Sate Kacang

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah atas nikmat islam, iman, kesehatan, dan waktu luang yang Allah berikan.

Kemarin sore, Dafi dan Chaliya sedang asik makan sate kacang.
Tidak seperti biasanya, Dafi kelihatannya lagi doyan makan sate, Chaliya sang adik hanya “memainkan” satenya. Kulihat Chaliya menusukkan lontong ke batang sate lalu menyuapkan ke sang kakak, Dafi.
Dafi pun membuka mulutnya dan memakan suapan dari adiknya.
---
Biasanya jika Dafi diberikan makanan yang dia tidak doyan memakannya, maka dia tidak akan memakannya.
---
Hikmahnya adalah jangan memilih-milih nikmat untuk disyukuri. Nikmat dari Allah yang menurut kita enak, kita syukuri. Sedangkan nikmat dari Allah yang tidak menyenangkan bagi kita, tidak kita syukuri.  
Katanya sudah “dewasa”,  mengapa mengeluh ketika hal-hal yang memberatkan dan merepotkan datang?
---
Allah sudah mengingatkan “Wa idz ta adzana Rabbukum  La innnsyakartum  La azidannnakum” Dan ingatlah ketika  Tuhanmu memaklumkan,  sesungguhnya jika kamu bersyukur maka akan aku tambahkan nikmat.

Wassalamua’laikum

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lepaskan

Tak Usah Banyak Tidur

Believe in ALLAH, It's Enough.