Menanti Pangeran

Waktu terus berjalan, hari demi hari berlalu, Empat tahun sudah sejak kelulusan sekolah kedinasan yang ia  tempuh hingga hari ini ia masih berkutat dengan hobi dan pekerjaannya. 
Dahulu ketika kuliah ia fokus untuk menyelesaikan studi, meskipun terkadang ada rasa kagum dengan seseorang kemudian ia menepisnya. Hingga akhirnya ia menyadari banyak kesempatan yang ia lewati kala ia sering bertemu dengan teman-teman seangkatan.

Tak mengapa, kini ia sudah menyadari bahwa diri harus bersanding dengan seorang pangeran untuk menyempurnakan separuh agamanya. maka disudut ruangan ia pun berdoa, "Yaa Rabb hanya kepadaMu Aku meminta, jauhkan diriku dari zina, maka lindungilah Aku, jaga Aku Yaa Rabb, sempurnakan agamaku Yaa Rabb, Aku bukan anak Kyai bukan pula Alim Ulama, namun Aku adalah hambaMu,  salah satu umat nabi Muhammad Yaa Rabb, mudahkan keinginanku Yaa Rabb untuk menyempurnakan agama Yaa Rabb".

Air matanya menetes, menyadari bahwa kisah cintanya bukan seperti kisah Fatimah dan Ali, bukan pula seperti kisah Khadijah dan Nabi Muhammad. sekali lagi ia berdoa di dalam hati yang terdalam "Yaa Rabb, mudahkan jalanku untuk menikah, jangan biarkan Aku bermaksiat kepadaMu, jangan biarkan waktu mudaku banyak dihabiskan dengan hal sia-sia, berikanlah Aku jalan untuk bisa bersatu dengan pangeranku. Ku mohon Yaa Rabb, satukan Kami tahun ini Yaa Rabb, Bimbing kami untuk bertemu kemudian bersatu, Yaa Rabb. aamiin 

Keyakinan bahwa seseorang yang baik akan dipertemukan dengan yang baik pula, membuatnya berupaya untuk terus berbenah karena Allah dan RasulNya. Motivasi yang terus membuatnya bergerak ialah bahwa yang berjalan pasti akan sampai, maka semoga kesabaran ini membawa keberuntungan. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lepaskan

Tak Usah Banyak Tidur

Believe in ALLAH, It's Enough.