Flashback~~~
Bismillahirrahmanirrahim
Malam hari yang syahdu, seorang anak perempuan sedang menelpon sang Ibu.
Setelah bertanya dan menyampaikan kabar, si anak memulai diskusi dengan sang Ibu.
"Mak, Emba tahu ada dua tipe dalam pengasuhan anak, yang pertama anak yang harus nurut dengan orang tua dan yang kedua parenting. Output dari pengasuhan yang pertama adalah anak yang nurut sama orangtua dan ketika si anak sudah dewasa, dia bekerja sesuai keinginannya bukan sesuai hatinya. Sedangkan output dari pengasuhan parenting si anak akan mengetahui apa yang dia inginkan si anak itu bahagia dengan pilihannya."
Mamak menjawab, "dulu kan Mamak gitu sama Emba (parenting), Mamak cuma mengarahkan aja. Emba inget tulisan waktu SMA dulu. ((Lulus STIS, STAN untuk ngebahagiain orangtua)).
Deg, seketika anak perempuan tersebut berfikir ulang dan bersyukur.
Saya ingat dengan anak perempuan itu. Dia mengejar semua sekolah kedinasan dengan motivasi ingin free dari biaya pendidikan dan tidak membebankan biaya kepada kedua orangtuanya, selain itu si anak ini sangat penasaran pendidikan di pulau Jawa.
(alhamdulillah, She got what she had dreamed)
Setelah lulus dari sekolah kedinasan tempat anak tersebut menimba ilmu, She know what She want. Cita-cita sederhana seorang perempuan. "Be a good woman, stay at home, and parenting their children".
So, apa motivasi bekerja di perbendaharaan negara?
Bersyukur diamanahi bekerja di pemerintahan, dimana ga semua orang diberi kesempatan yang sama oleh Allah. Menurutku, cukup berat dengan kata bersyukur dan diamanahi sebab setelahnya harus ada action.
Komentar