Selasa, 26 September 2017

Perkara Jodoh


Bismillahirrahmanirrahim

Perkara jodoh.

Perhatikan langit, coba perhatikan.
Sekarang Siang atau malam?
Matahari atau bulan yang muncul?

Perhatikan nyamuk, coba perhatikan.
Nyamuk dapat berkembang biak dengan sesama nyamuk, kan?
Begitu juga dengan hewan-hewan yang lain.

Apa hikmahnya?
Semua ciptaan ALLAH sudah ada pasangannya.
Tak boleh risau.

Seseorang akan datang, yang mempunyai pemikiran yang sama seperti kita.
Disaat yang tepat, waktu yang tepat, ketika kita telah siap.

Doaku, semoga temen-temen yang ingin segera menikah, disegerakan menikah.
Semoga pasangannya seseorang yang sesuai harapan,
yang bisa membantu dalam ketaatan kepada ALLAH, aamiin.

Tetap semangat memperbaki niat dan beramal demi bertemu ALLAH di Syurga.


Wassalamua’alaikum.

Senin, 25 September 2017

Just Imagine Jannah

Bismillahirrahmanirrahim

Bayangkan apa yang kamu inginkan di Syurga.

Aku pengen jadi pengisi suara kartun, komikus muslimah, dan punya rumah produksi kartun.

Aku pengen dapat rumah di Syurga warnanya bening, di depannya ada sungai, ayunan dan kebun mawar, juga ada taman bacaan yang lengkap dan luas bangeeet.

Semoga lebih baik dari yang diharapkan, aamiin 

Ini cara baru yang aku lakukan untuk motivasi diri agar terus dekat dengan Rabb ku.


Wassalamua’alaikum 

Rabu, 20 September 2017

Believe in ALLAH, It's Enough.

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdullilah atas nikmat iman kepada ALLAH Yang Maha Penyatun dan Yang Maha Penyayang, yang tidak meninggalkan hamba-hambaNya.

Terdapat hubungan antara iman dan ketenagan batin (jadi kalau ada orang yang menyatakan bila seseorang itu terlihat baik secara zahir, tapi dia tidak tenang karena memang karakter di dalam dirinya adalah pernyataan yang salah).

ALLAH berfirman dalam surah Al-An’am (surah ke-6 ayat 28):
Alladzina aamanuu walam yalbisuuuuuu iimaanahummm bizulmin uulaaaaika lahumul amnu wahumm muhtadun.
Orang-orang yang beriman yang tidak mencampurkan iman mereka dengan syirik/dzalim mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk.

Aku  yang mengaku beriman kepada ALLAH harus sudah berkomitmen untuk “believe in ALLAH”, tidak perlu ada rasa cemas, khawatir, takut kepada selain ALLAH.

Ayat ini turun menceritakan tetang Nabi Ibrahim yang tidak takut dengan kaumNya yang berbuat syirik.

Nasehat buat diri ini, jangan takut, kita takut ke ALLAH sedangkan mereka takut ke siapa? Padahal kita tidak takut dengan yang mereka takutkan (jangan zalim kepada ALLAH). 

Berkomitmen yang kuat dengan teguh penuh pengetahuan, memelihara diri dari kejahatan, melakukan penjagaan yang kuat.

Wallahua'lam

Kebaikan yang aku dapati sesungguhnya dari ALLAH.

wassalamua'laikum

Kamis, 14 September 2017

AHSAN

Bismilahirrahmanirrahim

Ahsan adalah lebih baik,
ALLAH tidak meminta yang terbaik.

Ahsanu amala, sebenernya ALLAH bukan pengen kita menjadi yang terbaik,
ALLAH pengen kita melakukan amalan yang lebih baik dari yang kita telah lakukan.

Wassalamu’alaikum

Selasa, 12 September 2017

Untukmu, Kawan.

Bismillahirrahmanirrahim

Dirimu merasa tak mampu, kawan?
Jangan merasa begitu.
Dirimu sebenarnya telah menang
Karena engkau sedang berusaha.

Aku tahu ini tidak mudah, kawan.
Tapi coba bayangkan jika engkau telah menguasainya,
engkau membacanya,
engkau mengulanginya,
semakin dalam menancap dihati.

Jangan merasa tertekan, kawan.
Kesulitan ini membuatmu sadar bahwa dirimu lemah dan rendah,
Lemah dan rendah dihadapan ALLAH.
Bahwa sesungguhnya ALLAH yang memberi kemudahan itu.

Semangat, kawan.
Waktu tak pernah berhenti.
Satu jam sekarang tidak sama dengan satu jam yang lalu.

Semangat, kawan.
Jangan menunda.
Tolong jangan menunda lagi.
Jangan biarkan syetan senang mempermainkan dirimu karena penundaanmu.

Kawan, jika hari ini engkau belum bisa berbagi.
Tapi, jangan pernah rendah harga dirimu dihadapan manusia.
Pesanku, jangan biarkan dirimu menjauh dari Rabbmu.
Biarkan Rabbmu membimbingmu.

Oiya, kawan.
Jaga niat baikmu.
tindakan yang kau lakukan untuk memperbanyak amal.
Panennya bukan di dunia ini, tapi di akhirat.

engkau yang membaca tulisan ini,
dan mendapatkan manfaat di dalamnya,
tolong doakan dengan tulus saudaramu ini beserta orangtuanya
semoga kita semua selalu dalam bimbingan ALLAH.


Wassalamu’alaikum 

Sabtu, 09 September 2017

Al Quran, dapat apa?



Bismillahirrahmanirrahim

Al-Quran, kenapa baru tahu jika Al-Quran itu sesuatu yang keren bangettt.

ALLAH menyempurnakan nikmat ALLAH berupa Al-Quran.

Subhanallah, kalau kita mau memikirkannya(ini menurut saya ya) firman ALLAH turun karena suatu peristiwa. Kenapa ada peristiwa itu dan firman itu turun? Itu sebagai pelajaran bagi kita, iya untuk kita umat muslim yang pedomannya kitab Al-Quran. Jadi ALLAH dulunya buat suatu peristiwa, peristiwa yang besar itu yah untuk kita semua, agar kita mau mengambil pelajaran.

Huruf-huruf Al-Quran itu mukjizat, subhanallah. Dari zaman Rasul hingga sekarang, isi Al-Quran tetap sama, tidak ada yang berubah. Pembacaan Al-Quran di negara manapun sama, subhanallah.

Kalau kita tahu bacaan Al-Quran kita jadi mengingat ALLAH. ALLAH juga sudah berkata dalam Al-Quran, bahwa ALLAH memudahkan Al-Quran untuk kita.

Wassalamu'alaikum.

Kamis, 24 Agustus 2017

Al Quran tidak membuatmu bengkok

Assalamu’alaikum

Bismillahirrahmanirrahim

Nama saya Devi Suhaila

Ketika sekolah dasar, pengetahuan agama saya sekedar mengaji Al-Quran yang tujuannya supaya khatam (Astaghfirullah). Mengaji di Madrasah dekat rumah tapi saya tidak tahu kenapa saya harus ngaji juga di Madrasah, mungkin manfaatnya adalah waktu saya tidak saya habiskan dengan menonton TV di rumah dan saya bisa hafal setengah dari do’a shalat jenazah.

Ketika SMP, zaman itu adalah zaman HP, zaman FB, zaman suka lawan jenis, zaman sinetron. Waktuku banyak terbuang percuma di hal-hal itu (Astaghfirullah). Pengetahuan agamaku adalah bahwa agama itu adalah sholat dan perbuatan mana yang dikatakan berdosa atau tidak.

Ketika SMA, ini masa dimana aku melawan keras orangtua (Astaghfirullah) begitu tidak bersyukur kepada orangtua. Pengetahuan agama, aku dapat dari mentoring dan aku sudah tidak mengaji Al Quran lagi karena sudah khatam (Astaghfirullah), aku sempat menangis karena pengen ikut mengaji, tapi setiap orangtua pasti punya keinginan yang lain untuk anaknya. Waktu SMA banyak aku habiskan dengan cara pandangku sendiri terhadap semua keadaan yang tidak berlandaskan Al-Quran dan Sunnah.

Keterlibatan Allah dalam pikirkan saya dulu hanya sekedar untuk disembah ketika shalat(Astaghfirullah)

Umur saya sekarang 21 (Oktober 2017). Banyak sekali hal-hal yang saya ingin punya dan lakukan. Sekarang saya harus bijak terhadap segala yang saya lakukan. Al Quran lah yang harus saya pegang, yang harus saya “rasakan” isinya.  Hati, pikiran ,dan lisan juga harus saya latih untuk berkata jujur kapanpun, dan kepada siapa pun.

“Umur saya sudah 21 tahun, saya harus memaksa diri saya untuk selalu dekat dengan Al-Quran dan memaksakan diri saya untuk merasakan Al-Quran. Karena sudah banyak waktu yang saya habiskan percuma yang menjauhkan saya dari Al-Quran”.

Mungkin dalam perjalanan ini banyak ketidak sesuaian yang akan terlihat. Tetaplah berpegang pada Al-Quran. Mungkin perjalanan ini akan terasa sangat tertekan, tetaplah berpegang kepada Al-Quran. Karena pada akhirnya Al-Quran akan menjadi saksi dihadapan Allah kelak, apa yang telah diri ini lakukan terhadap Al-Quran.


Wassalamu’alaikum

Rabu, 23 Agustus 2017

Syukuri saja.


Bismillahirrahmanirrahim

Allah mengatakan dalam surah Ibrahim ayat 7 “Sesungguhnya, jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu”.

Sore tadi Mamak calling me hehe  “ ....... Mba harus bersyukur, apapun bersyukur, sebab kalau tidak bersyukur uang segunungpun masih kurang....”
“Mamak orangnya ga pinter, tapi kalau berkerja memberikan yang terbaik dari diri Mamak”
“Jangan pernah meminta ke orang lain”
“Pembicaraan ditutup dengan, sudah dulu ya Mba, Bapak sudah pulang.”

Mamak menunjukkan rasa syukurnya bukan hanya dengan berkata Alhamdulillah. Mamak bersyukur dengan cara melakukan yang terbaik, memberikan yang terbaik dari diri Mamak karena dulu aku dengar Mamak sering tidur tengah malam mungkin lewat jam 12 mengkoreksi tugas murid  atau kerjain kerjaan sekolah, Mamak juga seseorang tetap tersenyum ke semua orang, memperlakukan semua orang sama, meski mereka tukang bersih-bersih, guru, wali murid, tukang becak, maupun kepada kepala yayasan, aku lihat Mamak memperlakukan semua orang dengan penuh hormat. Jadi benarlah kalau bersyukur bukan hanya berkata alhamdulillah, tapi bersyukur adalah dibuktikan dengan tindakan dan cara berfikir.

Rata-rata temen di tempat Mamak kerja sudah S1 dan sudah disertifikasi dan pasti mendapat pendapatan yang lebih, sedangkan Mamak belum S1, namun Mamak diangkat jadi kepala sekolah. Mamak selalu bilang “Mamak gapapa belum disertifikasi, tapi alhamdulillah anak Mamak kuliahnya ga bayar”

Allah bilang kan dalam surah Ibrahim ayat 7, kalau kita bersyukur Allah akan menambah nikmat kepada kita. Sedikit aja bersyukur, Allah sendiri bersumpah akan menambahkan nikmatNya kepada kita yang bersyukur. Aku(Allah) akan memberikan lebih, lebih dan lebih. Aku bersumpah, Aku (Allah) akan berikan apa yang kamu pikirkan, jika itu bermanfaat bagimu, akan Aku jaga, Aku janji, kamu cukup tunjukan rasa syukurmu kepadaKu.


Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepadaNya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah niscaya kamu tidak mampu menghitungnya...” Surah Ibrahim ayat ke 34.

Kamis, 17 Agustus 2017

Mencintai dan Menyayangi

Bismillahirrahmanirrahim

Dapatkah aku memberi rasa kasih sayang dan cinta diriku kepada Allah, kepada semua manusia, termasuk manusia yang tidak menyukaiku?

Di hidup ini kita harus mencintai dan menyayangi semua makhluk. Karena kita manusia, bukan syetan menyimpan rasa dendam. Menghilangkan rasa egois itu butuh proses, kita usaha untuk memberikan rasa cinta dan sayang ke manusia itu dengan  memberikan segalagalanya. Karena cinta dan sayang adalah segalagalanya. Minta ke Allah dengan dzikir dan doa, inysaAllah sifat egois yang ada di dalam hati akan dihilangkan Allah.

Jangan pernah ada rasa dendam, karena itu sifatnya setan. Doakan mereka yang menyakiti “Yaa Allah semoga dia masuk syurga”. Dzikir selalu dzikir ke Allah, alam ini juga menyambut dzikirmu, pohon-pohon menyambut dzikirmu,udara menyambut dzikirmu. Allah akan senang kepada orang yang berdzikir.

Apakah mereka yang kaya bahagia? belum tentu. Mereka tidak tenang. Mencari ketenangan, ketenangan itu ada didalam hati.

Dalam hal ekonomi, manusia mempunyai sifat ingin instan dan banyak uangnya, tapi sebenarnya Allah sudah menakarkan, maksudnya uang segini cukup untuk hidup diri ini, tanpa meminta pun Allah pun sebenarnya akan memberi.

Jangan pernah meminta-minta ke orang, Allah sudah memberikan rezeki masing-masing ke kita. Itu sudah cukup, hanya manusia saja yang merasa tidak cukup.  Rejeki itu bukan hanya dari gaji, tapi bisa dari orang lain. Kerjain apa aja untuk mendapatkan uang, duit itu sejatinya Doa Usaha Ikhtiar Tawakal. :)

Pak Aamiin.

