Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2019

Mencari Bahagia

Bismillahirrahmanirrahim. Sesungguhnya bahagia itu apa? Apakah ketika semua keinginanmu tercapai kemudian dirimu merasa bahagia? Sini mendekat, akan aku beritahu kamu sesuatu. Bisakah kamu memilih untuk dilahirkan dari orangtua seperti apa, Bisakah kamu memilih lahir dimana, dan bisakah nanti kamu memilih meninggal dimana? Lantas, adakah yang menjamin keadaanmu 5 menit dari sekarang? Sini aku tanya lagi, apakah kamu punya target yang ketika target itu tercapai kamu merasa bahagia? Coba bayangkan ketika target itu tercapai dan kamu merasa bahagia.  Tapi apakah ketika target itu tercapai kamu tidak menemukan masalah ? Tidak mungkin kan. Jadi kapan kamu merasa bahagia? Saat ini kamu harus merasa bahagia. Bagaimana kamu bisa merasa bahagia? Dengan berbuat baik , karena nanti Allah akan membukakan kebaikan kebaikan Allah. Oiya, ada lagi satu pesanku untukmu. jangan pernah mendahului kehendak Allah . Selamat bahagia, semoga Allah meridhoi mu.  Aamiin

Memetik hikmah pada Film 99 Cahaya di Langit Eropa

Bismillahirrahmanirrahim Saya belum bisa menceritakan alur cerita pada film ini. Namun, Saya ingat beberapa point pada film ini yang insyaallah mungkin bisa digunakan untuk memperkuat tauhid kita. Rangga, seorang mahasiswa yang mendapatkan beasiswa untuk kuliah diluar negeri. Dia ditemani oleh istrinya. Suatu hari ada teman Rangga yang non Islam menawarkan daging babi untuk Rangga. Rangga menolak dan mengatakan bahwa Allah melarang untuk memakan daging babi. Temannya Rangga berkata bahwa babi itu enak, kenapa tidak boleh? Nah, Rangga pun berfikir... Dilihatnya si teman tersebut membawa anjing kesayangannya dan mengatakan bahwa di Indonesia orang-orang memakan daging anjing. Si Teman tersebut spontan kaget dan menyayangkan hal tersebut dan tak mungkin temannya tersebut memakan daging anjing karena dia sangat menyayangi anjing . Sama halnya dengan temannya, Rangga menyayangi Allah sebagai Tuhannya, oleh karena itu ia patuh pada perintah Allah untuk tidak memakan apa yang diharamkan ...

Menuliskan Harapan

Bismillahirrahmanirrahim Tiada kata yang ingin diucap sampai aku bertemu dengan orang yang tepat. Aku ingin menceritakan apa yang ada dipikiranku dengan orang yang tepat. Tapi, tak ada orang yang benar benar tepat untukku saat ini. Banyak rasa yang ingin aku ungkapkan. Tak kan engkau tau apa yang ku rasa. Pernah ku baca bahwa perempuan itu perasa, semoga engkau memaklumkan. Tapi tahukan diri ini, Belajar menerima adalah proses panjang dari sebuah kebersamaan. Sendiri bukan pilihan, mungkin karena memang saat ini adalah saat terbaik untuk memperbaiki. Untuk yang sedang mencari, Sesungguhnya tak ada wanita yang sempurna. Untuk yang sedang menunggu, Semoga Allah dapat menjaga hatimu dari mereka datang hanya untuk menilai kemudian pergi. Bolehkah aku berharap? Aku berharap kamu akan segara datang menemui Bapakku, perkenalkan dirimu kepada beliau dan ceritkan apa yang engkau harapkan dariku. (Sungguh jika engkau memperkenalkan dirimu kepadaku dan menceritakan apa yang e...