Kamis, 16 Februari 2017

Aku Ingin Begini, Aku Ingin Begitu

Bismillahirrahmanirrahim

“Dan sungguh, kami telah memudahkan Al-Quran

untuk peringatan, adakah yang mau mengambil

pelajaran?” (Al-Quran 54;17)


Peringatan, larangan, perintah

Engkau telah turunkan.

Aku ingin begini, aku ingin begitu

Ingin ingin ingin banyak sekali.

Namun, apakah yang aku inginkan itu salah?

Kebenaran telah datang,

Ya, benar. Al-Quran.

Zaman terus berubah,

Dulu anak baca majalah bobo, sekarang main gadget.

Al-Quran tak pernah berubah.

Isinya selalu sama.

Al-Quran itu petunjuk.

Benar, Al-Quran harus dibaca.

Benar, Al-Quran harus dihafal.

Benar, Al-Quran harus dipahami dengan benar.

Benar, Al-Quran harus amalkan

Menyemangati diri untuk memperbaiki bacaannya.

Sabar menghafalnya.

Sungguh, saat bersama Al-Quran,

Kita membentengi diri dari hal yang sia-sia.

Lalu masih saja menunda, padahal ini suatu kebenaran,

Kebenaran apa lagi yang dicari?

Ibarat 1 + 1 = 2.  kenapa kita harus bertanya, kenapa tidak 3,4,5?

Syaikh Ibnu 'Utsaimin rohimahullah mengatakan,

"Termasuk menzholimi diri sendiri ketika kita menunda hal yg

 Allah wajibkan atas kita"

Semoga Allah mengampuni kita, dari kejahatan diri kita,

kejelekan amal kita. aamiin Yaa Rabb.

Tidak ada komentar:

Kamis, 16 Februari 2017

Aku Ingin Begini, Aku Ingin Begitu

Diposting oleh Devi Suhaila di 06.05
Bismillahirrahmanirrahim

“Dan sungguh, kami telah memudahkan Al-Quran

untuk peringatan, adakah yang mau mengambil

pelajaran?” (Al-Quran 54;17)


Peringatan, larangan, perintah

Engkau telah turunkan.

Aku ingin begini, aku ingin begitu

Ingin ingin ingin banyak sekali.

Namun, apakah yang aku inginkan itu salah?

Kebenaran telah datang,

Ya, benar. Al-Quran.

Zaman terus berubah,

Dulu anak baca majalah bobo, sekarang main gadget.

Al-Quran tak pernah berubah.

Isinya selalu sama.

Al-Quran itu petunjuk.

Benar, Al-Quran harus dibaca.

Benar, Al-Quran harus dihafal.

Benar, Al-Quran harus dipahami dengan benar.

Benar, Al-Quran harus amalkan

Menyemangati diri untuk memperbaiki bacaannya.

Sabar menghafalnya.

Sungguh, saat bersama Al-Quran,

Kita membentengi diri dari hal yang sia-sia.

Lalu masih saja menunda, padahal ini suatu kebenaran,

Kebenaran apa lagi yang dicari?

Ibarat 1 + 1 = 2.  kenapa kita harus bertanya, kenapa tidak 3,4,5?

Syaikh Ibnu 'Utsaimin rohimahullah mengatakan,

"Termasuk menzholimi diri sendiri ketika kita menunda hal yg

 Allah wajibkan atas kita"

Semoga Allah mengampuni kita, dari kejahatan diri kita,

kejelekan amal kita. aamiin Yaa Rabb.

0 komentar on "Aku Ingin Begini, Aku Ingin Begitu"