( perjalanan dari kos Mbah Dar ke rumah Huda)

Amazed Quran from TKD test


Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah alhamdulillah,
this word can drop your tear, when Quran said is true.
“The truth has come” 

Allah said that “Allah doesn’t take take a soul beyond its scope” (Al Baqarah; 286)
Then we think “ How Allah do that?, because of His Wise” :’) 

Alhamdullilah alhamdullilah I passed the TKD test.
Deg deg deg, I think, its the most horrible test I had followed.
Remember it, Rahmat Allah comes before takdir. Keep do’a to Him and belived what quran said.

Jumat, 11 Agustus 2017

Khawatir


Bismillahirrahmanirrahim
Aku ingin memberikan pendapat tetang perasaan khawatir.
Allah telah mengatakan bahwa “Allah tidak ingin kesukaran untukmu, Allah meninginkan kemudahan bagimu”
TKD, iya bentar lagi ujian TKD insyaAllah. Pasti ada kekhawatiran dalam diri seperti “bisakah aku mengerjakan soalnya, apakah soal yang muncul ternyata belum pernah aku pelajari atau sudah aku pelajari namun belum aku ulang?”
Sekarang aku tidak ngekos, aku di rumah sepupu. Belajar kurang intens, ini juga kekhawatiranku.
Alhamdullilah setelah dipikir2, apakah aku lulus STAN dulu karena persiapan ku atau memang kehendak Allah. dulu aku pernah mencoba resep tawakal (saat tingkat akhir) dengan mengurangi waktu belajarku yang intens,tapi nilainya tidak baik. Aku juga pernah coba resep tawakal (saat tingkat 2), dengan belajar giat, dan ibadah juga, alhamdullilah ipk aku naik.
Allah berkata bahwa “kemudian, apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakalah kepada Allah”.
Allah ga bilang apabila kamu telah berusaha dengan giat, segiat-giatnya, serajin-rajinnya, sesering-seringnya. Sebenarnya arti tekad itu apa? semangatkan? Semangat akan menjadikan orang tersebut kuat. Jadi orang yang semangat itu pasti dengan senang hati mengerjakannya dan merasa optimis akan berhasil. Mereka yang bertekad adalah mereka yang semangat, yang tidak peduli hambatan yang dihadapi, tetap fokus pada tekad yang ingin dicapai. Tapi agar tidak terjangkit sifat sombong / arogan (like syaiton), Allah menyuruh kita untuk fokus pada apa yang kita lakukan bukan orang lain lakukan, tawakal aja, Allah bersama kita, kalau kurang nanti Allah tambah, kalau belum cukup nanti Allah tambahkan. Tawakal aja, Allah punya caraNya sendiri, bukan berdasarkan hitung-hitungan kita.
4 hari lagi TKD InsyaAllah, bismillah, semangat, lulus.
Ingat bahwa Devi sekarang ada di STAN bukan karena usaha, tapi sebenarnya karena doa orangtua mungkin, doa orang lain, atau mungkin sudah takdir. Devi lulus insyaAllah lulus. Buktinya apa? segala fasitilas telah Allah beri, materi TKD, bukubuku, kesehatan, waktu luang, rezeki berupa masakan kak Lila, orangtua yang sehat, Dafi  dan Calia yang menghibur agar tidak terlalu stres.
Begitupun tetang pernikahan ea.-. #takperlukhawatir,Allahpunyacarasendiri.
NB: aku sedih, hampir nangis karena kangen Bapak sama Mamak, tapi #Allahpunyacarasendiri aku mimpi, jalan sama Mamak dan Bapak, cerita/curhat, dan guyon :D. Yaa Allah :)
NB II: Jangan iri ya sama tulisan ini, sebab #Allahpunyacarasendiri ngebuat hatimu bahagia. :)
#gaperlukhawatir
Allah, I love you :)

wassalamualaikum

Senin, 07 Agustus 2017

Jangan berdoa dengan ragu-ragu



Bismillahirrahmanirrahim



Yaa Allah, ada satu permintaan yang aku ingin sekali Engkau mengabulkannya.

Yaa Allah :(

Hamba mohon ridhoin dan kabulkan Yaa Rabb.

aamiin



Inni Qoriib, Allah itu dekat.

Kamis, 03 Agustus 2017

Maafkan aku

Bismillahirrahmanirrahim

     Aku mau minta maaf sama semua orang,
Semua orang yang sering berada didekatku.
Aku mungkin orangnya kadang mengesalkan,
Karena bersikap manja.

    Tapi, ini membuat aku tidak terlalu menjadi anak yang pendiam seperti dulu.
Iya 2 tahun yang lalu, sebelum seperti sekarang.
Dulu, 2 tahun yang lalu saat aku baru pertama sekali berada di STAN.
Aku memilih menarik diri dari teman2 kelas.
Alasannya? karena mereka lebih baik dari aku.

     Sekarang, aku berada dilingkungan yang mereka menerimaku,
menerima sikapku yang kadang manja.
Iya, aku dibesarkan dengan lingkungan yang memanjakan tapi bukan dalam hal materi,
Tapi kasih sayang kedua orangtua, saudara, dan sepupuku.

     Mamak seorang guru TK swasta yang sekarang sudah jadi kepala sekolah,
Bapak seorang supir pribadi pemilik TK swasta itu.
Aku sayang mereka.

      Bapak pernah bilang, “aku ga pengen anakku kurang kasih sayang” itu aja.
Sampai aku umur 20 tahun, aku mamak,bapak masih boncengan bertiga naik sepeda motor.

       Aku mau minta maaf sama orang yang sering berada didekatku,
atau orang yang memperhatikan aku, kalau aku terlihat manja.

      Aku bersyukur kepada Allah masih memberikan kesehatan kepada Mamak dan Bapak, aku beryukur kepada Allah karena aku dibesarkan oleh orangtua yang mengusahakan rezeki yang halal.

      Yaa Rabb, bimbing aku dengan caramu, agar aku menjadi perempuan dewasa yang Engkau ridhoin, menjadi anak yang dibanggakan kedua orangtua bukan hanya didunia, tapi di akhirat kelak.
Aamiin.

Sabtu, 22 Juli 2017

Tulisan yang Bermanfaat :)


Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji hanya untuk Allah, pencipta langit dan bumi. Yang Maha Mengetahui isi hati setiap manusia.

Selawat kita berikan kepada Nabi Muhammad Shaulallahu’alaihiwasallah (Allahummasholi wassalim bawarik a’alayhi) seseorang yang paling terpuji akhlaknya, teladan bagi umatnya.

Heal fire adalah neraka.

Neraka adalah sebuah tempat dimana bentuknya pasti hitam, panas, bau, pengap, dan menjijikan.

Allah Maha Tahu segala isi hati. Walaupun penampilan kita terlihat baik, aurat sudah dijaga, hubungan dengan orangtua, keluarga, teman baik-baik saja, shalat terjaga, wudhu terjaga, apakah yakin Allah telah senang dengan kita, apakah sudah pasti Allah sudah selamatkan kita di neraka?

Allah Maha Mengetahui Segala isi hati. Keyakinan kita akan pertolongan Allah itu ada, keyakinan kita bahwa segala tempat bergantung hanya Allah, keyakinan kita bahwa Allah tidak menyiakan amal hambaNya yang Ikhlas, keyakinan bahwa Allah tidak menyiakan usaha hambanNya yang berniat karena Allah, keyakinan bahwa hanya dengan pertolongan Allah kita bisa istiqomah sampai khusnul khatimah.

Lantas aku bercermin, hubunganku dengan manusia setelah aku meninggal bagaimana? aku berharap mempunyai penghasilan diatas 10 juta sebulan diumur 24 tahun. Aku mulai mendirikan TK dan tempat mengaji di jawa diumur 25tahun, jadi sepeninggalanku nanti ada orang yang mendoakanku yang insyaAllah menyelamatkanku dari panas dan perihnya api neraka. aamiin

Aku yakin bisa terwujud, semoga Allah mudahkan, aamiin.

Motto hidup (terinspirasi dari vidio Muhammad Ali yang dishare teman di line)

“Berjuang lah untuk kehidupan setelah kematian mu and never quit untul quit”
"Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain"

https://timeline.line.me/post/_dTpMZ7IwZXXg7kGB6rRDZclJWNv_i77KDyJCLGQ/1149997042209057376 << vidionya

Wassalamua’alaikum

Jakarta Selatan (masa PKLdi KPPN JKT V)
22 Juli 2017

Minggu, 11 Juni 2017

Menahan Hati

Bismillahirrahmanirrahim

Jasad akan termakan oleh tanah, akal akan hilang bersama ruang dan waktu, sedangkan hati kembali pada Allah

Maka lakukan ini agar kita kembali pada ALLAH dengan sebaik-baiknya hati:

"Sanggup menahan hati ketika sangat berkehendak,

Sanggup menahan hati ketika sangat enggan,

Sanggup menahan hati ketika sangat ingin,

Sanggup menahan hati ketika sangat marah ".



Jumat, 09 Juni 2017

Aku Bahagia (part 1)

Bismillahirrahmanirrahim.
Berfoto setelah matkul Budaya Nusantara
Ujian UAS DIII terkakhir 



Mereka menerima aku adalah sesuatu yang membahagiaku. Tanpa harus aku merubah diriku.

Mereka teman yang berani memberikan saran, nasehat, dan kritik yang membangun ke aku.

alhamdullilah aku bersyukur tak terhingga.

Secara personal mereka adalah orang-orang yang amat berpendirian, yang mandiri, dan percaya akan keyakinan diri, dan menyukai deadline hehe


Bintaro, 09/06/2017

Aku Kembali

Bismillahirrahmanirrahim

Terima kasihku kepada temenku yang berusaha memahamkanku tetang makrifat.

Sesuatu yang menurutku sudah tidak baik,
Maka akan aku tinggalkan segera.
Seperti berita yang sering tersiar, yang aku tangkap hanyalah keberpihakan kepada satu pihak.
Lalu aku lari dari berita negeriku, tak peduli.

Namun, hari ini...
Aku merasakan hal baru.
Aku memberanikan diri membaca berita, memberanikan diri untuk bertabayun.
Ya.. aku bahagia :) aku bisa tahu kondisi negeri, kondisi dunia juga.  
Meskipun belum paham betul.

Aku, kamu, kita adalah pemuda bangsa.
Kontribusi apa yang kau inginkan untuk negeri ini?
Aku  suka membaca, dan menulis.
Maka aku melanjutkan hobiku itu, istiqomah. InsyaAllah.

Aku belajar kembali membaca yang benar, menulis yang benar.
Dan aku belajar objektif dengan bertabayun.
Untuk negeriku, dan untuk orangtuaku yang mengharapkan
kelak anaknya menjadi orang yang bermanfaat.

Aku tetap ingin menjadi anak yang dibanggakan kedua orangtua
Sampai kapan pun.. 

Bintaro, 09/06/2017

Rabu, 07 Juni 2017

Jatuh Cinta

Cinta, kamu tahu apa arti cinta?
Kamu pernah jatuh cinta?
Kamu jatuh cinta karena apa?
Aku ingin jatuh cinta karena hatinya.
Tapi hati tidak bisa dilihat.
Lantas bagaimana aku memilih?

Allah, Yaa Rabbi.
Aku meminta satu laki-laki yang bersih hati dan pikirannya.
Dia yang sholeh, yang paling menjaga kehormatannya.
Mudah bagi Mu untuk memberikan satu seperti itu.

Yaa Allah, hamba sedih,
Kenapa Engkau sering ditiadakan.
Dan Engkau bener-bener diingat dikala susah.
Yaa Allah, hamba malu karena yang hamba tulis diatas itu hamba :(

Yaa Rabb, jika niat ini melenceng segera ingatkan hamba.
Hamba mohon semohon-mohonnya Yaa Rabb.
Karena hamba hanya manusia pelupa yang ingat bilamana Engkau ingatkan.


Aamiin...
Bintaro, 7 Juni 2017

Sabtu, 15 April 2017

Sayangnya ALLah

Bismillahirrahmanirrahim

Dia bukanlah anak pembantah, namun agak keras kepala, dan ingin menang sendiri. Begitulah orangtuanya menilainya.
Sungguh pendiam dan pemalu anaknya. Tak banyak yang tahu apa mimpinya.
Kala itu setelah lulus SMA, Ia belum juga berjilbab kalau keluar rumah dimalam hari. Namun suatu hari ia katakan keteman kosnya.  “besok malem kalau keluar kos, aku mau pakai jilbab”.
Hidayah Allah tidak sampai situ saja. Suatu malam dia bermimpi melihat awan bertuliskan  lafahz Allah. Didalam mimpi itu dia bertanya apa artinya? Seseorang yang dia kenal menjawabnya “artinya kalau ada adzan langsung sholat, begitu tegasnya”. Dia bangun, lalu menelepon orangtuanya dan menangis ketakutan.
Sejak itu dia berusaha untuk sholat awal waktu.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dia ingin sekali melanjutkan pendidikan ditempat yang “keren menurutnya”, tapi dia tahu kemampuannya, dia ga bisa memaksa Allah. Jadi dia mengganti doa, yang biasanya “Yaa Rabb luluskan hamba menjadi Yaa Allah beri hamba tempat untuk melanjutkan pendidikan yang mendekatkan hamba kepadaMu”
Ku kenal dari dirinya waktu itu adalah dia mendekat ke Allah karena takut. Dia merasa takut jauh dari Allah, sebab dia yakin kesusahan akan menghampirinya kalau dia berani jauh dari Allah.

