Khawatir
Bismillahirrahmanirrahim
Aku ingin memberikan pendapat tetang perasaan khawatir.
Allah
telah mengatakan bahwa “Allah tidak ingin kesukaran untukmu, Allah meninginkan
kemudahan bagimu”
TKD,
iya bentar lagi ujian TKD insyaAllah. Pasti ada kekhawatiran dalam diri seperti
“bisakah aku mengerjakan soalnya, apakah soal yang muncul ternyata belum pernah
aku pelajari atau sudah aku pelajari namun belum aku ulang?”
Sekarang
aku tidak ngekos, aku di rumah sepupu. Belajar kurang intens, ini juga
kekhawatiranku.
Alhamdullilah
setelah dipikir2, apakah aku lulus STAN dulu karena persiapan ku atau memang
kehendak Allah. dulu aku pernah mencoba resep tawakal (saat tingkat akhir)
dengan mengurangi waktu belajarku yang intens,tapi nilainya tidak baik. Aku
juga pernah coba resep tawakal (saat tingkat 2), dengan belajar giat, dan
ibadah juga, alhamdullilah ipk aku naik.
Allah
berkata bahwa “kemudian, apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakalah
kepada Allah”.
Allah
ga bilang apabila kamu telah berusaha dengan giat, segiat-giatnya,
serajin-rajinnya, sesering-seringnya. Sebenarnya arti tekad itu apa?
semangatkan? Semangat akan menjadikan
orang tersebut kuat. Jadi orang yang semangat itu pasti dengan senang hati
mengerjakannya dan merasa optimis akan berhasil. Mereka yang bertekad adalah
mereka yang semangat, yang tidak peduli hambatan yang dihadapi, tetap fokus
pada tekad yang ingin dicapai. Tapi agar tidak terjangkit sifat sombong /
arogan (like syaiton), Allah menyuruh kita untuk fokus pada apa yang kita
lakukan bukan orang lain lakukan, tawakal aja, Allah bersama kita, kalau kurang
nanti Allah tambah, kalau belum cukup nanti Allah tambahkan. Tawakal aja, Allah
punya caraNya sendiri, bukan berdasarkan hitung-hitungan kita.
4
hari lagi TKD InsyaAllah, bismillah, semangat, lulus.
Ingat
bahwa Devi sekarang ada di STAN bukan karena usaha, tapi sebenarnya karena doa
orangtua mungkin, doa orang lain, atau mungkin sudah takdir. Devi lulus
insyaAllah lulus. Buktinya apa? segala fasitilas telah Allah beri, materi TKD,
bukubuku, kesehatan, waktu luang, rezeki berupa masakan kak Lila, orangtua yang
sehat, Dafi dan Calia yang menghibur
agar tidak terlalu stres.
Begitupun tetang pernikahan ea.-. #takperlukhawatir,Allahpunyacarasendiri.
NB:
aku sedih, hampir nangis karena kangen Bapak sama Mamak, tapi
#Allahpunyacarasendiri aku mimpi, jalan sama Mamak dan Bapak, cerita/curhat,
dan guyon :D. Yaa Allah :)
NB
II: Jangan iri ya sama tulisan ini, sebab #Allahpunyacarasendiri ngebuat hatimu
bahagia. :)
#gaperlukhawatir
Allah,
I love you :)
wassalamualaikum
Komentar