya itu adalah merupakan satu-satunya sandaran, meskipun sandaran-sandaran lain mengkhianatimu. Ketahuilah sesungguhnya engkau akan ditimpa adzab (siksaan) Allah jika engkau tidak tunduk pada perintah-perintah Allah, berhenti pada batasan-batasan dan menjauhi laranganNya.
Saudariku Muslimah Sesungguhnya musuh-musuhmu banyak sekali, dan sesungguhnya orang yang ingin memanfaatkanmu dalam upaya meruntuhkan agama, rasa malu dan keutamaan banyak sekali, dan boleh jadi mereka itu dari kalangan kita sendiri.
Salah seorang dari mereka (musuh-musuh Islam) berkata: “Tidaklah keadaan negeri Timur menjadi makmur melainkan apabila seorang pemudi melepaskan hijabnya dan membenamkan (menguburkan) Al-Qur’an dengannya!”. Sesungguhnya dengan hal itu mereka ingin mengeluarkanmu menuju kesengsaraan dan kebinasaan, mereka mengajakmu menuju neraka Jahannam. Maka jika engkau menyambut mereka, mereka akan melemparkanmu ke dalamnya. Mereka ingin agar engkau menjadi wanita durhaka, yang berbuat fasiq dan membuka aurat. Mereka berusaha menggiringmu. Mereka menunggumu dengan sangat sabar agar engkau melepaskan abaya (pakaian muslimah) serta melepaskan hijab dengan segala konsekwensinya, yaitu melepaskan keimanan, rasa malu dan kesucian, kemudian engkau akan meninggalkan kewajiban-kewajiban lainnya. Pada saat itu, perbuatanmu tersebut menyenangkan mereka (para musuh), mereka mempermainkanmu seperti anak-anak bermain-main dengan bola, dan mereka mempermainkanmu seperti anjing-anjing bermain-main dengan bangkai, semoga Allah menjagamu dari mereka.
Saudariku Muslimah Apa sikapmu terhadap mereka? Sesungguhnya sikap yang ditunggu darimu adalah berpegang teguh pada agama Allah, berjalan di atas rel batasan-batasanNya dan tidak menyambut ajakan mereka.
Buatlah mereka menjadi marah, dengan tidak memperhatikan mereka dan tidak mendengarkan mereka, buatlah mereka menjadi bersedih dengan keteguhanmu berpegang pada agamamu, dengan menjaga rasa malumu dan beriltizam dengan hijabmu.
Saudariku Muslimah Sesungguhnya sebagian wanita menggambarkan bahwa sufur adalah membuka muka wanita saja, tidak…tidak ini saja. Sesungguhnya termasuk sufur adalah pakaian yang ketat, yang pendek dan yang tipis. Sesungguhnya termasuk sufur adalah memakai wangi-wangian ketika keluar menuju tempat-tempat yang di dalamnya ada laki-laki. Sesungguhnya yang termasuk sufur adalah memakai pantalon. Apakah engkau tidak mendengar sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam :
“Dua golongan ahli neraka yang aku belum pernah melihat keduanya …(dan beliau menyebutkan): Para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang, mereka menyimpang dari jalan yang benar dan memperlihatkan kejelekan mereka kepada orang lain, kepala mereka seperti punuk unta yang miring mereka tidak akan memasuki surga, dan mereka tidak akan mendapatkan bau surga, sesungguhnya bau surga tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim).
Ahlu `Ilmi berkata: makna Para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang adalah bahwa mereka memakai pakaian akan tetapi pakaian-pakaian itu ketat, tipis atau tidak menutupi seluruh badan.
Saudariku Muslimah Apakah engkau ridha (rela) menjadi penghuni neraka? Apakah engkau ridha memakai pakaian yang dengan pakaian itu engkau menangggalkan rasa malu? Apakah engkau ridha memamerkan dirimu seperti dipamerkannya barang dagangan, lalu setiap orang yang rendah dan hina akan selalu dihubungkan denganmu? Tidak wahai pemudi Islam, aku tidak mengira engkau akan ridha dengan hal yang demikian itu, dan inilah adalah yang diharapkan darimu.