Alhamdullilah do’anya terkabul. Dia bahagia, dia merasa Allah sayang dengan dengannya. Namun Qadarullah, karena karakternya yang pendiam,dia tidak langsung ikut organisasi yang menambah kedekatannya pada RabbNya. Ditahun pertama pendidikan, kedekatannya dengan Allah hanya rutinitas. Pernah suatu hari dadanya begitu sempit, merasa lemah. Mengaji menurutnya bukan obat padahal seketika itu dibuka olehnya AlQuran dan membaca tafsirnya yang bertuliskan janganlah kamu merasa lemah, dan janganlah kamu bersedih hati karena kamu orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu orang-orang beriman.
Tahun kedua pendidikan, dia mempunyai logika dalam mencapai sesuatu katakanlah nilai yang baik saa ujian. yaitu persiapan, usaha dulu yang utama baru berdoa supaya semua lancar tanpa kendala. Padahal Allah bukanlah mitra dagang. Artinya kalau kita baik, Allah memberi yang kita pinta. Ilmu Allah amat luas.
Ditahun terakhir pendidikannya, ini tahun berwarna menurutnya. Dia sekarang telah ikhlas untuk berbaur dengan teman-temannya. Satu logika yang dia paham sekarang bahwa Allah tetap membantu semua hambanya, maksudnya bukan hanya pada mereka yang memiliki persiapan yang matang. Tapi juga pada mereka yang memiliki persiapan sedikit.
Allah sayang banget sama aku, pikirnya. Padahal Allah sayang sayang kepada semua hambaNya.
Waktu terus berjalan. Hari yang dilalui masih panjang pikirnya. Namun segera dia berfikir “aku sendiri tidak bisa menjamin bahwa aku bisa hidup besok”
Astagfirullah, dia mohon ampun. Segera dia membuat daftar daftar apa yang harus dilakukan hari.


-sekian-

Jumat, 14 April 2017

Paham

Bismillahirrahmanirrahim…

Aku manusia akhir zaman..
Yang merasa tidak nyaman jika tidak ada paket.
Astaghfirullah.

Aku bosan, aku futur.
Tapi aku tahu, Dia Maha Penyayang akan merasa kecewa kepadaku.
Jika aku turuti rasa bosan dan futur itu.

Aku bukan orang yang semangat selalu,
Tapi aku ingin menjadi orang yang lebih baik.
Aku bukan orang yang ikhlas dalam berbuat,
Tapi percayalah hati kecil ini menginginkan adanya keikhlasan dihati.

 Aku punya mimpi,
Pasti aku punya.
Mimpiku...
“orang yang paham ilmu”
Berbeda antara mereka yang tahu, dan paham.
Hamba pengen yaa Rabb menjadi bagian dari bagian orang-orang yang
Engkau beri pemahaman yang benar.

Dengan ilmu, amal yang kita lakukan lebih bernilai kan disisi Allah.
Dengan ilmu juga membuat kita lebih mengenal Allah,
yang jaraknya dekat dengan kita.


Kamu ga pengen kaya harta?
Bukan ga pengen, tapi kekayaan harta itu akan mengikuti.

Aku yakin.


The Reason for Hijrah

Buat engkau yang berhijrah karena ingin mendapatkan lelaki atau wanita yang soleh soleha.

Bersama dengan orang shalih/saliha 
Memang perintah Allah
Memang suatu keharusan

Tapi meletakkan harapan
atau menggantungkan kebaikan diri padanya
pada sosok itu adalah kesalahan
dan kekecewaan

seperti ini misalnya
“saya ingin menikah dengannya…
Alasannya karena “kita nanti bisa sholat bareng,
tadarus bareng, pergi kajian bareng.”

Jika  ternyata harapan itu terwujud,
alhamdullilah..
bagaimana kalau harapan itu hanya harapan?

Maka gantungkan harapan
Dan segala niat untuk menjadi baik
Hanya padaNya
Hanya padaNya…


Ust. Salim A F
(dengan penyesuaian pemahaman saya hehe)





Kamis, 06 April 2017

Control yourself

Bismillahirrahmanirrahim...

Untukku sebagai muslimah.
Muslimah harus berani,
Muslimah tidak boleh cengeng,
Muslimah harus semangat,
Muslimah tidak boleh bermalas-malasan,
Muslimah harus cerdas.

Untukku yang sedang dalam pendidikan.
Intinya pendidikan itu membuat kita bisa berteman dengan siapa saja,
Kalau kita paham, kita mengerti apa yang sedang dibicarakan suatu kelompok, menambah pengalaman, menambah pengetahuan.
Menambah saudara, menambah tempat saling berbagi.

Mamakku Sayang,
Aku biasanya suka menyalahkan diri sendiri. Tapi mamak selalu bilang “Mamak tahu gimana emba”.

Bapakku Sayang,
Orang yang paling bahagia kalau aku sedang belajar.

kita samasama sedang berhijrah dengan berharap hanya kepada Allah semata.

Mamak belajar bersabar dengan memiliki anak dan suami seperti kami.

Bapak belajar bersyukur atas hikmah dari kejadian dan kejadian yang sudah terjadi.

Dan aku belajar untuk tenang dan sungguh-sungguh dalam menjalani hidup didunia.



Senin, 13 Maret 2017

Ukhti, apakah engkau mengingginkan kebahagiaan?

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan cukuplah pujian itu diperuntukkan kepadaNya. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan atas para hambaNya yang terpilih…amma ba’du:
Saudariku Muslimah, Apakah engkau menginginkan kebahagian? Apakah engkau menginginkan ketenangan? Apakah engkau menginginkan keamanan dan kemapanan? Apakah engkau menginginkan hal itu semuanya di dunia dan di akhirat? Sesungguhnya kebahagian itu wahai saudariku Muslimah, semuanya ada dalam ketaatan kepada Allah. Kebahagian seluruhnya ada di dalam meniti di atas manhaj Allah dan di jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam , Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan barangsiapa menta’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Al-Ahzab: 71)
Sesungguhnya kesengsaraan (kemalangan) seluruhnya ada dalam kemaksiatan kepada Allah dan kebinasaan seluruhnya ada pada selain manhaj (jalan) Allah dan RasulNya Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Al-Ahzab: 36)
Saudariku Muslimah, Dengan suara orang yang mencintai dan mengasihi, dengan ucapan orang yang memberikan nasehat dan memberikan peringatan, aku mengajakmu kepada ketaqwaan kepada Allah ‘Azza wa Jalla, kemudian aku mengajakmu untuk yang kedua kali agar engkau memuji Allah ‘Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat iman dan al-qur’an. Allah telah memuliakanmu, mensucikanmu dan mengangkat kedudukanmu beberapa derajat. Tidak ada ajaran manapun yang lebih tinggi dalam hal mengangkat derajat wanita selain ajaran Islam. Tidak hanya cukup demikian, bahkan Allah banyak menurunkan hukum-hukum yang khusus berkenaan dengan masalah wanita di dalam kitabNya yang mulia. Sedangkan sebelum Islam, wanita dijadikan barang dagangan yang murah dan hina, bagaikan perhiasan yang tidak ada nilainya. Hina di mata walinya, hina di mata keluarganya, serta dihinakan oleh masyarakat yang dia hidup di dalamnya. Oleh karena itu terkadang ia diperlakukan seperti binatang, bahkan perlakuan mereka terhadap binatang lebih baik daripada memperlakukan wanita.
Sesungguhnya engkau, wahai saudariku Muslimah, tidak akan mendapatkan kemuliaanmu kecuali dalam agama ini, maka berpegang teguhlah engkau dengan (agama ini) dan dengarkanlah firman Allah ‘Azza wa Jalla yang telah menceritakan kisah orang terdahulu, mestilah engkau selalu mengingatnya agar engkau memuji Allah atas kenikmatan yang engkau dapatkan. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan, ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (An-Nahl: 58-59)
Memang pada zaman jahiliyah sebelum Islam, benar-benar telah terjadi pembunuhan anak perempuan, bahkan kadang menguburnya hidup-hidup. Sehingga Islam datang sebagai rahmat bagi alam semesta, mewasiatkan untuk mendidik anak-anak perempuan dan memelihara mereka, serta menjadikan pahala yang besar bagi orang yang melaksanakan hal itu.
Ingatlah, kemudian -wahai Ukhti Islam- pujilah Allah yang telah memberi hidayah kepadamu pada agama ini, yang telah memuliakanmu, menghormatimu dan mengangkat kedudukanmu dengan agama ini, di saat wanita-wanita selainmu di alam ini telah tersesat. Kemudian berpegang teguhlah engkau dengan tali yang kuat tersebut (agama Islam), sesungguhnya itu adalah merupakan satu-satunya sandaran, meskipun sandaran-sandaran lain mengkhianatimu. Ketahuilah sesungguhnya engkau akan ditimpa adzab (siksaan) Allah jika engkau tidak tunduk pada perintah-perintah Allah, berhenti pada batasan-batasan dan menjauhi laranganNya.
Saudariku Muslimah Sesungguhnya musuh-musuhmu banyak sekali, dan sesungguhnya orang yang ingin memanfaatkanmu dalam upaya meruntuhkan agama, rasa malu dan keutamaan banyak sekali, dan boleh jadi mereka itu dari kalangan kita sendiri.
Salah seorang dari mereka (musuh-musuh Islam) berkata: “Tidaklah keadaan negeri Timur menjadi makmur melainkan apabila seorang pemudi melepaskan hijabnya dan membenamkan (menguburkan) Al-Qur’an dengannya!”. Sesungguhnya dengan hal itu mereka ingin mengeluarkanmu menuju kesengsaraan dan kebinasaan, mereka mengajakmu menuju neraka Jahannam. Maka jika engkau menyambut mereka, mereka akan melemparkanmu ke dalamnya. Mereka ingin agar engkau menjadi wanita durhaka, yang berbuat fasiq dan membuka aurat. Mereka berusaha menggiringmu. Mereka menunggumu dengan sangat sabar agar engkau melepaskan abaya (pakaian muslimah) serta melepaskan hijab dengan segala konsekwensinya, yaitu melepaskan keimanan, rasa malu dan kesucian, kemudian engkau akan meninggalkan kewajiban-kewajiban lainnya. Pada saat itu, perbuatanmu tersebut menyenangkan mereka (para musuh), mereka mempermainkanmu seperti anak-anak bermain-main dengan bola, dan mereka mempermainkanmu seperti anjing-anjing bermain-main dengan bangkai, semoga Allah menjagamu dari mereka.
Saudariku Muslimah Apa sikapmu terhadap mereka? Sesungguhnya sikap yang ditunggu darimu adalah berpegang teguh pada agama Allah, berjalan di atas rel batasan-batasanNya dan tidak menyambut ajakan mereka.
Buatlah mereka menjadi marah, dengan tidak memperhatikan mereka dan tidak mendengarkan mereka, buatlah mereka menjadi bersedih dengan keteguhanmu berpegang pada agamamu, dengan menjaga rasa malumu dan beriltizam dengan hijabmu.
Saudariku Muslimah Sesungguhnya sebagian wanita menggambarkan bahwa sufur adalah membuka muka wanita saja, tidak…tidak ini saja. Sesungguhnya termasuk sufur adalah pakaian yang ketat, yang pendek dan yang tipis. Sesungguhnya termasuk sufur adalah memakai wangi-wangian ketika keluar menuju tempat-tempat yang di dalamnya ada laki-laki. Sesungguhnya yang termasuk sufur adalah memakai pantalon. Apakah engkau tidak mendengar sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam :
“Dua golongan ahli neraka yang aku belum pernah melihat keduanya …(dan beliau menyebutkan): Para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang, mereka menyimpang dari jalan yang benar dan memperlihatkan kejelekan mereka kepada orang lain, kepala mereka seperti punuk unta yang miring mereka tidak akan memasuki surga, dan mereka tidak akan mendapatkan bau surga, sesungguhnya bau surga tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim).
Ahlu `Ilmi berkata: makna Para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang adalah bahwa mereka memakai pakaian akan tetapi pakaian-pakaian itu ketat, tipis atau tidak menutupi seluruh badan.
Saudariku Muslimah Apakah engkau ridha (rela) menjadi penghuni neraka? Apakah engkau ridha memakai pakaian yang dengan pakaian itu engkau menangggalkan rasa malu? Apakah engkau ridha memamerkan dirimu seperti dipamerkannya barang dagangan, lalu setiap orang yang rendah dan hina akan selalu dihubungkan denganmu? Tidak wahai pemudi Islam, aku tidak mengira engkau akan ridha dengan hal yang demikian itu, dan inilah adalah yang diharapkan darimu.
Saudariku Muslimah, Agamamu adalah bentengmu yang amat kokoh, (untuk) memelihara kesucianmu, rasa malumu dan kemulianmu. Agamamu memerintahkanmu untuk berhijab dan memiliki rasa malu. Kapan saja engkau meninggalkan perintah ini, maka engkau akan ditimpa adzab Allah Subhanahu wa Ta’ala di akhirat Sedangkan di dunia engkau menjadi mangsa serigala-serigala manusia yang ingin mencuri kesucianmu agar engkau merasakan kesusahan (kesedihan) sepanjang hidup. Akan tetapi sebagian akhwat (saudara-saudara perempuan) -semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan hidayah kepada mereka- telah mendengar seruan serigala-serigala itu, tetapi malah bekerja untuk mereka, keadaan mereka (akhawat) seperti perkataan para penyair:
“Kambing digiring menuju kematian,
Dia berjalan dan mengembik menuju para penyembelih.”
Saudariku Muslimah, Wahai wanita yang beriman kepada Allah, wahai wanita yang menutupi auratnya dengan penutup yang Allah syari’atkan, waspadalah! Waspadalah dari ketergelinciran, sesungguhnya ketergelinciran akan mengantarkan kepada neraka, dan neraka adalah seburuk-buruk tempat kembali. Waspadalah! Waspadalah dari menyerupai wanita-wanita kafir, sesungguhnya barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk (golongan) mereka.
Engkau wahai saudariku Muslimah Seorang wanita yang berkedudukan tinggi, engkau seorang wanita yang mulia dan engkau seorang wanita yang suci. Kedudukanmu tinggi karena Al-Qur’an, engkau mulia karena iman, dan suci karena engkau berpegang-teguh pada agama ini. Maka bagaimana (mungkin) seorang wanita yang suci mengekor wanita yang najis?
Saudariku Muslimah, Sesungguhnya kami, -demi Allah- benar-benar merasa heran terhadap pemudi yang mendengar sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : “Dua golongan ahli neraka…”.(al-Hadits.) kemudian tetap senantiasa memakai pakaian yang ketat, tipis dan menyingkap (membuka) wajah dan sebagian tempat-tempat fitnah lainnya.
Maka wahai wanita Muslimah yang shalat dan sujud, wahai orang yang menundukkan kepalamu kepada Dzat (Allah) Yang Maha Hidup dan terus menerus mengurus makhluqNya, dan menundukkan pendengaran dan penglihatan untukNya, apakah tidak cukupkah bagimu hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tadi sebagai larangan? Demi Allah itu adalah merupakan ancaman dan larangan yang sangat keras. Jika diberikan pada gunung-gunung yang kokoh, tentu gunung-gunung itu akan berantakan. Kerugian apakah yang lebih besar daripada diharamkan masuk surga yang penuh kenikmatan? Dan tinggal ditingkatan-tingkatan neraka Jahim?
Saudariku Muslimah, Takutlah engkau kepada Allah dan laksanakan tugas-tugas yang Dia wajibkan kepadamu. Apabila hatimu mengeras maka ingatlah bencana yang telah menimpa orang lain. Engkau tidak tahu kapan bencana itu akan datang kepadamu, sesungguhnya itu adalah maut yang pasti terjadi.
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Ali-Imran :185)
Ingatlah wahai wanita hamba Allah, pada hari di mana engkau diletakkan dalam kuburan, dalam lubang yang gelap dan sepi itu. Ingatlah ketika sangkakala ditiup dan engkau dikumpulkan bersama para makhluq dalam keadaan tidak memakai alas kaki, telanjang dan kebingunan. Matahari benar-benar akan dekat darimu kurang lebih satu mil, dan engkau akan dipanggil dengan namamu diantara para makhluq untuk dihisab. Bagaimana keadaanmu ketika itu wahai hamba Allah? Di mana persiapanmu wahai wanita yang lalai? Berapa banyak ketergelinciran-ketergelinciran dalam kitabmu? Apakah mode-mode pakaian akan bermanfaat ketika itu? Apakah lagu, sinetron, film dan majalah-majalah (yang merusak) akan bermanfaat? Apakah barang-barang permata akan bermanfaat? Tidak demi Allah, hal itu tidak akan memberikan manfaat sedikitpun selamanya. Yang akan memberikan manfaat pada saat itu hanyalah kebaikan-kebaikan, dan amal-amal shalih, setelah mendapatkan rahmat dari Rabb bumi dan langit.
Ingatlah, Ingatlah wahai wanita hamba Allah, pada hari di mana engkau diletakkan dalam kuburan, dalam lubang yang gelap dan sepi itu. Ingatlah ketika sangkakala ditiup dan engkau dikumpulkan bersama para makhluq dalam keadaan tidak memakai alas kaki, telanjang dan kebingunan. Matahari benar-benar akan dekat darimu kurang lebih satu mil, dan engkau akan dipanggil dengan namamu diantara para makhluq untuk dihisab.
Bagaimana keadaanmu ketika itu wahai hamba Allah? Di mana persiapanmu wahai wanita yang lalai? Berapa banyak ketergelinciran-ketergelinciran dalam kitabmu? Apakah mode-mode pakaian akan bermanfaat ketika itu? Apakah lagu, sinetron, film dan majalah-majalah (yang merusak) akan bermanfaat? Apakah barang-barang permata akan bermanfaat? Tidak demi Allah, hal itu tidak akan memberikan manfaat sedikitpun selamanya. Yang akan memberikan manfaat pada saat itu hanyalah kebaikan-kebaikan, dan amal-amal shalih, setelah mendapatkan rahmat dari Rabb bumi dan langit.
Ingatlah, maka bertaqwalah kepada Allah wahai putri Islam, bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang ke luar ke pasar-pasar dalam keadaan bertabaruj (memperlihatkan kecantikan) dan membuka muka. Bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang memakai abaya (pakaian muslimah) untuk perhiasan, bukan untuk menutupi dan kesucian. Bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang bercampur baur dengan laki-laki. Bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang keluar (rumah) dalam keadaan memakai wangi-wangian menuju pasar-pasar dan jalan-jalan. Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang menawarkan dirimu untuk berkhalwat (menyendiri) dengan laki-laki asing.
“Tidaklah seorang laki-laki bersepi-sepi (berduaan) dengan seorang wanita melainkan setan menjadi orang yang ketiga (diantara) keduanya.”
Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang mendidik anak-anakmu dengan pendidikan yang tidak baik/benar. Engkau tidak mengingatkan mereka dengan ketaatan kepada Allah, tidak menasehati mereka dan tidak menunjukkan mereka pada apa-apa yang dapat memberikan manfaat pada mereka di dunia dan di akhirat. Bertaqwalah kepada Allah dan jagalah dirimu dari menjadi barang mainan di tangan orang-orang yang lemah iman. Bertaqwalah pada Allah dan kembalilah pada petunjuk sebelum datang suatu hari yang pada hari itu hati-hati dan pandangan-pandangan (mata) dibalikkan. Ketahuilah bahwa adzab Allah sangat keras, dan sesungguhnya engkau -demi Allah- tidak akan kuat merasakan adzab neraka.
Sesungguhnya gunung-gunung jika dilewatkan pada neraka maka dia akan meleleh karena kuatnya panas neraka. Maka di mana engkau wahai wanita yang lemah dibandingkan dengan gunung-gunung yang perkasa dan kokoh? Sesungguhnya engkau mampu bersabar atas rasa lapar dan haus, dan engkau mampu bersabar atas bahaya. Akan tetapi demi Allah yang tidak ada ilah (sesembahan) yang berhaq untuk disembah selain Dia, tidak ada kesabaran bagimu terhadap neraka. Ingatlah, maka selamatkanlah dirimu dari neraka sebelum terlambat. Ketahuilah bahwa dunia ini pasti akan berlalu dan akhirat adalah tempat yang kekal, dan bahwa terbongkarnya kejelekkan-kejelekkan (aib-aib) di hadapan seluruh manusia di hari pembalasan adalah peristiwa yang sangat besar. Maka bertaqwalah engkau kepada Allah, kemudian bertaqwalah engkau kepada Allah wahai hamba Allah!
Semoga Allah memberikanmu taufiq kepada apa-apa yang dicintai dan diridhai olehNya, dan semoga Allah memberikan manfaat kepadamu dari apa-apa yang engkau dengar dan engkau baca, dan semoga Allah menjadikannya sebagai pendukung bagimu bukan sebagai bumerang atasmu.
Semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepada nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, keluarganya dan para sahabatnya seluruhnya.

