Cerita hari Senin

Bismillahirrahmanirrahim

Hari senin adalah hari seperti biasanya seperti bangun pagi terus pergi kerja kemudian pulang.
(padahal ini adalah kesempatan dari Allah kepadaku untuk memperbaiki diri)

Oiya, pagi hari tadi ketika sarapan bareng Khaira, Lynda, Sefty terjadilah sebuah diskusi terkait gempa di NTB (Yaa Allah, kuatkan mereka yang terkena musibah, jadikan musibah ini hal yang bisa semakin mendekatkan hati mereka kepada Mu, aamiin). Inti diskusi kami salah satunya tentang terdapatnya gunung di NTB dan Padang yang didalamnya berisi air. Nah kalau mereka meletus maka mengeluarkan air yang artinya pulau yang ada akan tenggelam. Seperti kata Allah, gunung adalah tiang.

Setelah selesai sarapan, Aku ke meja CSO, niatnya untuk mencari sesuatu yang berbeda (nambah ilmu). Aku suka di CSO, banyak hikmahnya disana. (tipe belajar aku itu visual ya, lebih mudah nangkap kalau menggunakan gambar. kalau di CSO, Aku belajar untuk berfikir analis untuk memahami maksud dari pertanyaan satker. dan kemudian Aku berfikir tentang Shalat ga khusyuk.  Alhamdulillahnya, aku kepikiran *lagi penyebab shalat ga khusyuk adalah tidak berusaha memahami maksudnya Allah dalam bacaan-bacaan shalat. Hubungan antara CSO dengan Shalat adalah saat aku ga paham pertanyaan yang diajukan satker, itu karena aku ga berusaha memahami. sama seperti shalat, saat ga khusyuk dalam shalat mungkin karena ga berusaha memahami bacaan shalat.

CSO merupakan tempat satker untuk bertanya dan menemukan solusi dari permasalah terkait pengajuan pencairan dana. Aku mendapatkan ilmu seperti  pengajuan perubahan data supplier, dispensasi kontrak, KIPS, renkas, minta NRK, dan pengajuan UP diubah menjadi pengajuan LS bendahara karena lebih dari 50 jt. Disela-sela waktu melayani,  Veda berbagi resep masakan (aku sadar bahwa aku harus bisa memasak).

Sore harinya, ada satker yang masih mengajukan SPM gaji di FO PD, tetapi masih ada masalah di file GPP. Setelah file GPP dikirim ulang oleh satker kemudian proses rekon data pegawai dapat dilakukan, dan hasilnya terdapat penolakan. (kalau sudah panik, niat untuk memahami tulisan jadi berkurang ((((((Aku harus belajar memahami dalam semua kondisi)))))) Niatnya mau tanya Pak Dayat, tapi ketemunya Ryan. Yowes, tak tanya aja. (seharusnya aku sudah bisa hal seperti ini tanpa perlu bertanya, tapi kekuatan hanya milik Allah, aku sudah lupa mungkin karena kurang mendalami tetang apa yang aku lakuin).

Alhamdulillah, ketika pulang kantor, Aku dapat tebengan dari Mba Risa. (karena tempat tinggal kami searah dan biasanya Bu Tini ,yang Mba Risa biasa ngeboncengi sedang cuti). Aku diturunkan di DP tidak sampai depan rumah (aku bersyukur kok ada yang mau ditebengi, ini termasuk nikmat dari Allah dan mungkin karena Mba Risa punya 3 anak kecil yang sedang menunggu Mba Risa pulang).
kemudian, tadaaa.. Aku dijemput Huda dan Adek Chaliya (senenggggnya Alhamdulillah)

Sampai dirumah ngelihat kak Dafi sedang tiduran dengan wajah yang sayup kerena sakit tipes. ("yang kuat ya kakak Dafi", saat aku berkata seperti itu, kak Dafi menganggukkan kepala) kakak Dafi kalau sakit ga rewel, kasihan ngelihat kak Dafi yang lemes begitu.

Hari Minggu kemarin, yang rencanya mau beli sepatu pantofel tapi ga ketemu yang pas. Nah hari ini Huda mau nepati janjinya buat anteri  ke Store Donatello di Depok (Alhamdulillah seneng banget kalau dianteri dan ditemeni). Adek Chaliya pasti ga mau lepas dari Ayahnya, jadilah Adek Chaliya ikut (maaf ya Dek, jadi kena debu-debu kendaraan dijalanan).

Aku tipenya lebih suka sepatu yang santai (bertapak putih) namun warna bodynya tetap hitam. Aku harus fokus mencari pantofel. ( Aku ingin ini, tapi warna hitam ga ada. Aku ingin itu tapi ukuran 39 ga ada). yasudah aku nurut aja pilihan Huda (mungkin jodoh kali dengan sepatu itu soalnya semua sepatu yang aku suka ga ada yang ready, mulai dari warna dan ukuran).

Setelah itu kami beli martabak telur dan martabak manis untuk dibawa pulang :)
Barakallah buat hari ini, semoga menjadi pribadi yang bisa terus dekat ke Allah (sepanjang usia).
Aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lepaskan

Tak Usah Banyak Tidur

Believe in ALLAH, It's Enough.