Saudariku Muslimah, Agamamu adalah bentengmu yang amat kokoh, (untuk) memelihara kesucianmu, rasa malumu dan kemulianmu. Agamamu memerintahkanmu untuk berhijab dan memiliki rasa malu. Kapan saja engkau meninggalkan perintah ini, maka engkau akan ditimpa adzab Allah Subhanahu wa Ta’ala di akhirat Sedangkan di dunia engkau menjadi mangsa serigala-serigala manusia yang ingin mencuri kesucianmu agar engkau merasakan kesusahan (kesedihan) sepanjang hidup. Akan tetapi sebagian akhwat (saudara-saudara perempuan) -semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan hidayah kepada mereka- telah mendengar seruan serigala-serigala itu, tetapi malah bekerja untuk mereka, keadaan mereka (akhawat) seperti perkataan para penyair:
“Kambing digiring menuju kematian,
Dia berjalan dan mengembik menuju para penyembelih.”
Saudariku Muslimah, Wahai wanita yang beriman kepada Allah, wahai wanita yang menutupi auratnya dengan penutup yang Allah syari’atkan, waspadalah! Waspadalah dari ketergelinciran, sesungguhnya ketergelinciran akan mengantarkan kepada neraka, dan neraka adalah seburuk-buruk tempat kembali. Waspadalah! Waspadalah dari menyerupai wanita-wanita kafir, sesungguhnya barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk (golongan) mereka.
Engkau wahai saudariku Muslimah Seorang wanita yang berkedudukan tinggi, engkau seorang wanita yang mulia dan engkau seorang wanita yang suci. Kedudukanmu tinggi karena Al-Qur’an, engkau mulia karena iman, dan suci karena engkau berpegang-teguh pada agama ini. Maka bagaimana (mungkin) seorang wanita yang suci mengekor wanita yang najis?
Saudariku Muslimah, Sesungguhnya kami, -demi Allah- benar-benar merasa heran terhadap pemudi yang mendengar sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : “Dua golongan ahli neraka…”.(al-Hadits.) kemudian tetap senantiasa memakai pakaian yang ketat, tipis dan menyingkap (membuka) wajah dan sebagian tempat-tempat fitnah lainnya.
Maka wahai wanita Muslimah yang shalat dan sujud, wahai orang yang menundukkan kepalamu kepada Dzat (Allah) Yang Maha Hidup dan terus menerus mengurus makhluqNya, dan menundukkan pendengaran dan penglihatan untukNya, apakah tidak cukupkah bagimu hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tadi sebagai larangan? Demi Allah itu adalah merupakan ancaman dan larangan yang sangat keras. Jika diberikan pada gunung-gunung yang kokoh, tentu gunung-gunung itu akan berantakan. Kerugian apakah yang lebih besar daripada diharamkan masuk surga yang penuh kenikmatan? Dan tinggal ditingkatan-tingkatan neraka Jahim?
Saudariku Muslimah, Takutlah engkau kepada Allah dan laksanakan tugas-tugas yang Dia wajibkan kepadamu. Apabila hatimu mengeras maka ingatlah bencana yang telah menimpa orang lain. Engkau tidak tahu kapan bencana itu akan datang kepadamu, sesungguhnya itu adalah maut yang pasti terjadi.
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Ali-Imran :185)
Ingatlah wahai wanita hamba Allah, pada hari di mana engkau diletakkan dalam kuburan, dalam lubang yang gelap dan sepi itu. Ingatlah ketika sangkakala ditiup dan engkau dikumpulkan bersama para makhluq dalam keadaan tidak memakai alas kaki, telanjang dan kebingunan. Matahari benar-benar akan dekat darimu kurang lebih satu mil, dan engkau akan dipanggil dengan namamu diantara para makhluq untuk dihisab. Bagaimana keadaanmu ketika itu wahai hamba Allah? Di mana persiapanmu wahai wanita yang lalai? Berapa banyak ketergelinciran-ketergelinciran dalam kitabmu? Apakah mode-mode pakaian akan bermanfaat ketika itu? Apakah lagu, sinetron, film dan majalah-majalah (yang merusak) akan bermanfaat? Apakah barang-barang permata akan bermanfaat? Tidak demi Allah, hal itu tidak akan memberikan manfaat sedikitpun selamanya. Yang akan memberikan manfaat pada saat itu hanyalah kebaikan-kebaikan, dan amal-amal shalih, setelah mendapatkan rahmat dari Rabb bumi dan langit.