sumber: http://www.kajianislam.net/2008/10/ukhtiapakah-engkau-menginginkan-kebahagian/
semoga artikel ini memberi hidayah kepada kita ya ukhti, aamiin.

Minggu, 12 Maret 2017

Bahagia adalah saat sehatnya akal

Menggunakan akal atau logika yang sehat

Bahagia adalah saat akal sehat yang diutamakan dibanding hanya perasaan yang melemahkan.

Bahagia adalah saat bisa melihat orangtua bahagia.
Entah itu dalam sukses pendidikan atau hanya sekedar bercerita sehari-hari.

Bahagia adalah saat apa apa yang diwajibkan Allah, kita bisa laksanakan.
Bahagia adalah saat amanah dari Allah, dari orangtua, dari negara itu ternyata kita bisa laksanakan dengan usaha terbaik.

Bahagia adalah saat mampu kita menjauhkan diri dari apa yang dilarang Allah,
Bahagia adalah saat kita bisa taat sama Allah dalam keadaan lapang maupun sempit.

Bahagia adalah bisa mengalahkan rasa malas, khawatir, keraguan, dan ketidakfokusan.
Bahagia adalah saat tulisan kita menjadi pemberat amal bukan sebaliknya. 

Bahagia adalah bukan hanya aku dan kamu.
Tapi bagaimana umat ini nantinya.

H- 28 UTS
Prepare propsal
Aku belajar dewasa






Surat Ayah kepada Anaknya



Assalamu'alaykum wr. wb. 
Aku tuliskan surat ini atas nama rindu yang besarnya hanya Alloh yang tahu. Sebelum kulanjutkan, bacalah surat ini sebagai surat seorang ayah kepada anaknya yang sesungguhnya bukan miliknya, melainkan milik Tuhannya. Nak, menjadi ayah itu indah dan mulia. Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang indah karena ia didasari sebuah cinta. Sebuah cinta yang telah terasakan bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun kutemui. 
Nak, menjadi ayah itu mulia. Bacalah sejarah Nabi-Nabi dan Rasul dan temukanlah betapa nasehat yang terbaik itu dicatat dari dialog seorang ayah dengan anak-anaknya. Meskipun demikian, ketahuilah Nak, menjadi ayah itu berat dan sulit. Tapi kuakui, betapa sepanjang masa kehadiranmu di sisiku, aku seperti menemui keberadaanku, makna keberadaanmu, dan makna tugas kebapakanku terhadapmu. 
Sepanjang masa keberadaanmu adalah salah satu masa terindah dan paling aku banggakan di depan siapapun. Bahkan dihadapan Alloh, ketika aku duduk berduaan berhadapan dengan Nya, hingga saat usia senja ini. Nak, saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk engkau sebagai buah cintaku dan ibumu. Sebagai bukti, bahwa aku dan ibumu tak lagi terpisahkan oleh apapun jua. 
Tapi seiring waktu, ketika engkau suatu kali telah mampu berkata: “TIDAK”, timbul kesadaranku siapa engkau sesungguhnya. Engkau bukan milikku, atau milik ibumu Nak. Engkau lahir bukan karena cintaku dan cinta ibumu. Engkau adalah milik Alloh. Tak ada hakku menuntut pengabdian darimu. Karena pengabdianmu semata-mata seharusnya hanya untuk Alloh. Nak, sedih, pedih dan terhempaskan rasanya menyadari siapa sebenarnya aku dan siapa engkau. 
Dalam waktu panjang di malam-malam sepi,kusesali kesalahanku itu sepenuh -penuh air mata dihadapan Alloh. Syukurlah, penyesalan itu mencerahkanku. Sejak saat itu Nak, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya. Membuatmu senantiasa berusaha memenuhi keinginan pemilikmu. Melakukan segala sesuatu karena Nya, bukan karena aku dan ibumu. Tugasku bukan membuatmu dikagumi orang lain, tapi agar engkau dikagumi dan dicintai Alloh. 
Inilah usaha terberatku Nak, karena artinya aku harus lebih dulu memberi contoh kepadamu dekat dengan Alloh. Keinginanku harus lebih dulu sesuai dengan keinginan Alloh. Agar perjalananmu mendekati Nya tak lagi terlalu sulit. Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu berdua, tak pernah engkau kuhindarkan dari kerikil tajam dan lumpur hitam. Aku cuma menggenggam jemarimu dan merapatkan jiwa kita satu sama lain. Agar dapat kau rasakan perjalanan rohaniah yang sebenarnya. Saat engkau mengeluh letih berjalan, kukuatkan engkau karena kita memang tak boleh berhenti. Perjalanan mengenal Alloh tak kenal letih dan berhenti. Nak. Berhenti berarti mati, inilah kata-kataku tiap kali memeluk dan menghapus air matamu, ketika engkau hampir putus asa. 
Akhirnya Nak, kalau nanti, ketika semua manusia dikumpulkan di hadapan Alloh, dan kudapati jarakku amat jauh dari Nya, aku akan ikhlas. Karena seperti itulah aku di dunia. Tapi, kalau boleh aku berharap, aku ingin saat itu aku melihatmu dekat dengan Alloh. Aku akan bangga Nak, karena itulah bukti bahwa semua titipan bisa kita kembalikan kepada pemiliknya. Dari ayah yang senantiasa merindukanmu.
Wassalamu'alykum wr.wb. 
*Diambil dari sebuah blog. :)

Selasa, 26 September 2017

Perkara Jodoh

Diposting oleh Devi Suhaila di 06.56 0 komentar Link ke posting ini

Bismillahirrahmanirrahim

Perkara jodoh.

Perhatikan langit, coba perhatikan.
Sekarang Siang atau malam?
Matahari atau bulan yang muncul?

Perhatikan nyamuk, coba perhatikan.
Nyamuk dapat berkembang biak dengan sesama nyamuk, kan?
Begitu juga dengan hewan-hewan yang lain.

Apa hikmahnya?
Semua ciptaan ALLAH sudah ada pasangannya.
Tak boleh risau.

Seseorang akan datang, yang mempunyai pemikiran yang sama seperti kita.
Disaat yang tepat, waktu yang tepat, ketika kita telah siap.

Doaku, semoga temen-temen yang ingin segera menikah, disegerakan menikah.
Semoga pasangannya seseorang yang sesuai harapan,
yang bisa membantu dalam ketaatan kepada ALLAH, aamiin.

Tetap semangat memperbaki niat dan beramal demi bertemu ALLAH di Syurga.


Wassalamua’alaikum.

