Jumat, 11 Agustus 2017

Khawatir


Bismillahirrahmanirrahim
Aku ingin memberikan pendapat tetang perasaan khawatir.
Allah telah mengatakan bahwa “Allah tidak ingin kesukaran untukmu, Allah meninginkan kemudahan bagimu”
TKD, iya bentar lagi ujian TKD insyaAllah. Pasti ada kekhawatiran dalam diri seperti “bisakah aku mengerjakan soalnya, apakah soal yang muncul ternyata belum pernah aku pelajari atau sudah aku pelajari namun belum aku ulang?”
Sekarang aku tidak ngekos, aku di rumah sepupu. Belajar kurang intens, ini juga kekhawatiranku.
Alhamdullilah setelah dipikir2, apakah aku lulus STAN dulu karena persiapan ku atau memang kehendak Allah. dulu aku pernah mencoba resep tawakal (saat tingkat akhir) dengan mengurangi waktu belajarku yang intens,tapi nilainya tidak baik. Aku juga pernah coba resep tawakal (saat tingkat 2), dengan belajar giat, dan ibadah juga, alhamdullilah ipk aku naik.
Allah berkata bahwa “kemudian, apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakalah kepada Allah”.
Allah ga bilang apabila kamu telah berusaha dengan giat, segiat-giatnya, serajin-rajinnya, sesering-seringnya. Sebenarnya arti tekad itu apa? semangatkan? Semangat akan menjadikan orang tersebut kuat. Jadi orang yang semangat itu pasti dengan senang hati mengerjakannya dan merasa optimis akan berhasil. Mereka yang bertekad adalah mereka yang semangat, yang tidak peduli hambatan yang dihadapi, tetap fokus pada tekad yang ingin dicapai. Tapi agar tidak terjangkit sifat sombong / arogan (like syaiton), Allah menyuruh kita untuk fokus pada apa yang kita lakukan bukan orang lain lakukan, tawakal aja, Allah bersama kita, kalau kurang nanti Allah tambah, kalau belum cukup nanti Allah tambahkan. Tawakal aja, Allah punya caraNya sendiri, bukan berdasarkan hitung-hitungan kita.
4 hari lagi TKD InsyaAllah, bismillah, semangat, lulus.
Ingat bahwa Devi sekarang ada di STAN bukan karena usaha, tapi sebenarnya karena doa orangtua mungkin, doa orang lain, atau mungkin sudah takdir. Devi lulus insyaAllah lulus. Buktinya apa? segala fasitilas telah Allah beri, materi TKD, bukubuku, kesehatan, waktu luang, rezeki berupa masakan kak Lila, orangtua yang sehat, Dafi  dan Calia yang menghibur agar tidak terlalu stres.
Begitupun tetang pernikahan ea.-. #takperlukhawatir,Allahpunyacarasendiri.
NB: aku sedih, hampir nangis karena kangen Bapak sama Mamak, tapi #Allahpunyacarasendiri aku mimpi, jalan sama Mamak dan Bapak, cerita/curhat, dan guyon :D. Yaa Allah :)
NB II: Jangan iri ya sama tulisan ini, sebab #Allahpunyacarasendiri ngebuat hatimu bahagia. :)
#gaperlukhawatir
Allah, I love you :)

wassalamualaikum

Tidak ada komentar:

Jumat, 11 Agustus 2017

Khawatir

Diposting oleh Devi Suhaila di 13.08

Bismillahirrahmanirrahim
Aku ingin memberikan pendapat tetang perasaan khawatir.
Allah telah mengatakan bahwa “Allah tidak ingin kesukaran untukmu, Allah meninginkan kemudahan bagimu”
TKD, iya bentar lagi ujian TKD insyaAllah. Pasti ada kekhawatiran dalam diri seperti “bisakah aku mengerjakan soalnya, apakah soal yang muncul ternyata belum pernah aku pelajari atau sudah aku pelajari namun belum aku ulang?”
Sekarang aku tidak ngekos, aku di rumah sepupu. Belajar kurang intens, ini juga kekhawatiranku.
Alhamdullilah setelah dipikir2, apakah aku lulus STAN dulu karena persiapan ku atau memang kehendak Allah. dulu aku pernah mencoba resep tawakal (saat tingkat akhir) dengan mengurangi waktu belajarku yang intens,tapi nilainya tidak baik. Aku juga pernah coba resep tawakal (saat tingkat 2), dengan belajar giat, dan ibadah juga, alhamdullilah ipk aku naik.
Allah berkata bahwa “kemudian, apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakalah kepada Allah”.
Allah ga bilang apabila kamu telah berusaha dengan giat, segiat-giatnya, serajin-rajinnya, sesering-seringnya. Sebenarnya arti tekad itu apa? semangatkan? Semangat akan menjadikan orang tersebut kuat. Jadi orang yang semangat itu pasti dengan senang hati mengerjakannya dan merasa optimis akan berhasil. Mereka yang bertekad adalah mereka yang semangat, yang tidak peduli hambatan yang dihadapi, tetap fokus pada tekad yang ingin dicapai. Tapi agar tidak terjangkit sifat sombong / arogan (like syaiton), Allah menyuruh kita untuk fokus pada apa yang kita lakukan bukan orang lain lakukan, tawakal aja, Allah bersama kita, kalau kurang nanti Allah tambah, kalau belum cukup nanti Allah tambahkan. Tawakal aja, Allah punya caraNya sendiri, bukan berdasarkan hitung-hitungan kita.
4 hari lagi TKD InsyaAllah, bismillah, semangat, lulus.
Ingat bahwa Devi sekarang ada di STAN bukan karena usaha, tapi sebenarnya karena doa orangtua mungkin, doa orang lain, atau mungkin sudah takdir. Devi lulus insyaAllah lulus. Buktinya apa? segala fasitilas telah Allah beri, materi TKD, bukubuku, kesehatan, waktu luang, rezeki berupa masakan kak Lila, orangtua yang sehat, Dafi  dan Calia yang menghibur agar tidak terlalu stres.
Begitupun tetang pernikahan ea.-. #takperlukhawatir,Allahpunyacarasendiri.
NB: aku sedih, hampir nangis karena kangen Bapak sama Mamak, tapi #Allahpunyacarasendiri aku mimpi, jalan sama Mamak dan Bapak, cerita/curhat, dan guyon :D. Yaa Allah :)
NB II: Jangan iri ya sama tulisan ini, sebab #Allahpunyacarasendiri ngebuat hatimu bahagia. :)
#gaperlukhawatir
Allah, I love you :)

wassalamualaikum

0 komentar on "Khawatir"