Ingatlah, Ingatlah wahai wanita hamba Allah, pada hari di mana engkau diletakkan dalam kuburan, dalam lubang yang gelap dan sepi itu. Ingatlah ketika sangkakala ditiup dan engkau dikumpulkan bersama para makhluq dalam keadaan tidak memakai alas kaki, telanjang dan kebingunan. Matahari benar-benar akan dekat darimu kurang lebih satu mil, dan engkau akan dipanggil dengan namamu diantara para makhluq untuk dihisab.
Bagaimana keadaanmu ketika itu wahai hamba Allah? Di mana persiapanmu wahai wanita yang lalai? Berapa banyak ketergelinciran-ketergelinciran dalam kitabmu? Apakah mode-mode pakaian akan bermanfaat ketika itu? Apakah lagu, sinetron, film dan majalah-majalah (yang merusak) akan bermanfaat? Apakah barang-barang permata akan bermanfaat? Tidak demi Allah, hal itu tidak akan memberikan manfaat sedikitpun selamanya. Yang akan memberikan manfaat pada saat itu hanyalah kebaikan-kebaikan, dan amal-amal shalih, setelah mendapatkan rahmat dari Rabb bumi dan langit.
Ingatlah, maka bertaqwalah kepada Allah wahai putri Islam, bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang ke luar ke pasar-pasar dalam keadaan bertabaruj (memperlihatkan kecantikan) dan membuka muka. Bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang memakai abaya (pakaian muslimah) untuk perhiasan, bukan untuk menutupi dan kesucian. Bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang bercampur baur dengan laki-laki. Bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang keluar (rumah) dalam keadaan memakai wangi-wangian menuju pasar-pasar dan jalan-jalan. Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang menawarkan dirimu untuk berkhalwat (menyendiri) dengan laki-laki asing.
“Tidaklah seorang laki-laki bersepi-sepi (berduaan) dengan seorang wanita melainkan setan menjadi orang yang ketiga (diantara) keduanya.”
Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang mendidik anak-anakmu dengan pendidikan yang tidak baik/benar. Engkau tidak mengingatkan mereka dengan ketaatan kepada Allah, tidak menasehati mereka dan tidak menunjukkan mereka pada apa-apa yang dapat memberikan manfaat pada mereka di dunia dan di akhirat. Bertaqwalah kepada Allah dan jagalah dirimu dari menjadi barang mainan di tangan orang-orang yang lemah iman. Bertaqwalah pada Allah dan kembalilah pada petunjuk sebelum datang suatu hari yang pada hari itu hati-hati dan pandangan-pandangan (mata) dibalikkan. Ketahuilah bahwa adzab Allah sangat keras, dan sesungguhnya engkau -demi Allah- tidak akan kuat merasakan adzab neraka.
Sesungguhnya gunung-gunung jika dilewatkan pada neraka maka dia akan meleleh karena kuatnya panas neraka. Maka di mana engkau wahai wanita yang lemah dibandingkan dengan gunung-gunung yang perkasa dan kokoh? Sesungguhnya engkau mampu bersabar atas rasa lapar dan haus, dan engkau mampu bersabar atas bahaya. Akan tetapi demi Allah yang tidak ada ilah (sesembahan) yang berhaq untuk disembah selain Dia, tidak ada kesabaran bagimu terhadap neraka. Ingatlah, maka selamatkanlah dirimu dari neraka sebelum terlambat. Ketahuilah bahwa dunia ini pasti akan berlalu dan akhirat adalah tempat yang kekal, dan bahwa terbongkarnya kejelekkan-kejelekkan (aib-aib) di hadapan seluruh manusia di hari pembalasan adalah peristiwa yang sangat besar. Maka bertaqwalah engkau kepada Allah, kemudian bertaqwalah engkau kepada Allah wahai hamba Allah!
Semoga Allah memberikanmu taufiq kepada apa-apa yang dicintai dan diridhai olehNya, dan semoga Allah memberikan manfaat kepadamu dari apa-apa yang engkau dengar dan engkau baca, dan semoga Allah menjadikannya sebagai pendukung bagimu bukan sebagai bumerang atasmu.
Semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepada nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, keluarganya dan para sahabatnya seluruhnya.