Senin, 25 September 2017

Just Imagine Jannah

Diposting oleh Devi Suhaila di 23.23 0 komentar Link ke posting ini
Bismillahirrahmanirrahim

Bayangkan apa yang kamu inginkan di Syurga.

Aku pengen jadi pengisi suara kartun, komikus muslimah, dan punya rumah produksi kartun.

Aku pengen dapat rumah di Syurga warnanya bening, di depannya ada sungai, ayunan dan kebun mawar, juga ada taman bacaan yang lengkap dan luas bangeeet.

Semoga lebih baik dari yang diharapkan, aamiin 

Ini cara baru yang aku lakukan untuk motivasi diri agar terus dekat dengan Rabb ku.


Wassalamua’alaikum 

Rabu, 20 September 2017

Believe in ALLAH, It's Enough.

Diposting oleh Devi Suhaila di 07.08 0 komentar Link ke posting ini
Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdullilah atas nikmat iman kepada ALLAH Yang Maha Penyatun dan Yang Maha Penyayang, yang tidak meninggalkan hamba-hambaNya.

Terdapat hubungan antara iman dan ketenagan batin (jadi kalau ada orang yang menyatakan bila seseorang itu terlihat baik secara zahir, tapi dia tidak tenang karena memang karakter di dalam dirinya adalah pernyataan yang salah).

ALLAH berfirman dalam surah Al-An’am (surah ke-6 ayat 28):
Alladzina aamanuu walam yalbisuuuuuu iimaanahummm bizulmin uulaaaaika lahumul amnu wahumm muhtadun.
Orang-orang yang beriman yang tidak mencampurkan iman mereka dengan syirik/dzalim mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk.

Aku  yang mengaku beriman kepada ALLAH harus sudah berkomitmen untuk “believe in ALLAH”, tidak perlu ada rasa cemas, khawatir, takut kepada selain ALLAH.

Ayat ini turun menceritakan tetang Nabi Ibrahim yang tidak takut dengan kaumNya yang berbuat syirik.

Nasehat buat diri ini, jangan takut, kita takut ke ALLAH sedangkan mereka takut ke siapa? Padahal kita tidak takut dengan yang mereka takutkan (jangan zalim kepada ALLAH). 

Berkomitmen yang kuat dengan teguh penuh pengetahuan, memelihara diri dari kejahatan, melakukan penjagaan yang kuat.

Wallahua'lam

Kebaikan yang aku dapati sesungguhnya dari ALLAH.

wassalamua'laikum

Kamis, 14 September 2017

AHSAN

Diposting oleh Devi Suhaila di 21.50 0 komentar Link ke posting ini
Bismilahirrahmanirrahim

Ahsan adalah lebih baik,
ALLAH tidak meminta yang terbaik.

Ahsanu amala, sebenernya ALLAH bukan pengen kita menjadi yang terbaik,
ALLAH pengen kita melakukan amalan yang lebih baik dari yang kita telah lakukan.

Wassalamu’alaikum

Selasa, 12 September 2017

Untukmu, Kawan.

Diposting oleh Devi Suhaila di 04.17 0 komentar Link ke posting ini
Bismillahirrahmanirrahim

Dirimu merasa tak mampu, kawan?
Jangan merasa begitu.
Dirimu sebenarnya telah menang
Karena engkau sedang berusaha.

Aku tahu ini tidak mudah, kawan.
Tapi coba bayangkan jika engkau telah menguasainya,
engkau membacanya,
engkau mengulanginya,
semakin dalam menancap dihati.

Jangan merasa tertekan, kawan.
Kesulitan ini membuatmu sadar bahwa dirimu lemah dan rendah,
Lemah dan rendah dihadapan ALLAH.
Bahwa sesungguhnya ALLAH yang memberi kemudahan itu.

Semangat, kawan.
Waktu tak pernah berhenti.
Satu jam sekarang tidak sama dengan satu jam yang lalu.

Semangat, kawan.
Jangan menunda.
Tolong jangan menunda lagi.
Jangan biarkan syetan senang mempermainkan dirimu karena penundaanmu.

Kawan, jika hari ini engkau belum bisa berbagi.
Tapi, jangan pernah rendah harga dirimu dihadapan manusia.
Pesanku, jangan biarkan dirimu menjauh dari Rabbmu.
Biarkan Rabbmu membimbingmu.

Oiya, kawan.
Jaga niat baikmu.
tindakan yang kau lakukan untuk memperbanyak amal.
Panennya bukan di dunia ini, tapi di akhirat.

engkau yang membaca tulisan ini,
dan mendapatkan manfaat di dalamnya,
tolong doakan dengan tulus saudaramu ini beserta orangtuanya
semoga kita semua selalu dalam bimbingan ALLAH.


Wassalamu’alaikum 

Sabtu, 09 September 2017

Al Quran, dapat apa?

Diposting oleh Devi Suhaila di 03.33 0 komentar Link ke posting ini


Bismillahirrahmanirrahim

Al-Quran, kenapa baru tahu jika Al-Quran itu sesuatu yang keren bangettt.

ALLAH menyempurnakan nikmat ALLAH berupa Al-Quran.

Subhanallah, kalau kita mau memikirkannya(ini menurut saya ya) firman ALLAH turun karena suatu peristiwa. Kenapa ada peristiwa itu dan firman itu turun? Itu sebagai pelajaran bagi kita, iya untuk kita umat muslim yang pedomannya kitab Al-Quran. Jadi ALLAH dulunya buat suatu peristiwa, peristiwa yang besar itu yah untuk kita semua, agar kita mau mengambil pelajaran.

Huruf-huruf Al-Quran itu mukjizat, subhanallah. Dari zaman Rasul hingga sekarang, isi Al-Quran tetap sama, tidak ada yang berubah. Pembacaan Al-Quran di negara manapun sama, subhanallah.

Kalau kita tahu bacaan Al-Quran kita jadi mengingat ALLAH. ALLAH juga sudah berkata dalam Al-Quran, bahwa ALLAH memudahkan Al-Quran untuk kita.

Wassalamu'alaikum.

Kamis, 24 Agustus 2017

Al Quran tidak membuatmu bengkok

Diposting oleh Devi Suhaila di 17.46 0 komentar Link ke posting ini
Assalamu’alaikum

Bismillahirrahmanirrahim

Nama saya Devi Suhaila

Ketika sekolah dasar, pengetahuan agama saya sekedar mengaji Al-Quran yang tujuannya supaya khatam (Astaghfirullah). Mengaji di Madrasah dekat rumah tapi saya tidak tahu kenapa saya harus ngaji juga di Madrasah, mungkin manfaatnya adalah waktu saya tidak saya habiskan dengan menonton TV di rumah dan saya bisa hafal setengah dari do’a shalat jenazah.

Ketika SMP, zaman itu adalah zaman HP, zaman FB, zaman suka lawan jenis, zaman sinetron. Waktuku banyak terbuang percuma di hal-hal itu (Astaghfirullah). Pengetahuan agamaku adalah bahwa agama itu adalah sholat dan perbuatan mana yang dikatakan berdosa atau tidak.

Ketika SMA, ini masa dimana aku melawan keras orangtua (Astaghfirullah) begitu tidak bersyukur kepada orangtua. Pengetahuan agama, aku dapat dari mentoring dan aku sudah tidak mengaji Al Quran lagi karena sudah khatam (Astaghfirullah), aku sempat menangis karena pengen ikut mengaji, tapi setiap orangtua pasti punya keinginan yang lain untuk anaknya. Waktu SMA banyak aku habiskan dengan cara pandangku sendiri terhadap semua keadaan yang tidak berlandaskan Al-Quran dan Sunnah.

Keterlibatan Allah dalam pikirkan saya dulu hanya sekedar untuk disembah ketika shalat(Astaghfirullah)

Umur saya sekarang 21 (Oktober 2017). Banyak sekali hal-hal yang saya ingin punya dan lakukan. Sekarang saya harus bijak terhadap segala yang saya lakukan. Al Quran lah yang harus saya pegang, yang harus saya “rasakan” isinya.  Hati, pikiran ,dan lisan juga harus saya latih untuk berkata jujur kapanpun, dan kepada siapa pun.

“Umur saya sudah 21 tahun, saya harus memaksa diri saya untuk selalu dekat dengan Al-Quran dan memaksakan diri saya untuk merasakan Al-Quran. Karena sudah banyak waktu yang saya habiskan percuma yang menjauhkan saya dari Al-Quran”.

Mungkin dalam perjalanan ini banyak ketidak sesuaian yang akan terlihat. Tetaplah berpegang pada Al-Quran. Mungkin perjalanan ini akan terasa sangat tertekan, tetaplah berpegang kepada Al-Quran. Karena pada akhirnya Al-Quran akan menjadi saksi dihadapan Allah kelak, apa yang telah diri ini lakukan terhadap Al-Quran.


Wassalamu’alaikum

Rabu, 23 Agustus 2017

Syukuri saja.

Diposting oleh Devi Suhaila di 20.57 0 komentar Link ke posting ini

Bismillahirrahmanirrahim

Allah mengatakan dalam surah Ibrahim ayat 7 “Sesungguhnya, jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu”.

Sore tadi Mamak calling me hehe  “ ....... Mba harus bersyukur, apapun bersyukur, sebab kalau tidak bersyukur uang segunungpun masih kurang....”
“Mamak orangnya ga pinter, tapi kalau berkerja memberikan yang terbaik dari diri Mamak”
“Jangan pernah meminta ke orang lain”
“Pembicaraan ditutup dengan, sudah dulu ya Mba, Bapak sudah pulang.”

Mamak menunjukkan rasa syukurnya bukan hanya dengan berkata Alhamdulillah. Mamak bersyukur dengan cara melakukan yang terbaik, memberikan yang terbaik dari diri Mamak karena dulu aku dengar Mamak sering tidur tengah malam mungkin lewat jam 12 mengkoreksi tugas murid  atau kerjain kerjaan sekolah, Mamak juga seseorang tetap tersenyum ke semua orang, memperlakukan semua orang sama, meski mereka tukang bersih-bersih, guru, wali murid, tukang becak, maupun kepada kepala yayasan, aku lihat Mamak memperlakukan semua orang dengan penuh hormat. Jadi benarlah kalau bersyukur bukan hanya berkata alhamdulillah, tapi bersyukur adalah dibuktikan dengan tindakan dan cara berfikir.

Rata-rata temen di tempat Mamak kerja sudah S1 dan sudah disertifikasi dan pasti mendapat pendapatan yang lebih, sedangkan Mamak belum S1, namun Mamak diangkat jadi kepala sekolah. Mamak selalu bilang “Mamak gapapa belum disertifikasi, tapi alhamdulillah anak Mamak kuliahnya ga bayar”

Allah bilang kan dalam surah Ibrahim ayat 7, kalau kita bersyukur Allah akan menambah nikmat kepada kita. Sedikit aja bersyukur, Allah sendiri bersumpah akan menambahkan nikmatNya kepada kita yang bersyukur. Aku(Allah) akan memberikan lebih, lebih dan lebih. Aku bersumpah, Aku (Allah) akan berikan apa yang kamu pikirkan, jika itu bermanfaat bagimu, akan Aku jaga, Aku janji, kamu cukup tunjukan rasa syukurmu kepadaKu.


Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepadaNya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah niscaya kamu tidak mampu menghitungnya...” Surah Ibrahim ayat ke 34.

Kamis, 17 Agustus 2017

Mencintai dan Menyayangi

Diposting oleh Devi Suhaila di 17.48 0 komentar Link ke posting ini
Bismillahirrahmanirrahim

Dapatkah aku memberi rasa kasih sayang dan cinta diriku kepada Allah, kepada semua manusia, termasuk manusia yang tidak menyukaiku?

Di hidup ini kita harus mencintai dan menyayangi semua makhluk. Karena kita manusia, bukan syetan menyimpan rasa dendam. Menghilangkan rasa egois itu butuh proses, kita usaha untuk memberikan rasa cinta dan sayang ke manusia itu dengan  memberikan segalagalanya. Karena cinta dan sayang adalah segalagalanya. Minta ke Allah dengan dzikir dan doa, inysaAllah sifat egois yang ada di dalam hati akan dihilangkan Allah.

Jangan pernah ada rasa dendam, karena itu sifatnya setan. Doakan mereka yang menyakiti “Yaa Allah semoga dia masuk syurga”. Dzikir selalu dzikir ke Allah, alam ini juga menyambut dzikirmu, pohon-pohon menyambut dzikirmu,udara menyambut dzikirmu. Allah akan senang kepada orang yang berdzikir.

Apakah mereka yang kaya bahagia? belum tentu. Mereka tidak tenang. Mencari ketenangan, ketenangan itu ada didalam hati.

Dalam hal ekonomi, manusia mempunyai sifat ingin instan dan banyak uangnya, tapi sebenarnya Allah sudah menakarkan, maksudnya uang segini cukup untuk hidup diri ini, tanpa meminta pun Allah pun sebenarnya akan memberi.

Jangan pernah meminta-minta ke orang, Allah sudah memberikan rezeki masing-masing ke kita. Itu sudah cukup, hanya manusia saja yang merasa tidak cukup.  Rejeki itu bukan hanya dari gaji, tapi bisa dari orang lain. Kerjain apa aja untuk mendapatkan uang, duit itu sejatinya Doa Usaha Ikhtiar Tawakal. :)

Pak Aamiin.

