Roti Bakar
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah atas nikmat islam, iman, kesehatan, dan waktu luang yang diberikan Allah.
---
Mengutip pernyataan dari salah satu blog yang saya baca “Karena hidup selalu soal keberanian, termasuk keberanian untuk mengakui kelemahan diri dengan jujur dan untuk mengakui kelebihan orang lain dengan jujur pula”.
---
Mengutip pernyataan dari salah satu blog yang saya baca “Karena hidup selalu soal keberanian, termasuk keberanian untuk mengakui kelemahan diri dengan jujur dan untuk mengakui kelebihan orang lain dengan jujur pula”.
“Lebih baik punya banyak kekurangan tapi apa yang kita punya
bisa dimanfaatkan secara maksimal, daripada kita punya banyak tapi tidak pernah
dimanfaatkan”.
---
“Karena semua butuh ilmu” itu kata-kata sepupu saya yang
akan saya ingat terus. Ketika kata-kata “yang penting bisa” atau “ yang penting selesai”
selalu digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk menyelesaikan suatu
pekerjaan tapi tanpa dasar ilmu, hasilnya akan berbeda dengan dengan pekerjaan
yang dilakukan berdasarkan ilmu.
“Dengan ilmu hidup menjadi lebih mudah, dengan agama hidup
menjadi terarah, dengan seni hidup menjadi lebih indah” kutipan nasihat yang
sering disampaikan Pak Adrul saat penjabaran.
---
Ilmu itu bukan hanya mata perlajaran atau mata kuliah.
Menyupir ada ilmunya, mendidik anak ada ilmunya, memasak ada ilmunya, mengecat tembok ada ilmunya, menanam juga ada ilmunya. Memang benar kalau semua itu butuh ilmu.
---
Kembali ke judul awal,
Roti bakar adalah makanan berwujud roti yang dibakar. Roti bakar akan
nikmat bila dioleskan mentega dan bertabur meses. Yah, kita tidak bisa menjadi
roti sekaligus mentega dan juga mesesnya. Kita hanya bisa menjadi salah
satunya. Kalau engkau ingin menjadi mentega, jadi mentega yang baik dalam arti
tidak kadaluarsa. Sehingga roti bakarnya menjadi sehat dan lezat.
---
Hikmahnya adalah kemampuan dari teman-teman kita, orang-orang disekitar kita
ibaratkan roti dan meses. kita saling melengkapi untuk sebuah tujuan.
---
Sekedar meningatkan, kalau pada akhirnya kita harus kembali kepada Allah. Illahi rojiu'n
Wassalamua’alikum.
Komentar