sumber: http://www.kajianislam.net/2008/10/ukhtiapakah-engkau-menginginkan-kebahagian/
semoga artikel ini memberi hidayah kepada kita ya ukhti, aamiin.

Minggu, 12 Maret 2017

Bahagia adalah saat sehatnya akal

Diposting oleh Devi Suhaila di 20.26 0 komentar Link ke posting ini
Menggunakan akal atau logika yang sehat

Bahagia adalah saat akal sehat yang diutamakan dibanding hanya perasaan yang melemahkan.

Bahagia adalah saat bisa melihat orangtua bahagia.
Entah itu dalam sukses pendidikan atau hanya sekedar bercerita sehari-hari.

Bahagia adalah saat apa apa yang diwajibkan Allah, kita bisa laksanakan.
Bahagia adalah saat amanah dari Allah, dari orangtua, dari negara itu ternyata kita bisa laksanakan dengan usaha terbaik.

Bahagia adalah saat mampu kita menjauhkan diri dari apa yang dilarang Allah,
Bahagia adalah saat kita bisa taat sama Allah dalam keadaan lapang maupun sempit.

Bahagia adalah bisa mengalahkan rasa malas, khawatir, keraguan, dan ketidakfokusan.
Bahagia adalah saat tulisan kita menjadi pemberat amal bukan sebaliknya. 

Bahagia adalah bukan hanya aku dan kamu.
Tapi bagaimana umat ini nantinya.

H- 28 UTS
Prepare propsal
Aku belajar dewasa






Selasa, 07 Maret 2017

Awesome Lectures

Diposting oleh Devi Suhaila di 20.24 0 komentar Link ke posting ini
The list of my Lectures who enter in our last one semester. \’ V ‘ /

The first is Sir Robi Barmawanto. He teachs Accounting Tehcnology Information
We can search in google, that we can found who is he.
The notes we got from him is…..
-        There is not a stupid question
-        Learing is for growing
-        The success learner, if you as a student can be better than the teacher
-        The  knowledge can be evolve if you get it independtly
-        Using the all of potensial ability in yourself. Like speaking english.

The second is Sir Budi Mulyana.  He teachs Government Accounting part III
He didn’t give advise for us yet.
Alhamdullilah I knew the concept of government accounting from him.

The third is Madam Iin Indrawati. She teachs Advance Accounting part II
She didn’t give advise yet.
Both of them Sir Budmul, and Madam Iin are the compiler of our modul (books are we are using in class)

The fourth is Sir Boy Arifianto. He teachs Anti-Corruption Education.
( he told us to access ACCH web) << after access the link and read some articles, and I sad for myself,
Can I work in this place, which are many corrupt here ? (((Allah is the best protector )))

The  fifth is Sir Revoldi Siringo-ringo. He teachs Audit in Sector Publik
“Teacher open the door. You enter by yourself”

And our "Dosen Pembimbing" Sir Muhamad Harestrya Darmawan. 
My friend said He is good in teaching. I hope I can be like him. Be a good lecture . aamiin Yaa Rabb


I have to be better than all of my lecture.
So that they will make them happy because of the student is more success than them.