( perjalanan dari kos Mbah Dar ke rumah Huda)

Amazed Quran from TKD test

Diposting oleh Devi Suhaila di 03.44 0 komentar Link ke posting ini

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah alhamdulillah,
this word can drop your tear, when Quran said is true.
“The truth has come” 

Allah said that “Allah doesn’t take take a soul beyond its scope” (Al Baqarah; 286)
Then we think “ How Allah do that?, because of His Wise” :’) 

Alhamdullilah alhamdullilah I passed the TKD test.
Deg deg deg, I think, its the most horrible test I had followed.
Remember it, Rahmat Allah comes before takdir. Keep do’a to Him and belived what quran said.

Jumat, 11 Agustus 2017

Khawatir

Diposting oleh Devi Suhaila di 13.08 0 komentar Link ke posting ini

Bismillahirrahmanirrahim
Aku ingin memberikan pendapat tetang perasaan khawatir.
Allah telah mengatakan bahwa “Allah tidak ingin kesukaran untukmu, Allah meninginkan kemudahan bagimu”
TKD, iya bentar lagi ujian TKD insyaAllah. Pasti ada kekhawatiran dalam diri seperti “bisakah aku mengerjakan soalnya, apakah soal yang muncul ternyata belum pernah aku pelajari atau sudah aku pelajari namun belum aku ulang?”
Sekarang aku tidak ngekos, aku di rumah sepupu. Belajar kurang intens, ini juga kekhawatiranku.
Alhamdullilah setelah dipikir2, apakah aku lulus STAN dulu karena persiapan ku atau memang kehendak Allah. dulu aku pernah mencoba resep tawakal (saat tingkat akhir) dengan mengurangi waktu belajarku yang intens,tapi nilainya tidak baik. Aku juga pernah coba resep tawakal (saat tingkat 2), dengan belajar giat, dan ibadah juga, alhamdullilah ipk aku naik.
Allah berkata bahwa “kemudian, apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakalah kepada Allah”.
Allah ga bilang apabila kamu telah berusaha dengan giat, segiat-giatnya, serajin-rajinnya, sesering-seringnya. Sebenarnya arti tekad itu apa? semangatkan? Semangat akan menjadikan orang tersebut kuat. Jadi orang yang semangat itu pasti dengan senang hati mengerjakannya dan merasa optimis akan berhasil. Mereka yang bertekad adalah mereka yang semangat, yang tidak peduli hambatan yang dihadapi, tetap fokus pada tekad yang ingin dicapai. Tapi agar tidak terjangkit sifat sombong / arogan (like syaiton), Allah menyuruh kita untuk fokus pada apa yang kita lakukan bukan orang lain lakukan, tawakal aja, Allah bersama kita, kalau kurang nanti Allah tambah, kalau belum cukup nanti Allah tambahkan. Tawakal aja, Allah punya caraNya sendiri, bukan berdasarkan hitung-hitungan kita.
4 hari lagi TKD InsyaAllah, bismillah, semangat, lulus.
Ingat bahwa Devi sekarang ada di STAN bukan karena usaha, tapi sebenarnya karena doa orangtua mungkin, doa orang lain, atau mungkin sudah takdir. Devi lulus insyaAllah lulus. Buktinya apa? segala fasitilas telah Allah beri, materi TKD, bukubuku, kesehatan, waktu luang, rezeki berupa masakan kak Lila, orangtua yang sehat, Dafi  dan Calia yang menghibur agar tidak terlalu stres.
Begitupun tetang pernikahan ea.-. #takperlukhawatir,Allahpunyacarasendiri.
NB: aku sedih, hampir nangis karena kangen Bapak sama Mamak, tapi #Allahpunyacarasendiri aku mimpi, jalan sama Mamak dan Bapak, cerita/curhat, dan guyon :D. Yaa Allah :)
NB II: Jangan iri ya sama tulisan ini, sebab #Allahpunyacarasendiri ngebuat hatimu bahagia. :)
#gaperlukhawatir
Allah, I love you :)

wassalamualaikum

Senin, 07 Agustus 2017

Jangan berdoa dengan ragu-ragu

Diposting oleh Devi Suhaila di 23.26 0 komentar Link ke posting ini


Bismillahirrahmanirrahim



Yaa Allah, ada satu permintaan yang aku ingin sekali Engkau mengabulkannya.

Yaa Allah :(

Hamba mohon ridhoin dan kabulkan Yaa Rabb.

aamiin



Inni Qoriib, Allah itu dekat.

Kamis, 03 Agustus 2017

Maafkan aku

Diposting oleh Devi Suhaila di 02.57 0 komentar Link ke posting ini
Bismillahirrahmanirrahim

     Aku mau minta maaf sama semua orang,
Semua orang yang sering berada didekatku.
Aku mungkin orangnya kadang mengesalkan,
Karena bersikap manja.

    Tapi, ini membuat aku tidak terlalu menjadi anak yang pendiam seperti dulu.
Iya 2 tahun yang lalu, sebelum seperti sekarang.
Dulu, 2 tahun yang lalu saat aku baru pertama sekali berada di STAN.
Aku memilih menarik diri dari teman2 kelas.
Alasannya? karena mereka lebih baik dari aku.

     Sekarang, aku berada dilingkungan yang mereka menerimaku,
menerima sikapku yang kadang manja.
Iya, aku dibesarkan dengan lingkungan yang memanjakan tapi bukan dalam hal materi,
Tapi kasih sayang kedua orangtua, saudara, dan sepupuku.

     Mamak seorang guru TK swasta yang sekarang sudah jadi kepala sekolah,
Bapak seorang supir pribadi pemilik TK swasta itu.
Aku sayang mereka.

      Bapak pernah bilang, “aku ga pengen anakku kurang kasih sayang” itu aja.
Sampai aku umur 20 tahun, aku mamak,bapak masih boncengan bertiga naik sepeda motor.

       Aku mau minta maaf sama orang yang sering berada didekatku,
atau orang yang memperhatikan aku, kalau aku terlihat manja.

      Aku bersyukur kepada Allah masih memberikan kesehatan kepada Mamak dan Bapak, aku beryukur kepada Allah karena aku dibesarkan oleh orangtua yang mengusahakan rezeki yang halal.

      Yaa Rabb, bimbing aku dengan caramu, agar aku menjadi perempuan dewasa yang Engkau ridhoin, menjadi anak yang dibanggakan kedua orangtua bukan hanya didunia, tapi di akhirat kelak.
Aamiin.

Sabtu, 22 Juli 2017

Tulisan yang Bermanfaat :)

Diposting oleh Devi Suhaila di 18.59 0 komentar Link ke posting ini

Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji hanya untuk Allah, pencipta langit dan bumi. Yang Maha Mengetahui isi hati setiap manusia.

Selawat kita berikan kepada Nabi Muhammad Shaulallahu’alaihiwasallah (Allahummasholi wassalim bawarik a’alayhi) seseorang yang paling terpuji akhlaknya, teladan bagi umatnya.

Heal fire adalah neraka.

Neraka adalah sebuah tempat dimana bentuknya pasti hitam, panas, bau, pengap, dan menjijikan.

Allah Maha Tahu segala isi hati. Walaupun penampilan kita terlihat baik, aurat sudah dijaga, hubungan dengan orangtua, keluarga, teman baik-baik saja, shalat terjaga, wudhu terjaga, apakah yakin Allah telah senang dengan kita, apakah sudah pasti Allah sudah selamatkan kita di neraka?

Allah Maha Mengetahui Segala isi hati. Keyakinan kita akan pertolongan Allah itu ada, keyakinan kita bahwa segala tempat bergantung hanya Allah, keyakinan kita bahwa Allah tidak menyiakan amal hambaNya yang Ikhlas, keyakinan bahwa Allah tidak menyiakan usaha hambanNya yang berniat karena Allah, keyakinan bahwa hanya dengan pertolongan Allah kita bisa istiqomah sampai khusnul khatimah.

Lantas aku bercermin, hubunganku dengan manusia setelah aku meninggal bagaimana? aku berharap mempunyai penghasilan diatas 10 juta sebulan diumur 24 tahun. Aku mulai mendirikan TK dan tempat mengaji di jawa diumur 25tahun, jadi sepeninggalanku nanti ada orang yang mendoakanku yang insyaAllah menyelamatkanku dari panas dan perihnya api neraka. aamiin

Aku yakin bisa terwujud, semoga Allah mudahkan, aamiin.

Motto hidup (terinspirasi dari vidio Muhammad Ali yang dishare teman di line)

“Berjuang lah untuk kehidupan setelah kematian mu and never quit untul quit”
"Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain"

https://timeline.line.me/post/_dTpMZ7IwZXXg7kGB6rRDZclJWNv_i77KDyJCLGQ/1149997042209057376 << vidionya

Wassalamua’alaikum

Jakarta Selatan (masa PKLdi KPPN JKT V)
22 Juli 2017

Minggu, 11 Juni 2017

Menahan Hati

Diposting oleh Devi Suhaila di 10.39 0 komentar Link ke posting ini
Bismillahirrahmanirrahim

Jasad akan termakan oleh tanah, akal akan hilang bersama ruang dan waktu, sedangkan hati kembali pada Allah

Maka lakukan ini agar kita kembali pada ALLAH dengan sebaik-baiknya hati:

"Sanggup menahan hati ketika sangat berkehendak,

Sanggup menahan hati ketika sangat enggan,

Sanggup menahan hati ketika sangat ingin,

Sanggup menahan hati ketika sangat marah ".



Jumat, 09 Juni 2017

Aku Bahagia (part 1)

Diposting oleh Devi Suhaila di 03.24 0 komentar Link ke posting ini
Bismillahirrahmanirrahim.
Berfoto setelah matkul Budaya Nusantara
Ujian UAS DIII terkakhir 



Mereka menerima aku adalah sesuatu yang membahagiaku. Tanpa harus aku merubah diriku.

Mereka teman yang berani memberikan saran, nasehat, dan kritik yang membangun ke aku.

alhamdullilah aku bersyukur tak terhingga.

Secara personal mereka adalah orang-orang yang amat berpendirian, yang mandiri, dan percaya akan keyakinan diri, dan menyukai deadline hehe


Bintaro, 09/06/2017

Aku Kembali

Diposting oleh Devi Suhaila di 02.49 0 komentar Link ke posting ini
Bismillahirrahmanirrahim

Terima kasihku kepada temenku yang berusaha memahamkanku tetang makrifat.

Sesuatu yang menurutku sudah tidak baik,
Maka akan aku tinggalkan segera.
Seperti berita yang sering tersiar, yang aku tangkap hanyalah keberpihakan kepada satu pihak.
Lalu aku lari dari berita negeriku, tak peduli.

Namun, hari ini...
Aku merasakan hal baru.
Aku memberanikan diri membaca berita, memberanikan diri untuk bertabayun.
Ya.. aku bahagia :) aku bisa tahu kondisi negeri, kondisi dunia juga.  
Meskipun belum paham betul.

Aku, kamu, kita adalah pemuda bangsa.
Kontribusi apa yang kau inginkan untuk negeri ini?
Aku  suka membaca, dan menulis.
Maka aku melanjutkan hobiku itu, istiqomah. InsyaAllah.

Aku belajar kembali membaca yang benar, menulis yang benar.
Dan aku belajar objektif dengan bertabayun.
Untuk negeriku, dan untuk orangtuaku yang mengharapkan
kelak anaknya menjadi orang yang bermanfaat.

Aku tetap ingin menjadi anak yang dibanggakan kedua orangtua
Sampai kapan pun.. 

Bintaro, 09/06/2017

Rabu, 07 Juni 2017

Jatuh Cinta

Diposting oleh Devi Suhaila di 23.17 0 komentar Link ke posting ini
Cinta, kamu tahu apa arti cinta?
Kamu pernah jatuh cinta?
Kamu jatuh cinta karena apa?
Aku ingin jatuh cinta karena hatinya.
Tapi hati tidak bisa dilihat.
Lantas bagaimana aku memilih?

Allah, Yaa Rabbi.
Aku meminta satu laki-laki yang bersih hati dan pikirannya.
Dia yang sholeh, yang paling menjaga kehormatannya.
Mudah bagi Mu untuk memberikan satu seperti itu.

Yaa Allah, hamba sedih,
Kenapa Engkau sering ditiadakan.
Dan Engkau bener-bener diingat dikala susah.
Yaa Allah, hamba malu karena yang hamba tulis diatas itu hamba :(

Yaa Rabb, jika niat ini melenceng segera ingatkan hamba.
Hamba mohon semohon-mohonnya Yaa Rabb.
Karena hamba hanya manusia pelupa yang ingat bilamana Engkau ingatkan.


Aamiin...
Bintaro, 7 Juni 2017

Sabtu, 15 April 2017

Sayangnya ALLah

Diposting oleh Devi Suhaila di 06.00 0 komentar Link ke posting ini
Bismillahirrahmanirrahim

Dia bukanlah anak pembantah, namun agak keras kepala, dan ingin menang sendiri. Begitulah orangtuanya menilainya.
Sungguh pendiam dan pemalu anaknya. Tak banyak yang tahu apa mimpinya.
Kala itu setelah lulus SMA, Ia belum juga berjilbab kalau keluar rumah dimalam hari. Namun suatu hari ia katakan keteman kosnya.  “besok malem kalau keluar kos, aku mau pakai jilbab”.
Hidayah Allah tidak sampai situ saja. Suatu malam dia bermimpi melihat awan bertuliskan  lafahz Allah. Didalam mimpi itu dia bertanya apa artinya? Seseorang yang dia kenal menjawabnya “artinya kalau ada adzan langsung sholat, begitu tegasnya”. Dia bangun, lalu menelepon orangtuanya dan menangis ketakutan.
Sejak itu dia berusaha untuk sholat awal waktu.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dia ingin sekali melanjutkan pendidikan ditempat yang “keren menurutnya”, tapi dia tahu kemampuannya, dia ga bisa memaksa Allah. Jadi dia mengganti doa, yang biasanya “Yaa Rabb luluskan hamba menjadi Yaa Allah beri hamba tempat untuk melanjutkan pendidikan yang mendekatkan hamba kepadaMu”
Ku kenal dari dirinya waktu itu adalah dia mendekat ke Allah karena takut. Dia merasa takut jauh dari Allah, sebab dia yakin kesusahan akan menghampirinya kalau dia berani jauh dari Allah.

