Menuliskan Harapan

Bismillahirrahmanirrahim

Tiada kata yang ingin diucap sampai aku bertemu dengan orang yang tepat.
Aku ingin menceritakan apa yang ada dipikiranku dengan orang yang tepat.
Tapi, tak ada orang yang benar benar tepat untukku saat ini.

Banyak rasa yang ingin aku ungkapkan.
Tak kan engkau tau apa yang ku rasa.
Pernah ku baca bahwa perempuan itu perasa, semoga engkau memaklumkan.

Tapi tahukan diri ini,
Belajar menerima adalah proses panjang dari sebuah kebersamaan.
Sendiri bukan pilihan, mungkin karena memang saat ini adalah saat terbaik untuk memperbaiki.

Untuk yang sedang mencari,
Sesungguhnya tak ada wanita yang sempurna.
Untuk yang sedang menunggu,
Semoga Allah dapat menjaga hatimu dari mereka datang hanya untuk menilai kemudian pergi.

Bolehkah aku berharap?
Aku berharap kamu akan segara datang menemui Bapakku, perkenalkan dirimu kepada beliau dan ceritkan apa yang engkau harapkan dariku.
(Sungguh jika engkau memperkenalkan dirimu kepadaku dan menceritakan apa yang engkau harapkan dariku hanya kepadaku, aku yakin aku akan menjauh perlahan, karena aku belum yakin kalau engkau benar-benar serius hingga engaku berani bertemu bapakku)

Perihal mimpi setelah harapan itu terwujud.
Aku ingin kita sering berdiskusi,
Bukan tentang kerjaan, karena hal itu cukup  hanya di kantor saja tapi jika mendesak, maka tak apa.
Aku ingin kita berdiskusi tentang memaknai kehidupan, kemudian tentang buku yang kita baca, hari yang kita lalui, lalu film yang kita tonton dan hal lain yang membuat kita semakin dekat.

Perihal kerja sama setelah harapan itu hadir.
Semoga si sabar dan si syukur menang atas diri ini dalam mengalahkan ego, karena ku berharap kerjasama kita adalah kerjasama untuk kebaikan bukan untuk meninggikan masing-masing dari kita.

"Perjalanan kita panjang dalam mengarungi dunia dan akhirat, sebaik baik bekal di dunia adalah ilmu dan sebaik baik bekal diakhirat adalah ketakwaan kita di dunia"

Tebingtinggi, 10 Dzulhijjah 1440 H.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lepaskan

Tak Usah Banyak Tidur

Believe in ALLAH, It's Enough.