Ekonomi Syariah (Part 1)
Apakah berbeda antara Ekonomi Syariah dengan Ekonomi Islam? Ekonomi syariah adalah hubungan antara manusia yang berlandaskan pada Al-Quran dan Al-Hadist. Ekonomi Islam adalah Ekonomi syariah itu sendiri. Penyebutan Ekonomi syariah sendiri karena untuk menghindari pernyataan bahwa Ekonomi Islam itu hanya untuk kita yang beragama islam padahal yang kita tahu adalah Islam merupakan agama rahmatan lillalamin. Sistem Ekonomi Syariah mengatur bagaimana antar manusia dalam melakukan muamalah untuk mencapai kesepakatan. Adapun hukum bermuamalah yaitu semua diperbolehkan kecuali yang dilarang.
Tujuan dari Ekonomi Islam yaitu untuk mencapai kemenangan berupa kesejahteraan umat manusia atau disebut Maqasith Syariah. Terdapat prinsip yang harus dijaga agar mencapai Maqasith Syariah, yaitu penjagaan terhadap akal, jiwa, iman, keturunan, dan harta artinya tidak akan bisa mencapai kesejahteraan umat apabila hubungan manusia tersebut mengancam akal, jiwa, iman, keturunan serta harta.
Apakah ekonomi syariah mutlak berbeda dengan ekonomi konvensional? Apabila ekonomi konvensional tidak melaksanaakan apa yang larang dalam ekonomi syariah seperti dua orang melakukan kesepakatan atas transaksi jual beli, tidak zolim, maka ekonomi konvensional sebenarnya sudah menerapkan beberapa prinsip ekonomi syariah. Pelaksanaan ekonomi syariah memiliki dasar yang sangat kuat yaitu dari Rabb pencipta Alam semesta berupa Al-Quran dan Sunnah, Ijma’ (kesepakatan para ulama) ataupun Qiyas (melakukan analogi).
Apakah ekonomi Syariah hanya untuk umat yang beragama Islam? Apabila sistem ekonomi syariah telah ditetapkan di suatu organisasi, daerah, ataupun negara, maka semua umat diwajibkan untuk mengikuti sistem ekonomi syariah tersebut. Islam adalah agama Rahmatan Lil A’alamin artinya aturan yang diatur dalam islam adalah untuk mensejahterahkan semua makhluk yang ada di muka bumi.
Contoh penerapan ekonomi syariah yaitu pada perbankan islam atau perbankan syariah. Ada dua jenis akad dalam transaksi ekonomi syariah yaitu akad komersial dan akad sosial. Akad sosial seperti infaq dan sadaqah, sedangkan akad komersial yaitu jual beli, sewa menyewa, bagi hasil. Adapun keuntungan yang didapat oleh sistem perbankan islam disebut wadiah.
Bagaimana perbankan syariah bekerja? ... (tunggu artikel berikutnya, InsyaAllah)
Tujuan dari Ekonomi Islam yaitu untuk mencapai kemenangan berupa kesejahteraan umat manusia atau disebut Maqasith Syariah. Terdapat prinsip yang harus dijaga agar mencapai Maqasith Syariah, yaitu penjagaan terhadap akal, jiwa, iman, keturunan, dan harta artinya tidak akan bisa mencapai kesejahteraan umat apabila hubungan manusia tersebut mengancam akal, jiwa, iman, keturunan serta harta.
Apakah ekonomi syariah mutlak berbeda dengan ekonomi konvensional? Apabila ekonomi konvensional tidak melaksanaakan apa yang larang dalam ekonomi syariah seperti dua orang melakukan kesepakatan atas transaksi jual beli, tidak zolim, maka ekonomi konvensional sebenarnya sudah menerapkan beberapa prinsip ekonomi syariah. Pelaksanaan ekonomi syariah memiliki dasar yang sangat kuat yaitu dari Rabb pencipta Alam semesta berupa Al-Quran dan Sunnah, Ijma’ (kesepakatan para ulama) ataupun Qiyas (melakukan analogi).
Apakah ekonomi Syariah hanya untuk umat yang beragama Islam? Apabila sistem ekonomi syariah telah ditetapkan di suatu organisasi, daerah, ataupun negara, maka semua umat diwajibkan untuk mengikuti sistem ekonomi syariah tersebut. Islam adalah agama Rahmatan Lil A’alamin artinya aturan yang diatur dalam islam adalah untuk mensejahterahkan semua makhluk yang ada di muka bumi.
Contoh penerapan ekonomi syariah yaitu pada perbankan islam atau perbankan syariah. Ada dua jenis akad dalam transaksi ekonomi syariah yaitu akad komersial dan akad sosial. Akad sosial seperti infaq dan sadaqah, sedangkan akad komersial yaitu jual beli, sewa menyewa, bagi hasil. Adapun keuntungan yang didapat oleh sistem perbankan islam disebut wadiah.
Bagaimana perbankan syariah bekerja? ... (tunggu artikel berikutnya, InsyaAllah)
Komentar