Alhamdullilah do’anya terkabul. Dia bahagia, dia merasa Allah sayang dengan dengannya. Namun Qadarullah, karena karakternya yang pendiam,dia tidak langsung ikut organisasi yang menambah kedekatannya pada RabbNya. Ditahun pertama pendidikan, kedekatannya dengan Allah hanya rutinitas. Pernah suatu hari dadanya begitu sempit, merasa lemah. Mengaji menurutnya bukan obat padahal seketika itu dibuka olehnya AlQuran dan membaca tafsirnya yang bertuliskan janganlah kamu merasa lemah, dan janganlah kamu bersedih hati karena kamu orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu orang-orang beriman.
Tahun kedua pendidikan, dia mempunyai logika dalam mencapai sesuatu katakanlah nilai yang baik saa ujian. yaitu persiapan, usaha dulu yang utama baru berdoa supaya semua lancar tanpa kendala. Padahal Allah bukanlah mitra dagang. Artinya kalau kita baik, Allah memberi yang kita pinta. Ilmu Allah amat luas.
Ditahun terakhir pendidikannya, ini tahun berwarna menurutnya. Dia sekarang telah ikhlas untuk berbaur dengan teman-temannya. Satu logika yang dia paham sekarang bahwa Allah tetap membantu semua hambanya, maksudnya bukan hanya pada mereka yang memiliki persiapan yang matang. Tapi juga pada mereka yang memiliki persiapan sedikit.
Allah sayang banget sama aku, pikirnya. Padahal Allah sayang sayang kepada semua hambaNya.
Waktu terus berjalan. Hari yang dilalui masih panjang pikirnya. Namun segera dia berfikir “aku sendiri tidak bisa menjamin bahwa aku bisa hidup besok”
Astagfirullah, dia mohon ampun. Segera dia membuat daftar daftar apa yang harus dilakukan hari.


-sekian-

Jumat, 14 April 2017

Paham

Diposting oleh Devi Suhaila di 21.41 0 komentar Link ke posting ini
Bismillahirrahmanirrahim…

Aku manusia akhir zaman..
Yang merasa tidak nyaman jika tidak ada paket.
Astaghfirullah.

Aku bosan, aku futur.
Tapi aku tahu, Dia Maha Penyayang akan merasa kecewa kepadaku.
Jika aku turuti rasa bosan dan futur itu.

Aku bukan orang yang semangat selalu,
Tapi aku ingin menjadi orang yang lebih baik.
Aku bukan orang yang ikhlas dalam berbuat,
Tapi percayalah hati kecil ini menginginkan adanya keikhlasan dihati.

 Aku punya mimpi,
Pasti aku punya.
Mimpiku...
“orang yang paham ilmu”
Berbeda antara mereka yang tahu, dan paham.
Hamba pengen yaa Rabb menjadi bagian dari bagian orang-orang yang
Engkau beri pemahaman yang benar.

Dengan ilmu, amal yang kita lakukan lebih bernilai kan disisi Allah.
Dengan ilmu juga membuat kita lebih mengenal Allah,
yang jaraknya dekat dengan kita.


Kamu ga pengen kaya harta?
Bukan ga pengen, tapi kekayaan harta itu akan mengikuti.

Aku yakin.


The Reason for Hijrah

Diposting oleh Devi Suhaila di 14.31 0 komentar Link ke posting ini
Buat engkau yang berhijrah karena ingin mendapatkan lelaki atau wanita yang soleh soleha.

Bersama dengan orang shalih/saliha 
Memang perintah Allah
Memang suatu keharusan

Tapi meletakkan harapan
atau menggantungkan kebaikan diri padanya
pada sosok itu adalah kesalahan
dan kekecewaan

seperti ini misalnya
“saya ingin menikah dengannya…
Alasannya karena “kita nanti bisa sholat bareng,
tadarus bareng, pergi kajian bareng.”

Jika  ternyata harapan itu terwujud,
alhamdullilah..
bagaimana kalau harapan itu hanya harapan?

Maka gantungkan harapan
Dan segala niat untuk menjadi baik
Hanya padaNya
Hanya padaNya…


Ust. Salim A F
(dengan penyesuaian pemahaman saya hehe)





Kamis, 06 April 2017

Control yourself

Diposting oleh Devi Suhaila di 16.38 0 komentar Link ke posting ini
Bismillahirrahmanirrahim...

Untukku sebagai muslimah.
Muslimah harus berani,
Muslimah tidak boleh cengeng,
Muslimah harus semangat,
Muslimah tidak boleh bermalas-malasan,
Muslimah harus cerdas.

Untukku yang sedang dalam pendidikan.
Intinya pendidikan itu membuat kita bisa berteman dengan siapa saja,
Kalau kita paham, kita mengerti apa yang sedang dibicarakan suatu kelompok, menambah pengalaman, menambah pengetahuan.
Menambah saudara, menambah tempat saling berbagi.

Mamakku Sayang,
Aku biasanya suka menyalahkan diri sendiri. Tapi mamak selalu bilang “Mamak tahu gimana emba”.

Bapakku Sayang,
Orang yang paling bahagia kalau aku sedang belajar.

kita samasama sedang berhijrah dengan berharap hanya kepada Allah semata.

Mamak belajar bersabar dengan memiliki anak dan suami seperti kami.

Bapak belajar bersyukur atas hikmah dari kejadian dan kejadian yang sudah terjadi.

Dan aku belajar untuk tenang dan sungguh-sungguh dalam menjalani hidup didunia.



Senin, 13 Maret 2017

Ukhti, apakah engkau mengingginkan kebahagiaan?