After finishing in STAN, I want to take S1 Accounting Program in University of Indonesia.
Aamiin aamiin Yaa Rabbal’alamin

“this is one of my dream when I was senior high school”  enter of university of Indonesia.
They believed that you can, suhaila.
So, why don’t you believe in your self?
Are you believe, suhaila?


Rabu, 01 Maret 2017

Words can Change Your Mood

Diposting oleh Devi Suhaila di 05.50 0 komentar Link ke posting ini

Bismillahirrahmanirrahim

man saara 'alaa al-darbi washala

Orang yang menempuh jalan yang benar akan sampai ke tujuannya

The Different of people to another people
It isn’t the dress, house, or what they wear.
But from their minds.
We must have good think and positive attitude.

Good think means we have to keep in faith to Allah
Positive attitude, we have the role mode, Rosulallah


We are a human, we need society
We are not animal, who is the strongest, it will win
We are not in a kingdom, who is the richest will get the power

Kalau ternyata disisi Allah orang itu lebih baik?

HARAP TENANG :)

Kesabaran Menopang Segala Pekerjaan



Sabtu, 18 Februari 2017

Allah atau OrangTua

Diposting oleh Devi Suhaila di 20.51 0 komentar Link ke posting ini


Bismillahirrahmanirrahim



I try to write in english. Why? Because I want fluent in reading in english.InsyaAllah

Because, Islamic article in english is suitable for me.


It’s about Allah and my parents.

My parents always give what I want, if they can, they do.

Everything.

I can’t repay it.

Never ever.


I always miss them because I far from them.

Than I sad and think.

I have to miss He, who created the love in my parents heart.

Something that I have the direct access to Allah is by Quran.

Life being Barokah with Quran.


When I miss my parents, I really want to see their face.

Than I think.

I have to miss His face (ALLAH), who give the loving parents to me.

In sujood, I wish that I can see His face and live in Jannah ever after life.


My parents know how to treat me.

Make me feel comfort by them. so I can tell everything what I want to tell.

Than I think.  I have to tell Allah for all of my situation. It has to more comfort.


I feel that


Oh Yaa Rabb, forgive me from my bad deed.







Kamis, 16 Februari 2017

Aku Ingin Begini, Aku Ingin Begitu

Diposting oleh Devi Suhaila di 06.05 0 komentar Link ke posting ini
Bismillahirrahmanirrahim

“Dan sungguh, kami telah memudahkan Al-Quran

untuk peringatan, adakah yang mau mengambil

pelajaran?” (Al-Quran 54;17)


Peringatan, larangan, perintah

Engkau telah turunkan.

Aku ingin begini, aku ingin begitu

Ingin ingin ingin banyak sekali.

Namun, apakah yang aku inginkan itu salah?

Kebenaran telah datang,

Ya, benar. Al-Quran.

Zaman terus berubah,

Dulu anak baca majalah bobo, sekarang main gadget.

Al-Quran tak pernah berubah.

Isinya selalu sama.

Al-Quran itu petunjuk.

Benar, Al-Quran harus dibaca.

Benar, Al-Quran harus dihafal.

Benar, Al-Quran harus dipahami dengan benar.

Benar, Al-Quran harus amalkan

Menyemangati diri untuk memperbaiki bacaannya.

Sabar menghafalnya.

Sungguh, saat bersama Al-Quran,

Kita membentengi diri dari hal yang sia-sia.

Lalu masih saja menunda, padahal ini suatu kebenaran,

Kebenaran apa lagi yang dicari?

Ibarat 1 + 1 = 2.  kenapa kita harus bertanya, kenapa tidak 3,4,5?

Syaikh Ibnu 'Utsaimin rohimahullah mengatakan,

"Termasuk menzholimi diri sendiri ketika kita menunda hal yg

 Allah wajibkan atas kita"

Semoga Allah mengampuni kita, dari kejahatan diri kita,

kejelekan amal kita. aamiin Yaa Rabb.