Diposting oleh Devi Suhaila di 06.05 0 komentar Link ke posting ini
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan cukuplah pujian itu diperuntukkan kepadaNya. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan atas para hambaNya yang terpilih…amma ba’du:
Saudariku Muslimah, Apakah engkau menginginkan kebahagian? Apakah engkau menginginkan ketenangan? Apakah engkau menginginkan keamanan dan kemapanan? Apakah engkau menginginkan hal itu semuanya di dunia dan di akhirat? Sesungguhnya kebahagian itu wahai saudariku Muslimah, semuanya ada dalam ketaatan kepada Allah. Kebahagian seluruhnya ada di dalam meniti di atas manhaj Allah dan di jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam , Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan barangsiapa menta’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Al-Ahzab: 71)
Sesungguhnya kesengsaraan (kemalangan) seluruhnya ada dalam kemaksiatan kepada Allah dan kebinasaan seluruhnya ada pada selain manhaj (jalan) Allah dan RasulNya Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Al-Ahzab: 36)
Saudariku Muslimah, Dengan suara orang yang mencintai dan mengasihi, dengan ucapan orang yang memberikan nasehat dan memberikan peringatan, aku mengajakmu kepada ketaqwaan kepada Allah ‘Azza wa Jalla, kemudian aku mengajakmu untuk yang kedua kali agar engkau memuji Allah ‘Azza wa Jalla yang telah memberikan nikmat iman dan al-qur’an. Allah telah memuliakanmu, mensucikanmu dan mengangkat kedudukanmu beberapa derajat. Tidak ada ajaran manapun yang lebih tinggi dalam hal mengangkat derajat wanita selain ajaran Islam. Tidak hanya cukup demikian, bahkan Allah banyak menurunkan hukum-hukum yang khusus berkenaan dengan masalah wanita di dalam kitabNya yang mulia. Sedangkan sebelum Islam, wanita dijadikan barang dagangan yang murah dan hina, bagaikan perhiasan yang tidak ada nilainya. Hina di mata walinya, hina di mata keluarganya, serta dihinakan oleh masyarakat yang dia hidup di dalamnya. Oleh karena itu terkadang ia diperlakukan seperti binatang, bahkan perlakuan mereka terhadap binatang lebih baik daripada memperlakukan wanita.
Sesungguhnya engkau, wahai saudariku Muslimah, tidak akan mendapatkan kemuliaanmu kecuali dalam agama ini, maka berpegang teguhlah engkau dengan (agama ini) dan dengarkanlah firman Allah ‘Azza wa Jalla yang telah menceritakan kisah orang terdahulu, mestilah engkau selalu mengingatnya agar engkau memuji Allah atas kenikmatan yang engkau dapatkan. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan, ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup) Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (An-Nahl: 58-59)
Memang pada zaman jahiliyah sebelum Islam, benar-benar telah terjadi pembunuhan anak perempuan, bahkan kadang menguburnya hidup-hidup. Sehingga Islam datang sebagai rahmat bagi alam semesta, mewasiatkan untuk mendidik anak-anak perempuan dan memelihara mereka, serta menjadikan pahala yang besar bagi orang yang melaksanakan hal itu.
Ingatlah, kemudian -wahai Ukhti Islam- pujilah Allah yang telah memberi hidayah kepadamu pada agama ini, yang telah memuliakanmu, menghormatimu dan mengangkat kedudukanmu dengan agama ini, di saat wanita-wanita selainmu di alam ini telah tersesat. Kemudian berpegang teguhlah engkau dengan tali yang kuat tersebut (agama Islam), sesungguhnya itu adalah merupakan satu-satunya sandaran, meskipun sandaran-sandaran lain mengkhianatimu. Ketahuilah sesungguhnya engkau akan ditimpa adzab (siksaan) Allah jika engkau tidak tunduk pada perintah-perintah Allah, berhenti pada batasan-batasan dan menjauhi laranganNya.
Saudariku Muslimah Sesungguhnya musuh-musuhmu banyak sekali, dan sesungguhnya orang yang ingin memanfaatkanmu dalam upaya meruntuhkan agama, rasa malu dan keutamaan banyak sekali, dan boleh jadi mereka itu dari kalangan kita sendiri.
Salah seorang dari mereka (musuh-musuh Islam) berkata: “Tidaklah keadaan negeri Timur menjadi makmur melainkan apabila seorang pemudi melepaskan hijabnya dan membenamkan (menguburkan) Al-Qur’an dengannya!”. Sesungguhnya dengan hal itu mereka ingin mengeluarkanmu menuju kesengsaraan dan kebinasaan, mereka mengajakmu menuju neraka Jahannam. Maka jika engkau menyambut mereka, mereka akan melemparkanmu ke dalamnya. Mereka ingin agar engkau menjadi wanita durhaka, yang berbuat fasiq dan membuka aurat. Mereka berusaha menggiringmu. Mereka menunggumu dengan sangat sabar agar engkau melepaskan abaya (pakaian muslimah) serta melepaskan hijab dengan segala konsekwensinya, yaitu melepaskan keimanan, rasa malu dan kesucian, kemudian engkau akan meninggalkan kewajiban-kewajiban lainnya. Pada saat itu, perbuatanmu tersebut menyenangkan mereka (para musuh), mereka mempermainkanmu seperti anak-anak bermain-main dengan bola, dan mereka mempermainkanmu seperti anjing-anjing bermain-main dengan bangkai, semoga Allah menjagamu dari mereka.
Saudariku Muslimah Apa sikapmu terhadap mereka? Sesungguhnya sikap yang ditunggu darimu adalah berpegang teguh pada agama Allah, berjalan di atas rel batasan-batasanNya dan tidak menyambut ajakan mereka.
Buatlah mereka menjadi marah, dengan tidak memperhatikan mereka dan tidak mendengarkan mereka, buatlah mereka menjadi bersedih dengan keteguhanmu berpegang pada agamamu, dengan menjaga rasa malumu dan beriltizam dengan hijabmu.
Saudariku Muslimah Sesungguhnya sebagian wanita menggambarkan bahwa sufur adalah membuka muka wanita saja, tidak…tidak ini saja. Sesungguhnya termasuk sufur adalah pakaian yang ketat, yang pendek dan yang tipis. Sesungguhnya termasuk sufur adalah memakai wangi-wangian ketika keluar menuju tempat-tempat yang di dalamnya ada laki-laki. Sesungguhnya yang termasuk sufur adalah memakai pantalon. Apakah engkau tidak mendengar sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam :
“Dua golongan ahli neraka yang aku belum pernah melihat keduanya …(dan beliau menyebutkan): Para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang, mereka menyimpang dari jalan yang benar dan memperlihatkan kejelekan mereka kepada orang lain, kepala mereka seperti punuk unta yang miring mereka tidak akan memasuki surga, dan mereka tidak akan mendapatkan bau surga, sesungguhnya bau surga tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim).
Ahlu `Ilmi berkata: makna Para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang adalah bahwa mereka memakai pakaian akan tetapi pakaian-pakaian itu ketat, tipis atau tidak menutupi seluruh badan.
Saudariku Muslimah Apakah engkau ridha (rela) menjadi penghuni neraka? Apakah engkau ridha memakai pakaian yang dengan pakaian itu engkau menangggalkan rasa malu? Apakah engkau ridha memamerkan dirimu seperti dipamerkannya barang dagangan, lalu setiap orang yang rendah dan hina akan selalu dihubungkan denganmu? Tidak wahai pemudi Islam, aku tidak mengira engkau akan ridha dengan hal yang demikian itu, dan inilah adalah yang diharapkan darimu.
Saudariku Muslimah, Agamamu adalah bentengmu yang amat kokoh, (untuk) memelihara kesucianmu, rasa malumu dan kemulianmu. Agamamu memerintahkanmu untuk berhijab dan memiliki rasa malu. Kapan saja engkau meninggalkan perintah ini, maka engkau akan ditimpa adzab Allah Subhanahu wa Ta’ala di akhirat Sedangkan di dunia engkau menjadi mangsa serigala-serigala manusia yang ingin mencuri kesucianmu agar engkau merasakan kesusahan (kesedihan) sepanjang hidup. Akan tetapi sebagian akhwat (saudara-saudara perempuan) -semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan hidayah kepada mereka- telah mendengar seruan serigala-serigala itu, tetapi malah bekerja untuk mereka, keadaan mereka (akhawat) seperti perkataan para penyair:
“Kambing digiring menuju kematian,
Dia berjalan dan mengembik menuju para penyembelih.”
Saudariku Muslimah, Wahai wanita yang beriman kepada Allah, wahai wanita yang menutupi auratnya dengan penutup yang Allah syari’atkan, waspadalah! Waspadalah dari ketergelinciran, sesungguhnya ketergelinciran akan mengantarkan kepada neraka, dan neraka adalah seburuk-buruk tempat kembali. Waspadalah! Waspadalah dari menyerupai wanita-wanita kafir, sesungguhnya barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk (golongan) mereka.
Engkau wahai saudariku Muslimah Seorang wanita yang berkedudukan tinggi, engkau seorang wanita yang mulia dan engkau seorang wanita yang suci. Kedudukanmu tinggi karena Al-Qur’an, engkau mulia karena iman, dan suci karena engkau berpegang-teguh pada agama ini. Maka bagaimana (mungkin) seorang wanita yang suci mengekor wanita yang najis?
Saudariku Muslimah, Sesungguhnya kami, -demi Allah- benar-benar merasa heran terhadap pemudi yang mendengar sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : “Dua golongan ahli neraka…”.(al-Hadits.) kemudian tetap senantiasa memakai pakaian yang ketat, tipis dan menyingkap (membuka) wajah dan sebagian tempat-tempat fitnah lainnya.
Maka wahai wanita Muslimah yang shalat dan sujud, wahai orang yang menundukkan kepalamu kepada Dzat (Allah) Yang Maha Hidup dan terus menerus mengurus makhluqNya, dan menundukkan pendengaran dan penglihatan untukNya, apakah tidak cukupkah bagimu hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tadi sebagai larangan? Demi Allah itu adalah merupakan ancaman dan larangan yang sangat keras. Jika diberikan pada gunung-gunung yang kokoh, tentu gunung-gunung itu akan berantakan. Kerugian apakah yang lebih besar daripada diharamkan masuk surga yang penuh kenikmatan? Dan tinggal ditingkatan-tingkatan neraka Jahim?
Saudariku Muslimah, Takutlah engkau kepada Allah dan laksanakan tugas-tugas yang Dia wajibkan kepadamu. Apabila hatimu mengeras maka ingatlah bencana yang telah menimpa orang lain. Engkau tidak tahu kapan bencana itu akan datang kepadamu, sesungguhnya itu adalah maut yang pasti terjadi.
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Ali-Imran :185)
Ingatlah wahai wanita hamba Allah, pada hari di mana engkau diletakkan dalam kuburan, dalam lubang yang gelap dan sepi itu. Ingatlah ketika sangkakala ditiup dan engkau dikumpulkan bersama para makhluq dalam keadaan tidak memakai alas kaki, telanjang dan kebingunan. Matahari benar-benar akan dekat darimu kurang lebih satu mil, dan engkau akan dipanggil dengan namamu diantara para makhluq untuk dihisab. Bagaimana keadaanmu ketika itu wahai hamba Allah? Di mana persiapanmu wahai wanita yang lalai? Berapa banyak ketergelinciran-ketergelinciran dalam kitabmu? Apakah mode-mode pakaian akan bermanfaat ketika itu? Apakah lagu, sinetron, film dan majalah-majalah (yang merusak) akan bermanfaat? Apakah barang-barang permata akan bermanfaat? Tidak demi Allah, hal itu tidak akan memberikan manfaat sedikitpun selamanya. Yang akan memberikan manfaat pada saat itu hanyalah kebaikan-kebaikan, dan amal-amal shalih, setelah mendapatkan rahmat dari Rabb bumi dan langit.
Ingatlah, Ingatlah wahai wanita hamba Allah, pada hari di mana engkau diletakkan dalam kuburan, dalam lubang yang gelap dan sepi itu. Ingatlah ketika sangkakala ditiup dan engkau dikumpulkan bersama para makhluq dalam keadaan tidak memakai alas kaki, telanjang dan kebingunan. Matahari benar-benar akan dekat darimu kurang lebih satu mil, dan engkau akan dipanggil dengan namamu diantara para makhluq untuk dihisab.
Bagaimana keadaanmu ketika itu wahai hamba Allah? Di mana persiapanmu wahai wanita yang lalai? Berapa banyak ketergelinciran-ketergelinciran dalam kitabmu? Apakah mode-mode pakaian akan bermanfaat ketika itu? Apakah lagu, sinetron, film dan majalah-majalah (yang merusak) akan bermanfaat? Apakah barang-barang permata akan bermanfaat? Tidak demi Allah, hal itu tidak akan memberikan manfaat sedikitpun selamanya. Yang akan memberikan manfaat pada saat itu hanyalah kebaikan-kebaikan, dan amal-amal shalih, setelah mendapatkan rahmat dari Rabb bumi dan langit.
Ingatlah, maka bertaqwalah kepada Allah wahai putri Islam, bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang ke luar ke pasar-pasar dalam keadaan bertabaruj (memperlihatkan kecantikan) dan membuka muka. Bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang memakai abaya (pakaian muslimah) untuk perhiasan, bukan untuk menutupi dan kesucian. Bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang bercampur baur dengan laki-laki. Bertaqwalah kepada Allah, wahai engkau yang keluar (rumah) dalam keadaan memakai wangi-wangian menuju pasar-pasar dan jalan-jalan. Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang menawarkan dirimu untuk berkhalwat (menyendiri) dengan laki-laki asing.
“Tidaklah seorang laki-laki bersepi-sepi (berduaan) dengan seorang wanita melainkan setan menjadi orang yang ketiga (diantara) keduanya.”
Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang mendidik anak-anakmu dengan pendidikan yang tidak baik/benar. Engkau tidak mengingatkan mereka dengan ketaatan kepada Allah, tidak menasehati mereka dan tidak menunjukkan mereka pada apa-apa yang dapat memberikan manfaat pada mereka di dunia dan di akhirat. Bertaqwalah kepada Allah dan jagalah dirimu dari menjadi barang mainan di tangan orang-orang yang lemah iman. Bertaqwalah pada Allah dan kembalilah pada petunjuk sebelum datang suatu hari yang pada hari itu hati-hati dan pandangan-pandangan (mata) dibalikkan. Ketahuilah bahwa adzab Allah sangat keras, dan sesungguhnya engkau -demi Allah- tidak akan kuat merasakan adzab neraka.
Sesungguhnya gunung-gunung jika dilewatkan pada neraka maka dia akan meleleh karena kuatnya panas neraka. Maka di mana engkau wahai wanita yang lemah dibandingkan dengan gunung-gunung yang perkasa dan kokoh? Sesungguhnya engkau mampu bersabar atas rasa lapar dan haus, dan engkau mampu bersabar atas bahaya. Akan tetapi demi Allah yang tidak ada ilah (sesembahan) yang berhaq untuk disembah selain Dia, tidak ada kesabaran bagimu terhadap neraka. Ingatlah, maka selamatkanlah dirimu dari neraka sebelum terlambat. Ketahuilah bahwa dunia ini pasti akan berlalu dan akhirat adalah tempat yang kekal, dan bahwa terbongkarnya kejelekkan-kejelekkan (aib-aib) di hadapan seluruh manusia di hari pembalasan adalah peristiwa yang sangat besar. Maka bertaqwalah engkau kepada Allah, kemudian bertaqwalah engkau kepada Allah wahai hamba Allah!
Semoga Allah memberikanmu taufiq kepada apa-apa yang dicintai dan diridhai olehNya, dan semoga Allah memberikan manfaat kepadamu dari apa-apa yang engkau dengar dan engkau baca, dan semoga Allah menjadikannya sebagai pendukung bagimu bukan sebagai bumerang atasmu.
Semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepada nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, keluarganya dan para sahabatnya seluruhnya.

sumber: http://www.kajianislam.net/2008/10/ukhtiapakah-engkau-menginginkan-kebahagian/
semoga artikel ini memberi hidayah kepada kita ya ukhti, aamiin.

Minggu, 12 Maret 2017

Bahagia adalah saat sehatnya akal

Diposting oleh Devi Suhaila di 20.26 0 komentar Link ke posting ini
Menggunakan akal atau logika yang sehat

Bahagia adalah saat akal sehat yang diutamakan dibanding hanya perasaan yang melemahkan.

Bahagia adalah saat bisa melihat orangtua bahagia.
Entah itu dalam sukses pendidikan atau hanya sekedar bercerita sehari-hari.

Bahagia adalah saat apa apa yang diwajibkan Allah, kita bisa laksanakan.
Bahagia adalah saat amanah dari Allah, dari orangtua, dari negara itu ternyata kita bisa laksanakan dengan usaha terbaik.

Bahagia adalah saat mampu kita menjauhkan diri dari apa yang dilarang Allah,
Bahagia adalah saat kita bisa taat sama Allah dalam keadaan lapang maupun sempit.

Bahagia adalah bisa mengalahkan rasa malas, khawatir, keraguan, dan ketidakfokusan.
Bahagia adalah saat tulisan kita menjadi pemberat amal bukan sebaliknya. 

Bahagia adalah bukan hanya aku dan kamu.
Tapi bagaimana umat ini nantinya.

H- 28 UTS
Prepare propsal
Aku belajar dewasa






Surat Ayah kepada Anaknya

Diposting oleh Devi Suhaila di 05.56 0 komentar Link ke posting ini


Assalamu'alaykum wr. wb. 
Aku tuliskan surat ini atas nama rindu yang besarnya hanya Alloh yang tahu. Sebelum kulanjutkan, bacalah surat ini sebagai surat seorang ayah kepada anaknya yang sesungguhnya bukan miliknya, melainkan milik Tuhannya. Nak, menjadi ayah itu indah dan mulia. Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang indah karena ia didasari sebuah cinta. Sebuah cinta yang telah terasakan bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun kutemui. 
Nak, menjadi ayah itu mulia. Bacalah sejarah Nabi-Nabi dan Rasul dan temukanlah betapa nasehat yang terbaik itu dicatat dari dialog seorang ayah dengan anak-anaknya. Meskipun demikian, ketahuilah Nak, menjadi ayah itu berat dan sulit. Tapi kuakui, betapa sepanjang masa kehadiranmu di sisiku, aku seperti menemui keberadaanku, makna keberadaanmu, dan makna tugas kebapakanku terhadapmu. 
Sepanjang masa keberadaanmu adalah salah satu masa terindah dan paling aku banggakan di depan siapapun. Bahkan dihadapan Alloh, ketika aku duduk berduaan berhadapan dengan Nya, hingga saat usia senja ini. Nak, saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk engkau sebagai buah cintaku dan ibumu. Sebagai bukti, bahwa aku dan ibumu tak lagi terpisahkan oleh apapun jua. 
Tapi seiring waktu, ketika engkau suatu kali telah mampu berkata: “TIDAK”, timbul kesadaranku siapa engkau sesungguhnya. Engkau bukan milikku, atau milik ibumu Nak. Engkau lahir bukan karena cintaku dan cinta ibumu. Engkau adalah milik Alloh. Tak ada hakku menuntut pengabdian darimu. Karena pengabdianmu semata-mata seharusnya hanya untuk Alloh. Nak, sedih, pedih dan terhempaskan rasanya menyadari siapa sebenarnya aku dan siapa engkau. 
Dalam waktu panjang di malam-malam sepi,kusesali kesalahanku itu sepenuh -penuh air mata dihadapan Alloh. Syukurlah, penyesalan itu mencerahkanku. Sejak saat itu Nak, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya. Membuatmu senantiasa berusaha memenuhi keinginan pemilikmu. Melakukan segala sesuatu karena Nya, bukan karena aku dan ibumu. Tugasku bukan membuatmu dikagumi orang lain, tapi agar engkau dikagumi dan dicintai Alloh. 
Inilah usaha terberatku Nak, karena artinya aku harus lebih dulu memberi contoh kepadamu dekat dengan Alloh. Keinginanku harus lebih dulu sesuai dengan keinginan Alloh. Agar perjalananmu mendekati Nya tak lagi terlalu sulit. Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu berdua, tak pernah engkau kuhindarkan dari kerikil tajam dan lumpur hitam. Aku cuma menggenggam jemarimu dan merapatkan jiwa kita satu sama lain. Agar dapat kau rasakan perjalanan rohaniah yang sebenarnya. Saat engkau mengeluh letih berjalan, kukuatkan engkau karena kita memang tak boleh berhenti. Perjalanan mengenal Alloh tak kenal letih dan berhenti. Nak. Berhenti berarti mati, inilah kata-kataku tiap kali memeluk dan menghapus air matamu, ketika engkau hampir putus asa. 
Akhirnya Nak, kalau nanti, ketika semua manusia dikumpulkan di hadapan Alloh, dan kudapati jarakku amat jauh dari Nya, aku akan ikhlas. Karena seperti itulah aku di dunia. Tapi, kalau boleh aku berharap, aku ingin saat itu aku melihatmu dekat dengan Alloh. Aku akan bangga Nak, karena itulah bukti bahwa semua titipan bisa kita kembalikan kepada pemiliknya. Dari ayah yang senantiasa merindukanmu.
Wassalamu'alykum wr.wb. 
*Diambil dari sebuah blog. :)